Penyebab Anak Sering Menangis dan Mengamuk saat Tidur, Kenali Gejalanya

Penyebab Anak Sering Menangis dan Mengamuk saat Tidur, Kenali Gejalanya
Ilustrasi anak menangis. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/ Happy Together
TRENDING | 4 Oktober 2022 09:51 Reporter : Mutia Anggraini

Merdeka.com - Anak sering menangis dan mengamuk saat tidur? Sekilas, hal tersebut mungkin merupakan sesuatu yang biasa dilakukan buah hati dan tak sedikit dari para orangtua yang menganggapnya sebelah mata.

Padahal, anak sering menangis dan mengamuk saat tidur bukan merupakan hal yang bisa diremehkan. Bisa jadi, hal tersebut merupakan pertanda jika sang buah hati tengah mengalami sesuatu hingga membuatnya tak sengaja bersikap demikian.

Dalam dunia medis, anak sering menangis dan mengamuk saat tidur dikenal luas dengan istilah night terror. Kondisi tersebut dapat terjadi pada anak-anak di usia tertentu yang berlangsung pada beberapa jam setelah terlelap.

Jika tak kunjung ditangani dengan tepat, anak sering menangis dan mengamuk saat tidur dapat mengakibatkan berbagai permasalahan lainnya. Maka dari itu, gejala hingga cara mengatasi anak sering menangis dan mengamuk saat tidur hendaknya perlu dipahami dengan baik bagi para orangtua.

Terdapat beberapa gejala yang dapat dikenali hingga cara mengatasinya dengan cukup mudah. Lantas, apa saja gejala hingga cara menghentikannya? Dilansir dari berbagai sumber, berikut ulasan selengkapnya untuk Anda.

2 dari 7 halaman

Gejala Anak Sering Menangis dan Mengamuk saat Tidur

Sebelum mengetahui penyebab hingga cara mengatasi anak sering menangis dan mengamuk saat tidur, terdapat satu hal yang perlu diketahui.

Hal tersebut yakni mengenai gejalanya. Apabila si kecil mengalami gejala berikut ini, maka tak ada alasan bagi para orangtua untuk segera memberi penanganan yang cepat dan tepat. Berikut gejala dari anak sering menangis dan mengamuk saat tidur yang perlu menjadi perhatian Anda.

1. Durasi Lebih dari 2 Jam
Tentu, gejala pertama ialah ditemukan sikap anak yang selalu menangis hingga menjerit di malam hari. Selain itu, gejala selanjutnya yang dapat diperhatikan yakni soal durasi si kecil mengalami night error.

Biasanya, anak akan segera mereda jika mereka mengalami sesuatu hal yang dapat dengan mudah ditangani. Namun, jika durasi anak saat menangis hingga mengamuk lebih dari dua jam, maka dipastikan hal tersebut termasuk ke dalam gejala night error.

3 dari 7 halaman

2. Mulai Melakukan Hal Anarkis

Gejala yang kedua yakni mengenai sikap yang dilakukannya selama mengalami night error. Selain menangis, biasanya anak-anak yang mengalami night error tak sengaja akan melakukan berbagai hal anarkis.

Saat menjerit histeris, barang-barang di sekelilingnya mungkin saja dapat tertendang. Selain itu, anak-anak juga mungkin saja dapat berjalan menjauh dari tempat tidurnya saat mengalami night error dengan teriakan.

ilustrasi anak menangis

©Shutterstock.com/ pavla

3. Anak Tak Mengingat Kejadian Malam Hari

Selain itu, gejala yang lain yakni sang anak yang tak mengingat kejadian di malam hari saat dirinya mengalami night error.

Sebab, anak yang terbangun dari tidur malamnya dengan kondisi demikian, biasanya mereka hanya dapat mengingat gambaran mengerikan. Bahkan, mereka akan lupa sama sekali terhadap apa yang terjadi di malam hari.

4 dari 7 halaman

Penyebab Anak Sering Menangis dan Mengamuk saat Tidur

Setelah gejala, maka hal selanjutnya yang perlu dipahami yakni mengenai penyebab anak sering menangis dan mengamuk saat tidur. Berikut beberapa penyebabnya.

1. Munculnya Gangguan Kesehatan

Penyebab anak sering menangis dan mengamuk saat tidur yang pertama adalah munculnya masalah kesehatan. Jika tubuh terdeteksi sedang tidak baik-baik saja, maka menangis dan menjerit dapat menjadi alarm bagi para orangtua untuk segera melakukan pengecekan kesehatan si kecil ke fasilitas kesehatan terdekat.

2. Perubahan Lingkungan

Selain itu, penyebab anak sering menangis dan mengamuk saat tidur yakni perubahan lingkungan yang terjadi. Proses adaptasi si kecil terhadap hal tersebut memungkinkan mereka dapat memiliki rasa kurang nyaman untuk beristirahat di malam hari.

5 dari 7 halaman

3. Takut Kegelapan

Ketiga, penyebab anak sering menangis dan mengamuk saat tidur yaitu reaksi atas sikap si kecil yang takut akan kegelapan. Biasanya, anak yang mengalami rasa ketakutan akan melampiaskan dengan cara menangis hingga berteriak histeris.

ilustrasi bayi menangis

©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Marina Dyakonova

4. Cemas Akibat Perpisahan

Anak yang mengalami perpisahan dengan orang-orang terdekat terlebih orangtua cenderung akan merasa kurang nyaman. Hasilnya, night error mungkin bisa saja terjadi.

Terlebih jika anak sedang merasa kelelahan hingga stres emosional, maka kemungkinan untuk terjadi night error akan semakin meningkat.

6 dari 7 halaman

5. Merasa Tak Nyaman

Di samping itu, penyebab anak sering menangis dan mengamuk saat tidur adalah rasa kurang nyaman terhadap sekelilingnya.

Bisa jadi, hal tersebut terletak pada lingkungan kamar tidurnya yang tak membuat si kecil nyaman untuk beristirahat.

6. Tak Merasa Lelah

Terakhir, penyebab anak sering menangis dan mengamuk saat tidur yakni tak merasa lelah. Otak serta fisiknya yang sama sekali tak lelah justru memicu si kecil untuk terus beraktivitas dengan menangis hingga berteriak.

 

7 dari 7 halaman

Cara Mengatasi Anak Sering Menangis dan Mengamuk saat Tidur

Jika anak mengalami gejala hingga memiliki penyebab di atas, maka dapat dipastikan si kecil sedang mengalami night error. Dengan beberapa cara berikut, Anda dapat mengurangi gejala pada si kecil saat menjelang tidur di malam hari.

ilustrasi anak menangis
©shutterstock.com/Darren Brode 

1. Beri jadwal tidur rutin yang dapat memungkinkan si kecil mudah terlelap dan tak mengalami gangguan.

2. Beri daftar tugas untuk satu hari agar pikirannya selalu teralihkan pada hal positif.

3. Menghindari layar ponsel atau televisi sebelum tidur.

4. Memastikan kebersihan di sekeliling tempat tidur.

5. Memastikan anak mendapat cukup aktivitas fisik selama seharian.

(mdk/mta)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini