Kini Semrawut, Begini Potret Tanah Abang Tahun 1890 Asri & Rindang

Kini Semrawut, Begini Potret Tanah Abang Tahun 1890 Asri & Rindang
Potret Tanah Abang Tahun 1890. Suasana aktivitas di Jalan Jati Baru Raya, Jakarta, Jumat (22/12). Terkait penataan PKL, Pemprov DKI
TRENDING | 3 Desember 2020 11:52 Reporter : Kurnia Azizah

Merdeka.com - Selama ini kita mengenal Tanah Abang sebagai bagian dari wilayah Kota Administrasi Jakarta Pusat. Bagi para pecinta belanja, Tanah Abang tentu sudah tak asing di telinga. Kecamatan ini memiliki pasar tekstil terbesar di Asia Tenggara yang telah berdiri sejak 1735.

Kini kepadatan penduduk dan era modernisasi, semakin memengaruhi kondisi Tanah Abang. Deretan gedung tinggi dan ramainya kondisi pasar di Tanah Abang, begitu kontras dengan keadaan masa lalu.

Beberapa potret Tanah Abang tahun 1890, mengajak kita bernostalgia dengan asrinya Tanah Abang zaman dahulu. Sepanjang jalan dihiasi pepohonan, ditambah jernihnya sungai yang terbentang, sampai banyak netizen yang mengaku ingin pergi ke masa tersebut.

Penasaran dengan potret masa lalu Tanah Abang nan Asri? Simak informasinya berikut ini.

2 dari 4 halaman

Tanah Abang Masih Hijau nan Asri

potret tanah abang tahun 1890
Instagram @perfectlifeid ©2020 Merdeka.com

Potret lawas Tanah Abang dibagikan oleh laman Instagram akun @perfectlifeid dari koleksi di Leiden University, Belanda.

Unggahan tersebut menampilkan Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada tahun 1890, saat masih dipenuhi pepohonan dan rumput hijau di sepanjang pinggir jalan.

Tanah Abang di masa lalu terlihat begitu sejuk. Pemandangannya begitu indah dengan keberadaan sungai yang membentang. Tanah Abang dilewati oleh Kali Krukut dan Sungai Lematang. Sayangnya kini sudah tercemar oleh limbah dan sampah.

potret tanah abang tahun 1890
Instagram @perfectlifeid ©2020 Merdeka.com

"Begini wajah Tanah Abang, Batavia di tahun 1890," tulisnya dalam keterangan foto.

3 dari 4 halaman

Jalanan Lenggang

potret tanah abang tahun 1890Instagram @perfectlifeid ©2020 Merdeka.com

Begitu kontras membandingkan potret Tanah Abang zaman dahulu dengan saat ini. Seperti yang kita ketahui, Tanah Abang kini sudah padat penduduk.

Barisan gedung tinggi, jembatan besar, dan ramainya jalanan menjadi penghias. Lain halnya dengan masa lalu, ketika jalanan masih lenggang.

Terdapat beberapa lampu jalan dengan ciri khasnya yang klasik, serta jalan utama yang belum diaspal, masih tanah.

Bikin Netizen Baper Rindu Masa Lalu

potret tanah abang tahun 1890Instagram @perfectlifeid ©2020 Merdeka.com

Akibat potret Tanah Abang masa lalu itu, tak sedikit warganet yang mengaku menginginkan pergi ke masa lalu. Mereka ingin kembali melihat keindahan dan kesejukan Ibu Kota Jakarta yang masih dipenuhi pepohonan rindang.

"Ada lorong waktu ke sana ga nih?," tulis @gmfabroyir.

"Inikah namanya penjajahan gue lebih suka era ini daripada sekarang 😢😢," tulis @edi.9174.

"Telat banget gua nemu ni ig sumpaaaaahhh.. kenapa gak dari duluuu. Bikin nostalgic 😭😭😭," tulis @jesuischandra.

"Indah banget indonesia saat itu 💖💖😍😍," tulis @dacegentini.

"Nggak perlu gedung tinggi ac plastik ini lebih indah," tulis @edi.9174.

4 dari 4 halaman

Netizen Bandingkan dengan Tanah Abang Saat Ini

potret tanah abang tahun 1890Instagram @perfectlifeid ©2020 Merdeka.com

Para netizen kemudian membandingkan kondisi Tanah Abang tempo dulu dengan kondisi Tanah Abang saat ini. Saking padatnya penduduk, sampai bingung dengan keberadaan pohon sebelumnya.

"Teduh, nyaman, gak kayak sekarang kebanyakan bangunan semrawut," tulis @hanitami.

"Sekarang semerawut 😭," tulis @idemita25.

"Udah nggak ada pohon sekarang 😪😢," tulis @jajanmasakmakanyang_banyak.

"Yang keadaan sekarang mana min?," tulis @malaba_rico.

(mdk/kur)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami