Kisah Polwan Cantik Cut Yuliasmi, Gagal Jadi Bintara Justru Rangking 1 Masuk Akpol

Kisah Polwan Cantik Cut Yuliasmi, Gagal Jadi Bintara Justru Rangking 1 Masuk Akpol
Kisah Polwan Cantik Cut Yuliasmi. Channel YouTube akademi kepolisian ©2021 Merdeka.com
TRENDING | 29 Januari 2021 09:09 Reporter : Kurnia Azizah

Merdeka.com - Karier cemerlang dan kesuksesan, menjadi dambaan banyak orang. Tak sedikit orang yang meraihnya dengan kerja keras dan diawali oleh kegagalan.

Seperti yang dialami oleh Ipda Cut Yuliasmi. Sejak lama ia bercita-cita masuk Bintara Polri. Tapi sayang, perjuangan mengikuti tes selalu gagal.

Namun nasib memang tak bisa ditebak. Dia justru lulus masuk Akademi Kepolisian (Akpol). Penasaran seperti apa kisahnya? Simak di sini.

Dua Kali Tes Bintara Gagal

kisah polwan cantik cut yuliasmi
Channel YouTube akademi kepolisian ©2021 Merdeka.com

Wanita kelahiran Padang berdarah Aceh ini, memang sejak masih duduk di bangku SMA sudah bercita-cita masuk Bintara. Tapi sayang, dia dua kali mengikuti tes, selalu saja gagal.

"Dulu maunya Bintara waktu lulus SMA 2015," kata Cut dalam video kanal YouTube akademi kepolisian yang diambil sebelum lulus dari Akpol.

Nilai Bintara Lulus, Tapi Di Bawah Standar

Meski sudah berupaya keras, Cut tetap belum bisa lulus masuk Bintara Polri. Keberuntungan seakan belum berpihak padanya.

"Pertama kan lulus SMA, terus ada les di Padang. Jadi les di sana dua bulanan, terus ada pembukaan pendaftaran. Kayanya kesiapan yang belum ada, akademik lulus, psikologi lulus, tes lain lulus. Na pas digabungin ternyata masih di bawah garis batas, yang kurang kesehatan," ujar Cut.

Merasa Beban ke Orangtua

kisah polwan cantik cut yuliasmi
Channel YouTube akademi kepolisian ©2021 Merdeka.com

Wanita yang jadi perwakilan Pengiriman Polda Sumbar 2016 di Akpol ini merasa malu telah menjadi beban orangtua. Apalagi sebagai anak pertama dia sadar harus bisa diandalkan.

"Orangtua kan fokus ke saya. Saya kan anak pertama, adik dua sampai ditinggal di rumah," ucap Cut.

"Jadi kegagalan pertama ini lebih beban ke orangtua ya? Karena lebih beban perjuangannya orangtua," tukas Dimas.

Sempat Terpuruk

Cut mengaku mulai terpuruk usai gagal di tes Bintara. Dia sampai kerap menolak ajakan main keluar oleh teman-teman karena merasa malu dan malas.

"Jadi gagal Bintara langsung pulang kan. Ya di rumah saja, nggak kemana-mana. Kayak sudah males dan malu, gagal. Terus ditelepon lagi sama pihak les," ungkap Cut.

Fisiknya pun ikut mengalami perubahan. Cut tak memerhatikan kondisi tubuh yang makin gendut dan wajah yang tak terawat.

"Habis gagal Bintara jadi malas-malasan, mulai gendut dan jerawatan. Sampai ditanyain sama pihak lesnya. Disuruh kurangin berat badan," terangnya.

Lolos Masuk Akpol

Usai mengikuti les lagi, Cut mengikuti Pantukhir Daerah Penerimaan Akpol Polri di Padang. Tak disangka, keberuntungan baru menyelimutinya. Dia berhasil mendapat rangking satu di Polda Sumbar, sebagai calon siswa Akpol yang berhasil lolos.

Setelah menjadi taruni di Akpol, dia dilantik sebagai pejabat Polisi Taruna (Poltar). Di Akpol, dia merupakan Angkatan 51 Batalyon Adnyana Yuddhaga.

"Rangking satu dari 10 dari yang dikirim. Kalau dulu nggak ngerti bagaimana jadi pejabat (Poltar)," papar Cut.

Berusaha Tak Mengeluh

Cut semakin yakin bahwa karier cemerlangnya ada di Akpol. Berbagai rangkaian latihan dan tempaan keras tak membuatnya mengeluh dan sedih lagi.

"Karena gua yang ingin Akpol dari awal. Jadi sampai sekarang nggak ngerasa harus nyerah," pungkasnya untuk tetap semangat.

Lulus Akpol Jadi Perwira, Kini Berpangkat Ipda

Cut berhasil lulus dari Akpol pada tahun 2020. Dia kini menjadi seorang perwira pertama Polri. Saat ini dia menyandang pangkat Inspektur Dua Polisi alias Ipda.


Video

Berikut videonya.

(mdk/kur)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami