Mahalnya Biaya Rumah Sakit Pasien Corona di Amerika, 6 Hari Dirawat Bayar Rp1 Miliar

Mahalnya Biaya Rumah Sakit Pasien Corona di Amerika, 6 Hari Dirawat Bayar Rp1 Miliar
TRENDING | 3 April 2020 09:16 Reporter : Billy Adytya

Merdeka.com - Virus corona atau covid-19 tengah ditetapkan menjadi pandemi di dunia sejak Maret lalu. Hingga kini, data statistik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan Amerika merupakan negara tertinggi dengan kasus virus corona di dunia.

Tak tanggung-tanggung biaya yang harus dikeluarkan bagi orang terinfeksi virus corona menjalani perawatan di Amerika terhitung fantastis. Ingin tahu? Berikut ulasan selengkapnya dari berbagai sumber.

1 dari 6 halaman

Bayar Rp 1 Miliar untuk Perawatan

Dilansir dari Businessinsider.sg, seseorang yang terinfeksi virus corona di Amerika akan dikenakan biaya mencapai USD 73.300 atau sekitar Rp1,2 miliar (kurs tengah BI Rp16.741/dolar pada Kamis 2 April 2020) untuk melakukan perawatan. Biaya tersebut akan berlalu untuk mengganti perawatan pasien selama 6 hari saja.

Menurut laporan FAIR Health, biaya fantastis tersebut akan berlaku 100 persen pada pasien yang tidak memiliki asuransi.

2 dari 6 halaman

27 Juta Orang tanpa Asuransi

Asuransi kesehatan menjadi penting dalam kondisi seperti ini. Namun, apa jadinya jika seseorang di Amerika yang terkena virus corona dan tidak memiliki asuransi harus membayar biaya perawatan yang begitu fantastis.

ilustrasi rumah sakit

Shutterstock/sfam_photo

Orang tanpa asuransi akan dikenakan biaya sebesar Rp1,2 miliar per 6 hari. Sedangkan sebanyak 27 juta orang di Amerika yang tidak memiliki asuransi, terlepas dari berlakunya Undang-Undang Perawatan Terjangkau.

3 dari 6 halaman

Tagihan Bagi Orang yang Memiliki Asuransi

Sedangkan bagi mereka yang memiliki asuransi kesehatan, diperkirakan rata-rata untuk masa tinggal yang sama, biaya tagihan medisnya sekitar mencapai USD 38.221 atau Rp639.857.761 (kurs tengah BI Rp16.741/dolar pada Kamis 2 April 2020) . Namun itu bukanlah hal mutlak yang harus dibayar.

Itu merupakan tarif yang pada nantinya akan dinegosiasikan antara pihak asuransi yang digunakan dengan penyedia layanan kesehatan. Dapat disimpulkan biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar tergantung pada paket asuransi yang digunakan.

4 dari 6 halaman

Penentuan Rata-Rata Biaya Berdasarkan Kasus yang Diterima

Dalam menentukan biaya, Fair Health melihat perawatan yang paling umum diterima adalah pasien dengan influenza dan pneumonia dalam ukuran sampelnya. Sedangkan pada kasus corona atau covid-19 yang sudah parah, biasanya termasuk pasien dengan sesak napas.

ilustrasi pasien operasi

Shutterstock.com/Monkey Business Images

Namun gejala setiap individu bervariasi. Pengobatan serta perawatan merupakan dasar kasus per kasusnya.

5 dari 6 halaman

Lebih Murah

Biaya yang lebih murah dapat didapatkan jika melakukan perawatan tidak di rumah sakit khusus virus corona atau covid-19. Seseorang bernama Danny Askinsi di Boston mengatakan pada Time bahwa ia dinyatakan positif corona.

Dan melakukan perawatan yang sudah melibatkan sebanyak 3 UGD sebelum diuji. Namun total tagihan medisnya USD 40.000 atau sekitar Rp669.640.000(kurs tengah BI Rp16.741/dolar pada Kamis 2 April 2020) . Perawatan tersebut terhitung lebih murah karena sudah melibatkan sebanyak 3 UGD sebelumnya.

6 dari 6 halaman

Tidak Positif

Masih dijelaskan oleh Danny, bagi yang tidak positif terinfeksi virus corona, akan menerima tagihan sekitar USD 3.000 atau Rp50.223.000 (kurs tengah BI Rp16.741/dolar pada Kamis 2 April 2020).

Hal tersebut sudah termasuk perawatan dan pengujian terkait lainnya.

(mdk/bil)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Alur BLT Dana Desa Hingga ke Tangan Warga - MERDEKA BICARA with Mendes Abdul Halim Iskandar

5