Positif Corona, Wanita Ini Isolasi Mandiri di Tengah Hutan Sendirian, Bak Uji Nyali

Positif Corona, Wanita Ini Isolasi Mandiri di Tengah Hutan Sendirian, Bak Uji Nyali
Wanita Ini Isolasi Mandiri di Tengah Hutan. Instagram @insta_julid ©2021 Merdeka.com
TRENDING | 7 September 2021 05:54 Reporter : Kurnia Azizah

Merdeka.com - Penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia semakin membaik. Bahkan angka kesembuhan harian bertambah. Tak sedikit pengalaman pasien terkonfirmasi positif yang cukup unik di tanah air.

Seperti kisah wanita satu ini, yang rela isolasi mandiri di tengah hutan. Berani hidup sendiri tanpa listrik dan hanya kontak dengan binatang.

Seakan uji nyali selama satu bulan hingga merasa baikan. Penasaran dengan kondisinya kala itu?

Simak ulasan dan videonya berikut ini, seperti dihimpun dari laman Instagram akun @insta_julid, Selasa (7/9).

2 dari 4 halaman

Tinggal di Rumah Kayu Sendirian

wanita ini isolasi mandiri di tengah hutan
Instagram @insta_julid ©2021 Merdeka.com

Demi mencegah penularan virus Covid-19, wanita ini rela tinggal di rumah kayu sendirian. Jauh dari akses warga. Selama sekira satu bulan lebih, dirinya menghabiskan waktu di sana.

Sekeliling rumah kayu hanya dipenuhi pepohonan. Kala siang hari, tampak sunyi. Terdengar kicauan burung saling bersautan.

"Covid itu rasanya bukan cuma bikin enggak punya rasa atau enggak bisa nyium. Aku isolasi mandiri yang benar-benar mandiri. Kalian pasti enggak pernah percaya, tapi aku kasih tahu. Aku tinggal di rumah kayu selama satu bulan lebih dan aku sendiri di sini. Karena aku terpapar Covid," katanya.

3 dari 4 halaman

Hidup Tanpa Listrik

wanita ini isolasi mandiri di tengah hutan
Kondisi siang hari di sekitar rumah kayu, Instagram @insta_julid ©2021 Merdeka.com

Selama isoman, wanita yang tak disebutkan namanya itu mengaku hanya berteman dengan kucing dan ayam. Sama sekali menghindari kontak dengan warga.

"Satu lagi, aku enggak punya tetangga sama sekali. Jangankan tetangga, kayaknya aku enggak pernah lihat orang selama satu bulan lebih. Sekiranya seperti itu. Temanku cuma ayam, kucing," ujar wanita itu.

Lantaran di tengah hutan, wanita itu harus hidup tanpa aliran listrik. Tapi ia masih bisa mengandalkan aki dan mesin tenaga surya.

"Parahnya lagi aku enggak punya listrik, jadi nge-charge HP itu pakai ini (powerbank) dan nge-chargenya pakai tenaga surya yang dari matahari. Untuk penerangnya pakai lampu yang pakai aki," terangnya.

4 dari 4 halaman

Kondisi Malam di Tengah Hutan

wanita ini isolasi mandiri di tengah hutan
Lampu otomatis bertenaga aki, Instagram @insta_julid ©2021 Merdeka.com

Kian sepi dan seraya mencekam di malam hari. Bagian luar tampak gelap gulita. Sesekali lirih ada suara jangkrik.

Lampu di saat malam pun akan menyala secara otomatis bila gelap. Layaknya penerang jalanan tapi dalam ukuran kecil.

"Keadaan malam itu benar-benar sunyi, cuma ada suara kodok sama jangkrik. Kalau makan, aku masak sendiri. Kamar mandi ada di balik sini, makanya aku berani. Ini lampunya otomatis lampu mati-nyala, kayak di jalanan. Itu ada desa nelayan, tapi kayaknya lagi keadaan darurat kalik jadi sepi," pungkasnya.

Video Isoman di Tengah Hutan

Berikut videonya.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Insta Julid (@insta_julid)

(mdk/kur)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami