Kini Aktor Legendaris, Roy Marten Ungkap Pernah Jadi Gelandangan di Jakarta

Kini Aktor Legendaris, Roy Marten Ungkap Pernah Jadi Gelandangan di Jakarta
TRENDING | 29 Mei 2020 09:13 Reporter : Kurnia Azizah

Merdeka.com - Aktor kawakan Roy Marten membuat pengakuan mengejutkan. Ternyata sebelum menjadi bintang "The Big Five", sebutan bagi 5 artis bayaran tertinggi tahun 1977, Roy mengaku pernah jadi gelandangan.

Ingin tahu kisah lengkap aktor legendaris Roy Marten yang pernah jadi gelandangan di Jakarta? Simak informasinya berikut ini.

1 dari 6 halaman

Mengawali Karier Sebagai Model

Kali ini Roy Marten merasa bangga dan terhormat berada di channel YouTube Helmy Yahya Bicara. Roy menceritakan sepak terjangnya mengadu nasih di Jakarta. Mengawali karier dari Salatiga sebagai peragawan, hingga memenangkan beberapa perlombaan.

roy marten ungkap pernah jadi gelandangan

Channel YouTube Helmy Yahya Bicara ©2020 Merdeka.com

"Roy Marten dari Salatiga, dulu ngawali jadi model ya, catwalk?" tanya Helmy Yahya.

"Iya. Kepinginnya sih main film, cuma enggak tahu jalannya ketika itu. Film Indonesia saat itu sedang turun, jadi enggak tahu caranya, jadi pas ada yang ngajak visi. Jadi saya pikir ini jalannya," jawab Roy.

2 dari 6 halaman

Merasa Jadi Gelandangan

Pertama kali hijrah ke Jakarta, Roy masih belum paham cara masuk ke dunia hiburan. Pria kelahiran 1 Maret 1952 itu merasa jadi gelandangan. roy marten ungkap pernah jadi gelandangan

Instagram ©2020 Merdeka.com

"Gelandangan, pertama kali masuk Jakarta. Tahun 72 usia dua puluh jadi gelandangan, host enggak bisa bayar. Jadi ketika ada kesempatan fashion, ya hanya untuk sekedar cari makan. Tapi gak ada bakat di sana," ujar Roy.

3 dari 6 halaman

Tidak Mampu Bayar Naik Bus

Sosok Roy yang mengaku layaknya anak jalanan di kota besar Jakarta. Sampai-sampai untuk naik bus dengan kocek 10 perak saja tak sanggup. Dia memilih mengajak duel untuk menyelesaikan masalah.

roy marten ungkap pernah jadi gelandangan

Channel YouTube Helmy Yahya Bicara ©2020 Merdeka.com


"Bung Roy mengatakan gelandangan. Segelandangan apa sih tahun 72?" tanya Helmy.

"Ya, kita naik bus waktu itu masih sepuluh perak. Waktu tinggal di Grogol, itu pun tidak bisa bayar. Ya sudah, ajak saja berantem," papar Roy sembari tertawa.

4 dari 6 halaman

Numpang Tinggal di Rumah Sawah

Sebagai seorang perantauan dari kampung, tanpa saudara di Jakarta, Roy memutuskan tinggal di tempat temannya. Dia tidur di rumah yang belum jadi di tengah sawah, supaya menghemat biaya hidup.

"Kemudian tinggal di satu, di Demak ada, Yayat namanya orang Pontianak. Itu di sawah, ada satu bangunan yang belum jadi saya tinggal di situ," ucap Roy.

"Sekarang jadi Taman Anggrek. Di situ masih sawah, jadi kalau mau pergi sepatu mesti copot gitu, naik becak," tambahnya.

5 dari 6 halaman

Yakin Bisa Sukses di Indonesia

Kala itu saudara Roy Marten, memilih untuk ke luar negeri. Rudy Salam melanjutkan kuliah di Jerman, kakaknya lagi bernama Melani Kusuma tinggal di Belanda. Namun Roy yakin bahwa kesuksesannya ada di Tanah Air.

Hasil kerja kerasnya dalam waktu singkat bisa melambungkan namanya sebagai artis termahal di tahun 1977. Serta tercatat membintangi film terbanyak di sepanjang karier.

"Saya bilang, 'Nggak sukses pasti di Indonesia. Kenapa? Bahasanya saya tahu, budayanya saya lebih hafal. Saya pikir, saya pasti lebih bisa berhasil di Indonesia dibanding kalau saya di luar," tukas Roy.

6 dari 6 halaman

Merasa Anak Busuk

Roy Marten merupakan anak ketiga dari enam bersaudara. Di antara seluruh saudaranya, dia mengaku bahwa dirinya hanyalah seorang 'anak busuk. Begitu berbanding terbalik dengan kakak pertama, Rudy Salam yang 'anak emas' dan keren.

roy marten ungkap pernah jadi gelandangan

Instagram Roy Marten ©2020 Merdeka.com

"Saya ini kayak istilahnya, kayak mentimun pungguk, buah yang busuk. Haha, ini mau jadi apa? 'Guru-guru, orang, Marten ini mau jadi apa?' Bintang film," jelas Roy.

(mdk/kur)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami