Kisah Rumini Korban Semeru Wafat Sambil Peluk Ibunda, Ini Potret Proses Pemakamannya

Kisah Rumini Korban Semeru Wafat Sambil Peluk Ibunda, Ini Potret Proses Pemakamannya
Basarnas dan TNI Sisir Lokasi Terdampak Erupsi Semeru. ©2021 AFP/Juni Kriswanto
TRENDING | 8 Desember 2021 07:59 Reporter : Mutia Anggraini

Merdeka.com - Duka dari bencana erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu (4/12) lalu masih menyelimuti Ibu Pertiwi. Dari banyaknya kisah pilu yang dialami para korban, salah satu yang menyayat hati ialah kabar dari seorang anak dan ibu.

Keduanya ditemukan meninggal dunia dengan berpelukan. Kabar duka ini pun lantas memenuhi linimasa media sosial.

Proses pemakaman keduanya pun berlangsung haru biru. Banyak dari warga setempat yang mengantar jasad keduanya menuju ke tempat peristirahatan terakhir.

Berikut ulasan selengkapnya.

2 dari 5 halaman

Ditemukan Meninggal Dunia

4 Desember 2021 menjadi saksi bisu dari fenomena erupsi terjadi di kawasan Gunung Semeru. Menurut data yang dirilis BNPB per Selasa sore, tercatat sebanyak 56 orang mengalami luka-luka, 17 orang hilang, serta 34 orang meninggal dunia.

Sementara itu, erupsi yang membawa awan panas serta guguran lava secara langsung mengakibatkan 2.970 unit rumah terdampak. Salah satu rumah tersebut yakni milik keluarga Rumini (28).

Terletak di desa Curah Kobokan, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, rumah Rumini tersapu material vulkanik. Salah satu rumah yang terdampak tersebut nampak dipenuhi dengan debu vulkanik yang bercampur dengan air hujan.

Di dalam rumah itulah, Rumini ditemukan dengan posisi mendekap sang ibunda di area dapur. Rumini memilih untuk tidak meninggalkan sang ibunda yang telah renta dan tak mampu berjalan serta berlari. Rumini dan Salamah lantas tertimpa reruntuhan bangunan dan ditemukan meninggal dunia.

3 dari 5 halaman

Proses Pemakaman Rumini

Setelah ditemukan, kedua jasad Rumini dan Salamah lantas dikebumikan. Berdasarkan unggahan foto pada akun Instagram @dunia_kaumhawa, warga berbondong-bondong mengangkat keranda dari kedua korban erupsi Gunung Semeru.

Salah satu keranda nampak diselimuti dengan dua kain batik lebar serta karangan bunga. Sementara keranda lainnya nampak ditutupi dengan selembar kain hijau bertuliskan lafaz dalam bahasa Arab serta karangan bunga yang melingkar.

proses pemakaman rumini dan salamah
Instagram/@dunia_kaumhawa ©2021 Merdeka.com

"Angkat topi sejuta kali untukmu, Rumini. Tak terasa air mata menetes menulis kisahmu, Alfatihah. Tim Relawan Bencana Semeru," dikutip dari keterangan unggahan.

4 dari 5 halaman

Tuai Simpati

Warganet pun tak kuasa membendung air mata mendengar kisah haru nan bakti seorang anak terhadap ibunya. Hingga berita ini diturunkan, Rumini beserta sang ibu masih terus mendapatkan doa dan simpati dari publik.

"Alfatihah untuk Rumini dan Ibunya," tulis akun @chairulbariahhsb

"Ya Allah tempatkn mereka di surga-Mu," tulis akun @niki_nkcollections_

"Subhanallah, surga tempatmu, aammiinnn," tulis akun @puspa_weding

"Astaghfirullah, pengorbanan bakti seorang anak sungguh mulia. Semoga amal ibadahmu beserta ibunya diterima di sisi Allah SWT, amien," tulis akun @yulee378

5 dari 5 halaman

Warganet Berduka Cita

Sebelumnya, kisah Rumini dan sang ibu pun menjadi viral di Twitter. Warganet banyak yang ikut bersedih dan mendoakan keduanya bisa berpulang dalam damai. Bahkan, salah satu warganet menggambarkan Rumini dengan sang ibunda yang berdekapan hingga membuat publik tak kuasa menahan pilu.

proses pemakaman rumini dan salamah
Instagram/@dunia_kaumhawa ©2021 Merdeka.com

"Kami seluruh relawan di Semeru tak kuasa membendung haru, Rumini telah ajarkan kami tentang kesungguhan mencintai dan berbakti kepada ibu. Angkat topi sejuta kali untukmu, Rumini. Alfatihah" (Bayu Gawtama) -- @Ollaaulia8

"Mata gue berair mulu kalo liat cerita mba Rumini." -- @piscesguerl

"gw tdi pagi baca beritanya terharu bgt, rumini ini klo dia lari sebenernya bisa aja tpi dia ga tega ngeliat ibunya kudu lari2 trus jg ibunya memang udah gabisa jalan, surga untuk mereka berdua" -- @chisyung

"Surga tempat kalian berdua, bu" -- @convomf

(mdk/mta)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami