Momen Pilu Penjual Asongan Pertahankan Dagangan yang Mau Disita Satpol PP

Momen Pilu Penjual Asongan Pertahankan Dagangan yang Mau Disita Satpol PP
Momen Pilu Penjual Asongan Pertahankan Dagangan yang Mau Disita Satpol PP. Instagram @ermansafar ©2022 Merdeka.com
TRENDING | 2 Oktober 2022 12:00 Reporter : Mutia Anggraini

Merdeka.com - Video aksi seorang petugas Satpol PP menarik paksa dagangan penjual asongan viral di media sosial. Dalam video terlihat petugas menarik dan merebut dagangan penjual asongan.

Penjual itu kemudian berusaha mempertahankan dagangannya namun tak berhasil.Penjual asongan tersebut pun pasrah. Buntutnya, Wali Kota setempat seketika memberi perintah.

Seperti apa selengkapnya? Simak ulasan berikut ini.

2 dari 6 halaman

Satpol PP Beraksi

Sebuah video singkat yang berlangsung di daerah Bukittinggi, Sumatera Barat viral di media sosial. Video tersebut menampilkan aksi seorang petugas Satpol PP yang bertugas di lapangan.

Nampak di depan keramaian di suatu area perbelanjaan, seorang petugas Satpol PP tersebut nampak seorang diri. Dengan balutan seragam dinas lengkap, petugas nampak berjibaku menertibkan para pedagang.

momen pilu penjual asongan pertahankan dagangan yang mau disita satpol pp
Instagram @ermansafar ©2022 Merdeka.com

Salah satunya yakni sosok penjual asongan berkaos biru berikut. Momen interaksi yang berlangsung itu pun diabadikan salah satu warga kemudian diunggah di media sosial.

Video tersebut selayaknya yang nampak dalam cuplikan pada akun Instagram @ermansafar.

3 dari 6 halaman

Penjual Asongan Pertahankan Dagangan

Kendati bertugas seorang diri, Satpol PP tersebut justru bertindak tegas. Dia berusaha merebut satu keranjang dagangan milik penjual asongan tersebut.

Tak mau tinggal diam, sang pemilik dagangan itu seketika memberikan perlawanan. Kejadian tarik-menarik barang dagangan itu pun berlangsung cukup lama.

momen pilu penjual asongan pertahankan dagangan yang mau disita satpol pp

Instagram @ermansafar ©2022 Merdeka.com

Hingga keduanya sempat mendapat atensi dari banyak orang di lokasi. Kendati demikian, tak ada yang bergeming saat penjual asongan tersebut tengah berjibaku seorang diri mempertahankan sumber penghidupannya.

Di akhir video, nampak barang dagangan tersebut berhasil disita petugas. Melihat dagangannya raib dari tangan, penjual tersebut nampak pasrah dan tak memberikan pelawanan kembali.

4 dari 6 halaman

Sanksi Diterapkan ke Satpol PP

Wali Kota Bukittinggi Erman Safar turut menanggapi kejadian yang berlangsung di wilayah administratifnya tersebut.

Politisi Partai Gerindra itu mengungkap, ada tindak lanjut atas peristiwa yang mengakibatkan sang penjual asongan kehilangan barang dagangan.

Diungkapnya, petugas yang bertindak di lokasi tersebut bakal dicopot dari jabatannya saat ini.

momen pilu penjual asongan pertahankan dagangan yang mau disita satpol pp
Instagram @ermansafar ©2022 Merdeka.com

"Menanggapi laporan masyarakat atas tindakan oknum sat pol PP yang bertindak tidak patut. Walikota Bukittinggi copot jabatan yang bersangkutan," demikian dikutip dari keterangan video.

5 dari 6 halaman

Pesan Mendalam Wali Kota Bukittinggi

Erman turut menambahkan, kesopanan serta adab menjadi unsur yang seharunya menjadi prioritas petugas saat di lapangan.

"Dan berpesan untuk bertindak lebih sopan, santun dan beradab," demikian dikutip dari keterangan video.

Ke depan, Erman berharap ada sikap preventif dari para petugas Satpol PP saat menertibkan lokasi. Salah satunya caranya yakni dengan mengutamakan komunikasi.

"Kedepankan komunikasi, preventif," imbuh sang Walikota.

 

6 dari 6 halaman

Video

Seorang penjual asongan terpaksa kehilangan dagangan usai disita Satpol PP. Momen saat mempertahankan sumber penghidupannya tersebut begitu pilu.

Berikut video selengkapnya yang dapat Anda saksikan.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Erman Safar / Bang WAKO (@ermansafar)

(mdk/mta)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini