Pencegahan Kerusakan Lingkungan yang Dapat Dilakukan, Pahami Definisi & Peraturannya

Pencegahan Kerusakan Lingkungan yang Dapat Dilakukan, Pahami Definisi & Peraturannya
Ilustrasi alam terbuka. ©Shutterstock.com/ szefei
TRENDING | 17 Mei 2022 13:10 Reporter : Mutia Anggraini

Merdeka.com - Pencegahan kerusakan lingkungan hidup sebaiknya perlu untuk diketahui. Sebab, lingkungan hidup sendiri merupakan salah satu hal yang penting bagi umat manusia.

Secara garis besar, lingkungan hidup merupakan habitat yang menjadi tempat tinggal bagi segala makhluk hidup di dalamnya. Begitu pentingnya bagi makhluk hidup, maka pencegahan kerusakan lingkungan hidup menjadi signifikan untuk dilakukan secara konsisten.

Upaya pencegahan kerusakan lingkungan hidup tersebut membutuhkan sinergi yang matang dari berbagai pihak di dalamnya. Sehingga, upaya pencegahan kerusakan lingkungan hidup juga dapat dilakukan oleh pemerintah, masyarakat, serta berbagai pelaku ekonomi.

Dalam upayanya sendiri, pemerintah secara tegas terjun langsung dengan menerbitkan sejumlah peraturan. Peraturan tersebut berfungsi untuk mengawal upaya pencegahan kerusakan lingkungan hidup.

Lantas, apa sebenarnya yang disebut dengan pencegahan kerusakan lingkungan hidup itu? Melansir dari berbagai sumber, simak ulasan selengkapnya mengenai pencegahan kerusakan lingkungan hingga peraturannya yang perlu dipahami berikut ini.

2 dari 4 halaman

Pengertian Lingkungan Hidup

Hal pertama yang perlu untuk diketahui bersama yakni mengenai pengertian lingkungan hidup. Beberapa pengertian mengenai lingkungan hidup tersebut antara lain sebagai berikut.

1. Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009

Menurut Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, lingkungan hidup merupakan bentuk dari kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup. Di dalamnya tak lain juga termasuk manusia serta perilaku yang menyertainya.

Sementara itu, segala yang hidup di dalamnya juga dapat memberikan pengaruh terhadap alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, serta kesejahteraan manusia dan makhluk hidup lainnya.

2. Ensiklopedia Indonesia

Sementara itu, berbeda lagi dengan pengertian lingkungan hidup menurut Ensiklopedia Indonesia. Berdasarkan Ensiklopedia Indonesia, lingkungan sendiri merupakan segala sesuatu yang berada di luar suatu organisme.

Di antaranya yakni berupa lingkungan mati atau abiotik seperti suhu, bahan kimia, atmosfer, serta cahaya. Sementara itu ada pula lingkungan hidup yang seringkali disebut dengan biotik seperti hewan, tumbuhan, serta manusia.

3. Ensiklopedia Amerika

Berdasarkan Ensiklopedia Amerika, lingkungan hidup merupakan serangkaian faktor-faktor yang dapat membentuk lingkungan sekitar organisme.

Di antaranya yakni berupa komponen-komponen yang memengaruhi perilaku, reproduksi, serta kelestarian organisme di dalamnya.

mengambil alih peradaban manusia
©2015 Merdeka.com/Bored Panda

4. Otto Soemarwoto

Sementara itu, berbeda pula dengan pengertian lingkungan hidup menurut Otto Soemarwoto. Menurut Otto Soemarwoto, lingkungan hidup merupakan ruang yang ditempati sejumlah makhluk hidup secara bersama-sama.

Makhluk hidup tersebut hidup bersama dengan berbagai benda hidup dan tak hidup di dalamnya. Dalam praktisnya, lingkungan hidup tersebut dapat dibatasi dengan berbagai faktor seperti alam, ekonomi, politik, sosial, dan lain sebagainya.

5. Sambah Wirakusumah

Menurut Sambah Wirakusumah, lingkungan hidup adalah keseluruhan aspek kondisi eksternal biologis. Di dalamnya, terlibat organisme hidup serta ilmu-ilmu lingkungan yang menjadi studi aspek lingkungan organisme.

6. Soedjono

Menurut Soedjono, lingkungan hidup merupakan salah satu bentuk lingkungan fisik atau jasmani yang terdapat di lingkungan alam. Dalam artian, berbagai makhluk hidup yang tinggal di dalamnya merupakan anggapan sebagai perwujudan fisik.

3 dari 4 halaman

Faktor Kerusakan Lingkungan Hidup

Sebagai habitat alami makhluk hidup, lingkungan dapat mengalami kerusakan. Melansir dari laman resmi Pusat Krisis kesehatan Kementerian Kesehatan RI, kerusakan lingkungan hidup tersebut dapat terjadi dengan dua penyebab utama.

ilustrasi hutan

©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Aleksander Bolbot

Dua di antaranya tersebut yakni faktor cuaca dan faktor manusia. Adapun penjelasannya yakni sebagai berikut.

1. Faktor Cuaca

Faktor kerusakan lingkungan hidup yang pertama yakni faktor cuaca. Secara lebih lanjut, cuaca dapat membuat lingkungan mengalami kerusakan kecil hingga fatal.

Salah satunya yakni munculnya cuaca ekstrem yang dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan. Beberapa contohnya yakni timbulnya kebakaran hutan, pohon tumbang, dan lain sebagainya.

2. Faktor Manusia

Sementara itu, faktor kerusakan lingkungan yang kedua yakni berasal dari manusia. Dalam faktor ini, manusia yang menjadi penyebab utama terhadap munculnya berbagai gejala kerusakan lingkungan.

Manusia seringkali bertindak sewenang-wenang seperti melakukan eksploitasi alam secara berlebihan. Beberapa di antaranya yakni dengan melakukan penebangan pohon tanpa mengindahkan reboisasi.

Hal itu lah yang acapkali membuat berbagai bencana datang silih berganti. Misalnya, banjir hingga tanah longsor.

4 dari 4 halaman

Pencegahan Kerusakan Lingkungan Hidup

Dalam Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, kerusakan lingkungan hidup menjadi salah satu hal yang dijelaskan. berdasarkan Bab I Pasal 1 ayat 17, kerusakan lingkungan hidup adalah perubahan langsung dan/atau tidak langsung terhadap sifat fisik, kimia, dan/atau hayati lingkungan hidup yang melampaui baku kerusakan lingkungan hidup.

ilustrasi hutan hujan
nationalgeographic.com

Sementara itu, pencegahan kerusakan lingkungan hidup secara lebih lanjut dijelaskan melalui beberapa pasal-pasal di bawahnya. Adapun salah satunya pada Bab II, pasal 2 yang menyebutkan tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Upaya tersebut secara langsung dilaksanakan dengan berlandaskan asa tanggung jawab negara, kelestarian dan keberlanjutan, keserasian dan keseimbangan, keterpaduan, manfaat, kehati-hatian, keadilan, ekoregion, keanekaragaman hayati, pencemar membayar, partisipatif, kearifan lokal, tata kelola pemerintahan yang baik, serta otonomi daerah.

Berdasarkan hal tersebut, maka pencegahan kerusakan lingkungan hidup secara langsung membutuhkan sinergi antara beberapa pihak. Salah satunya, yakni pemerintah, masyarakat, dan pihak-pihak yang bersangkutan.

(mdk/mta)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini