Mengenal Lebih Jauh GHB dan Obat Bius Lainnya, Waspadai Efek Samping

TRENDING | 7 Januari 2020 11:54 Reporter : Kurnia Azizah

Merdeka.com - Obat bius bertujuan untuk membuat area tubuh tertentu mati rasa, bahkan bisa membuat tidak sadarkan diri. Dalam bahasa medis pembiusan disebut anestesi yang artinya tanpa sensasi.

Tentunya obat bius tidak boleh dijual bebas, karena khawatir akan disalahgunakan. Obat bius hanya boleh digunakan oleh tenaga medis dan dokter yang telah memiliki izin. Obat bius juga memiliki efek samping. Berikut ulasan mengenai obat bius dan efek sampingnya.

1 dari 8 halaman

Jenis-Jenis Pembiusan

Ada 3 jenis pembiusan yang umum digunakan dalam ilmu kedokteran, dikutip dari berbagai sumber.

1. Bius Lokal

Bius lokal untuk indakan medis minor atau operasi kecil. Hanya bagian kecil tertentu pada tubuh Anda yang akan mati rasa, sehingga tetap sadarkan diri. Seperti ketika proses pencabutan gigi, suntikan obat bius pada gusi dekat gigi tertentu.

Efek Samping

  • Sakit kepala
  • Nyeri, ruam, pendarahan ringan pada area yang disuntik
  • Kedutan
  • Kelelahan
2 dari 8 halaman

2. Bius Regional

Bius regional biasanya diterapkan ketika menjalani operasi Caesar. Sebagian besar tubuh menjadi mati rasa, serta dokter mungkin akan memberi obat lain yang membuat pasien lebih rileks. Bius regional terbagi atas bius epidural, blok saraf tepi, dan spinal.

Efek Samping

  • Sakit kepala
  • Alergi
  • Nyeri punggung
  • Kejang
  • Tekanan darah turun
  • Infeksi
  • Pendarahan
3 dari 8 halaman

3. Bius Umum

Bius umum biasa dilakukan untuk operasi besar, seperti operai tulang tengkorak, pembedahan rongga perut, dan operasi jantung. Kondisi pasien dibuat tertidur pulas atau tidak sadarkan diri, setelah obat bius disuntikkan ke pembuluh darah sehingga mempengaruhi kinerja otak.

Efek Samping

  • Menggigil
  • Mual dan muntah
  • Sulit buang air kecil
  • Nyeri dan memar pada bekas suntikan
  • Kebingungan
  • Suara serak
  • Kerusakan gigi
  • Mulut kering
4 dari 8 halaman

Obat Bius yang Sering Disalahgunakan

ladang morfin dan heroin di Myanmar

Morfin

Berasal dari kata Morpheus yang artinya dewa mimpi. Morfin adalah alkaloid analgesic yang ditemukan pada tanaman opium (bulat kecil dengan batang). Bekerja pada saraf pusat, sebagai penghilang rasa sakit.

Heroin (Putaw)

Heroin berasal dari hasil pengolahan morfin secara kimiawi. Memberikan efek yang lebih kuat daripada morfin, karena sangat mudah menembus ke otak. Cara kerjanya, melambatkan denyut nadi, menurunkan tekanan darah, lemah otot, sering tidur, dan sebagainya.

5 dari 8 halaman

Ganja (Marijuana)

Tumbuhan budidaya yang menghasilkan zat narkotika pada bijinya. Membuat penggunanya euphoria, rasa senang berkepanjangan. Tanaman ganja sendiri sudah sejak lama digunakan sebagai bahan dasar pembuatan minyak. Efek samping dengan dosis tinggi, tanpa pengawasan medis dapat menyebabkan berikut ini:

  • membuat denyut jantung lebih cepat
  • sulit dalam mengingat, sulit berkomunikasi
  • mudah berkeringat
  • nafsu makan meningkat
  • sering berfantasi
  • mulut dan tenggorokan kering
  • gangguan tidur
  • mudah agresif
6 dari 8 halaman

Obat Bius GHB

Gama htdroxybutyraye (C4H8O3) merupakan jenis depresan sistem saraf pusat (CNS) yang dikenal sebagai obat klub atau obat pemerkosaan. Obat GHB banyak disalahgunakan oleh remaja dan dewasa di bar, klub, pesta, dan rave (pesta dansa malam seperti kebiasaan last Friday night).

GHB sangat dikendalikan penjualan bebasnya, biasanya terkandung dalam obat tidur atau narkolepsi dengan konsentrasi rendah. GHB alami juga dapat ditemukan dalam jumlah kecil dari hasil fermentasi anggur dan bir. Ditinjau secara medis oleh Leigh Ann Anderson, PharmD.

Pada 1990 Food and Drug (FDA) menyatakan penggunaan GHB tidak aman dan illegal, kecuali berdasar protokol yang diawasi dokter.

7 dari 8 halaman

Efek Samping GHB

GHB biasanya dijual di internet dan diproduksi oleh laboratorium illegal. Cara mengelabui korban, obat GHB dimasukkan ke dalam minuman beralkohol, kemudian menimbulkan ketenangan, serta meningkatkan gairah. Cara kerja obat cukup cepat, antara 30 hingga 60 menit sudah bereaksi.

Karena GHB ini tidak menimbulkan warna dan bau, sehingga seseorang tidak mudah menaruh curiga. Efek negatifnya sang korban akan merasa halusinasi, kehilangan kesadaran, berkeringat, amnesia, dan koma diantara efek terbesar lainnya.

GHB dalam dosis tinggi bahkan tanpa campuran zat terlarang atau alkohol, dapat menyebabkan kejang, sedasi, depresi, pernapasan berat, dan kematian. GHB atau yang dikenal obat klub ini biasanya digunakan bersama ganja, kokain, dan esktasi.

Sayangnya termasuk susah mendeteksi urin, karena waktu paruh obat yang singkat, sekitar 24 jam sudah tidak dikenali adanya GHB.

8 dari 8 halaman

Pengobatan Bagi Pengguna GHB

Bagi pasien pengguna GHB dapat melakukan rawat jalan, tetap dalam pengawasan dokter. Kemudian bagi pengguna aktif yang kecanduan, bisa dengan berhenti mengonsumsi GHB, rawat inap berkisar antara 1 hingga 2 minggu, serta perawatan suportif. Dikutip dari drugs.com, National Institute on Drug Abuse (NIDA).

Pasien melakukan detoksifikasi diri menggunakan obat-obatan seperti benzodiapen, obat anthihipertensi, atau antikonvulsan. Tetap di bawah pengawasan medis. Baclofen juga telah tercatat dalam laporan kasus sebagai pengobatan yang mungkin untuk berhenti dari GHB.

(mdk/kur)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.