Ketegasan 2 Jenderal di Kasus Penganiayaan Ibu Penjual Sayur, Nyali Dua Preman Ciut

Ketegasan 2 Jenderal di Kasus Penganiayaan Ibu Penjual Sayur, Nyali Dua Preman Ciut
Ketegasan 2 Jenderal bikin Nyali Dua Preman Ciut. ©2021 Merdeka.com
TRENDING | 18 Oktober 2021 11:31 Reporter : Kurnia Azizah

Merdeka.com - Kasus kekerasan wanita penjual sayur bernama Liti Waru Iman Gea alias LG oleh preman BS masih bergulir. Berawal dari video viral pemukulan terhadap LG di Pasar Gambir, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada awal September 2021.

Bahkan kasus pun berlanjut ke aksi saling lapor antara LG dan BS. Perkara kian jadi sorotan, lantaran LG yang dianiaya juga dijadikan tersangka.

Hingga akhirnya kasus yang awalnya ditangani oleh Polsek Percut Sei Tuan pun dialihkan. Kasus dengan terlapor tersangka BS ditangani oleh Satreskrim Polrestabes Medan. Sementara untuk terlapor LG dipegang oleh Direktorat Kriminal Umum Polda Sumut.

Ketegasan dua jenderal dinilai apik. Dua preman berinisial DD dan FR diultimatum untuk segera menyerahkan diri. Akhirnya terduga penganiayaan tersebut menyerahkan diri, pada Jumat (15/10) malam.

Simak ulasan informasinya berikut ini.

2 dari 4 halaman

Dua Penganiaya Menyerahkan Diri

sadis pedagang wanita dianiaya preman

Instagram/@apacerita_medan ©2021 Merdeka.com

Kabid Humas Polda Sumatera Utara (Sumut), Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan bahwa dua pria terduga penganiaya ibu pedagang sayur di Pasar Gambir telah menyerahkan diri, Jumat (15/10).

"Iya benar tadi malam," kata Hadi, Sabtu (16/10).

Kedua terduga preman DD dan FR pun digiring ke Polrestabes Medan. Polisi masih mendalami kasus premanisme yang dilakukan keduanya terhadap LG.

"Dibawa ke Polrestabes Medan dalam rangka pemeriksaan," terangnya.

Sementara tersangka lainnya yakni BS, telah diamankan sebelumnya usia kasusnya viral.

3 dari 4 halaman

Ketegasan Kapolri

kabid humas polda sumut kombes pol hadi wahyudi
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi. ©2021 Merdeka.com

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi menyebutkan bahwa kasus kekerasan itu menjadi perhatian pimpinan kepolisian. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ikut memberi perhatian khusus. Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak segera mengambil alih dan membentuk tim.

"Pimpinan Polri dan bapak Kapolda Sumatera Utara telah mendengar, serta merespon dengan cepat," ungkap Hadi.

 

4 dari 4 halaman

Dua Tersangka Diultimatum

ketegasan 2 jenderal bikin nyali dua preman ciut

Instagram @poldasumaterautara ©2021 Merdeka.com

Selama ini, terduga DD dan FR masih menjadi buron. Namun, usai Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak mengultimatum keduanya agar menyerahkan diri.

Ketegasan sang jenderal pun seakan membuat nyali kedua preman tersebut jadi ciut. Dalam konferensi pers yang dihelat di Polda Sumut, tampak hadir LG dan BS. Irjen Panca tegas meminta rekan dari BS untuk menyerahkan diri.

"Kita sudah membentuk tim, kita berharap teman dari saudara ini dapat menyerahkan diri. Saya mengimbau dengan tenang hati dan saya yakin kalau dalam waktu yang sudah ditentukan dan tidak dibenarkan, maka kami lakukan upaya paksa. Supaya clear semuanya," tegas Panca.

(mdk/kur)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami