Perintah Kasad Andika ke Pangdam Kasuari soal Kekuatan Prajurit & Senjata di Papua

Perintah Kasad Andika ke Pangdam Kasuari soal Kekuatan Prajurit & Senjata di Papua
Perintah kasad terkait penyerangan pos koramil di Papua Barat. Youtube/TNI AD ©2021 Merdeka.com
TRENDING | 30 September 2021 11:02 Reporter : Khulafa Pinta Winastya

Merdeka.com - Pasca insiden penyerangan pos Komando Rayon Militer (Koramil) Kisor, di Kabupaten Mybrat, Papua Barat, Kepala Staf Angkatan Darat (kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa memberikan perintah kepada Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa.

Melalui sambungan teleconference, kasad meminta Pangdam untuk mengevaluasi kembali pengamanan di pos Koramil TNI AD. Selain itu, ia juga memberi arahan untuk melakukan re-disposisi dan re-komposisi Satgasyang akan bertugas di Koramil Persiapan Kodam XVIII/Kasuari.รข€‰

Andika berharap, seluruh prajurit TNI AD terutama di daerah perbatasan yang rawan akan ancaman agar ditugaskan secara berpasangan dengan dilengkapi persenjataan. Simak informasi selengkapnya:

2 dari 4 halaman

Penyerangan Pos Koramil

perintah kasad terkait penyerangan pos koramil di papua barat
©2021 Merdeka.com

Sebelumnya, empat anggota TNI Angkatan Darat ditemukan meninggal dunia akibat diserang oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK) di Pos Koramil Kisor Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Kamis (2/9) dini hari.

Empat prajurit tersebut diserang oleh kelompok sipil bersenjata saat sedang tertidur di Posramil. Keempat prajurit yang meninggal dalam insiden tersebut ialah Serda Amrosius, Praka Dirham, Pratu Zul Ansari, Lettu CHB Dirman, serta  Pratu Ikbal yang dikabarkan sempat hilang. Penyerangan itu disebut dilakukan oleh sekitar 50 orang sipil bersenjata.

3 dari 4 halaman

Laporan Pangdam XVIII/Kasuari

Usai kejadian penyerangan tersebut, kasad Jenderal TNI Andika Perkasa bersama jajaran petinggi TNI AD, langsung melakukan teleconference untuk mengevaluasi prosedur keamanan di Pos Koramil.

Kepada Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, Jenderal Andika memberi arahan untuk melakukan re-disposisi dan re-komposisi Satgas BKO Teritorial Gel. IV, yang akan bertugas di Koramil Persiapan Kodam XVIII/Kasuari.  

perintah kasad terkait penyerangan pos koramil di papua baratYoutube/TNI AD ©2021 Merdeka.com

"Jadi lebih baik kita design senjata ini berpasangan. Jadi dalam menugaskan pun dan pos memberikan tugas ke mereka (prajurit) itu lebih fleksibel. Penugasannya ya sudah tinggal pasangan. Intinya begitu," kata Andika dikutip dari Youtube TNI AD.

"Jadi besok saya ingin dipaparkan besok sudah perbaikan sudah benar-benar jadi begitu saya setuju bisa langsung dilaksanakan," tambahnya.

4 dari 4 halaman

Jawaban Pangdam Kasuari

Di hari berikutnya, Jenderal Andika Perkasa kembali mengadakan teleconferece dengan Pangdam Kasuari untuk meminta update terkait arahan yang diberikan.

Dalam laporannya, Nyoman mengatakan, jika kondisi di wilayah Papua Barat sudah terkendali. Ia juga memberikan update tentang rencana re-disposisi dan re-komposisi yang disampaikan kasad.

"Untuk situasi lapangan di Maybrat sementara ini wilayah Papua Barat kondusif terkendali, dan senjata sesuai petunjuk bapak Kasad mulai kita sudah hitung-hitung untuk mereka kita perkuat beberapa pucuk, kemudian Satgas BKO jumlah 700 kemudian yang rencana re-disposisi adalah 269. Inilah yang akan mempertebal Koramil-Koramil sesuai petunjuk bapak Kasad," ungkap Pangdam Kasuari.

pangdam kasuari mayjen tni i nyoman cantiasa©ANTARA/HO-Pendam XVIII Kasuari

Dalam kesempatan tersebut, Jenderal Andika juga mengatakan bahwa dirinya akan terus memantau perkembangan dari penanganan kasus penyerangan Pos Koramil Kisor itu dan menjaga bangsa Indonesia dari ancaman keamanan dari pihak lain. 

(mdk/khu)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami