Jenderal Andika Turun Tangan, Begini Nasib Anggota TNI Pukul Bripda Tazkia

Jenderal Andika Turun Tangan, Begini Nasib Anggota TNI Pukul Bripda Tazkia
Bripda Tazkia Nabila, Polwan Polda Kalteng Dibogem Anggota TNI. Instagram cetul222 ©2021 Merdeka.com
TRENDING | 8 Desember 2021 06:04 Reporter : Tantiya Nimas Nuraini

Merdeka.com - Bripda Tazkia Nabila Supriadi terkena bogem mentah dari anggota TNI. Saat itu, ia yang masuk dalam regu Tim Pengurai Massa (Raimas) Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) sedang melaksanakan Patroli KRYD (Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan) pada Sabtu (4/12) di kawasan Jl Pameran Temanggung Tilung Palangka Raya.

Insiden ini rupanya berhasil menarik perhatian Panglima TNI. Bahkan, Jenderal TNI Andika Perkasa sampai turun tangan menanggapi insiden prajuritnya yang pukul seorang polwan.

Lantas bagaimana nasib anggota TNI yang pukul Bripda Tazkia? Simak ulasan informasinya berikut ini.

2 dari 6 halaman

Kronologi Kejadian

Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah, Kombes Pol Kismanto Eko Saputro, membenarkan insiden pemukulan yang dialami Bripda Tazkia dilakukan oleh Personel TNI Komando Resor Militer (Korem) Batalyon 613 Antang.

"Mereka dari oknum TNI ya, jadi permasalahan di jalan lah gitu kan sama Anggota Polri," kata Kismanto saat dikonfirmasi merdeka.com, Selasa (7/12).

bripda tazkia nabila polwan polda kalteng dibogem anggota tni
Instagram cetul222 ©2021 Merdeka.com

Kismanto merinci kejadian pada Sabtu (4/12) lalu. Menurutnya, malam itu Tazkia bersama Tim Raimas melakukan patroli imbauan protokol kesehatan kepada masyarakat, mulai dari 19.00 WIB sampai 00.00 WIB malam.

Saat berpatroli, Tim Raimas melihat ada keributan melibatkan sejumlah orang di jalanan. Tazkia bersama rekannya yang memakai seragam patroli, lengkap dengan body armor beserta helm masuk ke tengah-tengah keributan tersebut dengan maksud hendak melerai.

Imbauan dari personel raimas malah tak dihiraukan. Tazkia malah mendapatkan pukulan dari salah satu orang yang berada di kerumunan itu.

"Mungkin karena dianggapnya pakai baju polisi bagaimana, dipukuli (Tazkia) mungkin karena kondisi malam," terang Eko.

3 dari 6 halaman

Tetap Dipukul

Semula, Bripda Tazkia tidak mengetahui jika yang terlibat keributan adalah anggota TNI. Sebab tidak mengenakan seragam militer. Perihal TNI ribut dengan siapa, dia mengaku tidak tahu.

"Yang berkelahi (TNI) pakai baju preman, tapi enggak tahu kan siapa yang berkelahi awalnya. Ngakunya dari Batalyon Antang. Padahal udah ngomong saya Polwan (Tetapi tetap dipukul). Ya mungkin, enggak ngerti juga, mungkin terlanjur emosi ya bisa," sambungnya.

proses hukum kasus pemukulan bripda tazkiya
©2021 Merdeka.com/istimewa

Menurut Eko, pemukulan itu menyebabkan Bripda Tazkia luka ringan memar pada bagian tangan dan kepala yang saat ini telah membaik.

"Memar di tangan, kepalanya enggak kenapa-kenapa, kemarin ketemu sudah sembuh. Sudah sehat sih gak ada masalah, iya di tangan kiri. Di kepala tapi sudah sembuh, tidak ada gejala," jelasnya.

4 dari 6 halaman

Tiga Personel Korem Diperiksa

proses hukum kasus pemukulan bripda tazkiya
©2021 Merdeka.com/istimewa

"Dari Korem ada 3 orang yang diproses. Dari anggota Polri juga diproses yang terlibat," ungkapnya.

Kismanto mengungkap meski masalah berakhir damai, namun proses hukum tetap berjalan.

5 dari 6 halaman

Dibawa ke Peradilan Militer

Komando Resor Militer (Korem) 102 Panju Panjung memastikan personel Batalyon Rider 631 Antang yang memukul Bripda Tazkia Nabila Supriadi, anggota Ditsamapta Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) akan diproses secara hukum peradilan militer.

"Akan tetap memproses oknum Batalyon Rider 631 Antang yang terlibat sesuai hukum peradilan militer," kata Kapenrem Mayor Maksum Abadi yang mewakili Danrem Brigjen TNI Yudianto Putrajaya dalam keterangannya, Selasa (7/12).

tni polri koordinasi buntut pemukulan bripda tazkia
©2021 Polda Kalteng

Maksum sangat menyayangkan insiden tersebut yang merupakan murni kesalahpahaman prajuritnya. Dia pun berharap, kejadian pemukulan seperti itu tidak terulang kembali.

"Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi karena sinergitas antara TNI-Polri di Kalimantan Tengah sudah sangat baik dan sangat perlu kita jaga," tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Kabidhumas Polda Kalteng, Kombes Pol. K. Eko Saputro menyampaikan, terima kasih kepada pihak Korem 102 Panju Panjung. Lantaran tetap menjunjung tinggi keadilan dengan memproses hukum para oknum TNI yang terlibat.

"Kami juga berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi antara TNI - Polri di Kalimantan Tengah sehingga sinergitas dan soliditas tetap terjaga," tutupnya.

6 dari 6 halaman

Panglima TNI Turun Tangan

Insiden ini ternyata sukses mencuri perhatian panglima TNI. Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa meminta anak buahnya untuk diproses hukum atas dugaan pemukulan terhadap Polwan Bripda Tazkia.

proses hukum kasus pemukulan bripda tazkiya
©2021 Merdeka.com/istimewa

"Panglima TNI, Jenderal TNI Andika Perkasa telah memerintahkan kepada seluruh penyidik dan aparat hukum TNI maupun TNI AD untuk melakukan proses hukum kepada oknum-oknum anggota TNI AD yang diduga terlibat dalam tindak pidana," kata Kapuspen TNI Mayjen TNI Prantara Santosa dalam siaran pers yang diterima, Selasa (7/12).

Dalam kasus ini, penyidik TNI akan berkoordinasi dengan Polri untuk bersama-sama menuntaskan kasus tersebut.

"TNI juga berkoordinasi dengan Polri untuk melakukan proses hukum terhadap oknum anggota Polri yang diduga terlibat dalam dugaan tindak pidana tersebut," katanya.

(mdk/tan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami