Kacamata Anti Radiasi, Ketahui Fungsi dan Manfaatnya

Kacamata Anti Radiasi, Ketahui Fungsi dan Manfaatnya
Ilustrasi kacamata. ©2012 Merdeka.com/sapto anggoro
TRENDING | 1 Desember 2021 10:53 Reporter : Khulafa Pinta Winastya

Merdeka.com - Kacamata anti radiasi dipercaya dapat membantu mengurangi mata lelah saat menggunakan barang elektronik. Di era yang semakin melek akan kemajuan teknologi ini, gadget menjadi salah satu barang yang tak dapat ditinggalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, terlalu banyak dan sering menatap layar gadget seperti komputer, laptop, dan smartphone dipercaya dapat merusak mata. Hal itu disebabkan karena sinar radiasi dari berbagai perangkat tersebut lama-kelamaan bisa membuat mata merah, kering, kelelahan, hingga penglihatan kabur.

Untuk mengantisipasinya, kacamata anti radiasi muncul dan disebut sebagai solusi untuk mencegah kerusakan mata akibat gadget. Kacamata anti radiasi dipercaya dapat melindungi mata dari radiasi sinar biru pada berbagai perangkat. Lalu, apa saja sebenarnya fungsi dan manfaat dari kacamata anti radiasi? Simak ulasannya:

2 dari 5 halaman

Kacamata Anti Radiasi

Kacamata anti radiasi memiliki fitur lensa yang dapat membatasi paparan sinar biru. Selain itu, lensa pemblokir sinar biru pada kacamata anti radiasi juga menyertakan perlindungan non-silau.

Perlu diketahui bahwa sinar biru atau radiasi ini dapat ditemukan di smartphone, tablet, komputer, beberapa bola lampu, hingga sinar matahari. Panjang gelombang cahaya tertentu ini berpotensi merusak retina mata yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan.

Salah satu manfaat kacamata anti radiasi, yaitu dapat mengurangi potensi kerusakan pada mata dan dapat memperbaiki gejala sindrom penglihatan komputer.

3 dari 5 halaman

Radiasi Sinar Biru (Blue Light)

Seperti yang sudah disebutkan bahwa radiasi sinar biru adalah jenis radiasi yang berasal dari layar telepon genggam, laptop, komputer, TV, atau peralatan elektronik lainnya.

Energi radiasi yang terpancar dari sinar biru memang tidak sebesar radiasi sinar UV. Namun, cahaya biru tersebut diduga turut memberikan efek buruk pada kesehatan mata.

Mata manusia tidak dapat membatasi paparan cahaya biru dengan baik. Paparan sinar biru yang berlebihan pada mata dapat mengakibatkan gejala-gejala, seperti mata kering, sakit mata, hingga gangguan tidur.

Jika mata terpapar sinar biru dalam jangka panjang, radiasinya berisiko merusak sel-sel retina dan menimbulkan gangguan penglihatan, seperti degenerasi makula, katarak, bahkan kanker mata.

Adapun beberapa fungsi kacamata anti radiasi, di antaranya:

  • Mencegah mata dari sinar berbahaya dari layar gadget, seperti ultra violet dan sinar biru.
  • Kacamata anti radiasi memiliki penetrasi dan penyerapan yang disesuaikan dengan lampu berbeda. Saat memakainya, mata Anda akan terasa segar dan penglihatan alami.
  • Kacamata anti radiasi dapat memblokir radiasi elektromagnetik. Hal ini karena kacamata anti radiasi mengadopsi teknologi pelapisan vakum ion canggih, sehingga tidak memiliki efek samping jika dipakai dalam waktu lama pada mata.
  • Kacamata anti radiasi dapat menyerap gelombang mikro frekuensi rendah dan bisa menghilangkan gejala potensial bagi mata seperti kelelahan, demam, dan sakit kepala.
4 dari 5 halaman

Tips Memilih Kacamata Anti Radiasi

Berikut beberapa tips memilih kacamata yang tepat untuk melindungi mata, dilansir dari laman Hellosehat:

1. Lensa Dapat Menghalau 99-100 persen sinar UV
 
Jika Anda memilih kacamata hitam untuk melindungi mata dari radiasi UV, pastikan Anda memilih kacamata dengan lensa yang menghalau 99% atau bahkan 100% sinar UV.
 
2. Lensa dan Bingkai Berukuran Besar

Untuk melindungi mata dari radiasi, pilihlah ukuran lensa dan bingkai yang besar. Semakin lebar ukuran lensa dan bingkai kacamata anti radiasi Anda, semakin kecil pula risiko untuk terpapar radiasi.

3. Gunakan kacamata dengan lensa polarized

Lensa terpolarisasi (polarized) memiliki bahan kimia khusus yang dapat membatasi jumlah cahaya yang masuk. Dengan lensa ini, cahaya yang terpantul dari objek lain, seperti jalan, kaca jendela, atau cermin tidak akan masuk menuju mata Anda. Ini pun dapat membantu Anda mengurangi efek silau pada mata. Anda bisa memilih lensa polarized yang dikombinasikan dengan lapisan anti sinar UV.

5 dari 5 halaman

Efek Samping

Ternyata, kacamata anti radiasi juga memiliki efek samping. Karena kacamata ini berfungsi untuk memblokir rentang cahaya tertentu, mereka sedikit mengubah warna dari apa yang Anda lihat.

Anda akan melihat bahwa semuanya akan menjadi sedikit kuning saat memakai kacamata radiasi. Bagi beberapa orang, ini dapat menyebabkan kesulitan dalam membaca layar, terutama jika Anda bekerja dengan berbagai rentang warna.

Mereka yang telah menggunakan kacamata cahaya biru untuk waktu yang lama melaporkan bahwa mereka mengalami peningkatan hilangnya penglihatan scotopic atau penglihatan di bawah level cahaya rendah. Ini mungkin karena mata tidak terbiasa bekerja keras di lampu tertentu dan oleh karena itu menjadi sedikit lebih malas dalam pencahayaan rendah.

(mdk/khu)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami