Lihat Salju Terakhir di Papua, Penjelajah Menangis & Beri Pesan Menohok soal Pemimpin

Lihat Salju Terakhir di Papua, Penjelajah Menangis & Beri Pesan Menohok soal Pemimpin
Lihat Salju Terakhir di Papua, Penjelajah Menangis & Beri Pesan Menohok soal Pemimpin. Youtube/©2021 Merdeka.com
TRENDING | 19 September 2021 10:51 Reporter : Billy Adytya

Merdeka.com - Indonesia mempunya gletser atau bongkahan es dari endapan salju yang ada di Puncak Jaya, Papua. Akan tetapi, jurnal National Academy of Science, Amerika Serikat sempat mengungkap studi bahwa salju yang disebut sebagai es abadi itu akan menyusut dalam tempo cepat dan akan menghilang dalam satu dekade saja.

Berbicara mengenai salju es abadi di Puncak Jaya tersebut, beberapa waktu lalu seorang penjelajah menangis melihat salju terakhir di Papua. Ia pun kemudian memberikan sebuah pesan menohok tentang pemimpin dan kehancuran alam.

Penasaran pesan apa yang disampaikan oleh pria penjelajah hingga mengeluarkan air mata dan mencuri perhatian tersebut? Berikut ulasan selengkapnya dikutip dari akun youtube Penjelajah Nusantara.

2 dari 5 halaman

Ungkapan Pria Penjelajah soal Pemimpin saat Lihat Salju Terakhir di Indonesia

Salah seorang pria yang merupakan penjelajah beberapa waktu lalu mengunjungi Puncak Jaya dan mengabadikan momen salju es abadi yang diperkirakan segera hilang. Ia pun begitu terharu karena masih dapat melihat salju tersebut di negara sendiri, meski sudah menjadi salju terakhir.

Ia pun juga mengungkap bahwa Indonesia merupakan negeri yang amat kaya. Di sela-sela momennya sedang menikmati suasana haru karena bisa melihat keindahan alam itu, sang pria penjelajah ini menyayangkan para pemimpin di negeri yang kaya ini serakah karena tak mempedulikan kelestarian alam.

lihat salju terakhir di papua penjelajah menangis amp beri pesan menohok soal pemimpin

Youtube/PENJELAJAH NUSANTARA©2021 Merdeka.com

"Nih salju terakhir di Papua. Masih bisa lihat salju di negeri sendiri," ungkap dia seperti nampak dalam tayangan unggahan Youtube PENJELAJAH NUSANTARA.

"Ya Allah betapa kayanya negeri ini. Tapi dipimpin oleh pimpinan-pimpinan yang serakah, rakus dan lupa akan alam," lanjut dia.

3 dari 5 halaman

Beri Pesan Menohok Sembari Menangis

Kemudian ia memberikan sebuah pernyataan berupa kritik soal pemimpin. Pesan yang disampaikannya pun amat sangat menohok dengan mengibaratkan alam-alam yang terabaikan bisa membuat manusia hidup meski tanpa uang, namun sebaliknya tanpa alam manusia tak akan bisa hidup meski banyak uang.

Dalam video tersebut, ia terlihat menyampaikan pesannya sembari menangis dan terus memperlihatkan salju terakhir yang dilihatnya kala itu.

lihat salju terakhir di papua penjelajah menangis amp beri pesan menohok soal pemimpinYoutube/PENJELAJAH NUSANTARA©2021 Merdeka.com

"Saya ingin mengatakan bahwa manusia akan sadar, ketika pohon terakhir telah ditebang. Ketika mata air terakhir tengah hilang, ikan terakhir sudah ditangkap, baru mereka sadar bahwa mereka tidak bisa hidup dengan uang," ungkap pria berambut gondrong tersebut.

"Tapi alamlah, tanpa uang mereka bisa hidup dengan alam tapi tanpa alam mereka tidak bisa hidup dengan uang," timpal dia.

4 dari 5 halaman

Kepala Dewa tengah Hilang

Salju di Puncak Jaya, Papua atau juga biasa dikenal sebagai 'Kepala Dewa' tengah mengalami penyusutan karena dipercepat oleh fenomenan El Nino yang membawa udara hangat dan memangkas curah hujan.

"Mengurangi emisi gas rumah kaca dan menanam lebih banyak pohon mungkin bisa memperlambat laju penyusutan es di Papua," kata Glasiologis Indonesia, Donaldi Permana seperti dikutip dari Liputan6.com.

lihat salju terakhir di papua penjelajah menangis amp beri pesan menohok soal pemimpinYoutube/PENJELAJAH NUSANTARA©2021 Merdeka.com

"Tapi kami yakin akan sangat sulit untuk menyelamatkannya," dari kepunahan. Kepunahan gletser ini juga bukan hanya menjadi dampak lingkungan, ini juga diratapi sejumlah suku Papua yang meyakini bentangan es tersebut sebagai lokasi sakral.

"Pegunungan dan lembah-lembah adalah kaki dan tangan dewa mereka dan gletser adalah kepalanya," kata Lonnie Thompson. "Jadi kepala dewa mereka akan segera menghilang,".

5 dari 5 halaman

Video

Berikut video selengkapnya memperlihatkan pria penjajah lihat salju terakhir di Papua dan beri pesan menohok soal pemimpin.

(mdk/bil)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami