Potret Dua Polisi Meninggal Dunia saat Rusuh Suporter di Stadion Kanjuruhan

Potret Dua Polisi Meninggal Dunia saat Rusuh Suporter di Stadion Kanjuruhan
Suasana kericuhan di laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan. ©2022 REUTERS TV
TRENDING | 3 Oktober 2022 07:29 Reporter : Khulafa Pinta Winastya

Merdeka.com - Dua anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) ikut menjadi korban dalam tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Sabtu malam. Mereka adalah Briptu Fajar Yoyok Pujiono dan Bripka Andik Purwanto.

Briptu Fajar merupakan anggota dari Polsek Dongko, Trenggalek. Sementara Bripka Andik merupakan personel Polsek Sumbergempol, Tulungagung. Keduanya menjadi korban saat ikut melakukan tugas pengamanan di stadion selama laga berlangsung. Simak ulasan selengkapnya:

2 dari 4 halaman

Dua Polisi Jadi Korban Tewas

Kericuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur pada Sabtu (1/10) malam membuat setidaknya 125 orang dilaporkan meninggal dunia. Dua dari ratusan korban yang tewas itu ialah Bripka Andik dan Briptu Fajar.

Kerusuhan sendiri pecah setelah wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya usai. Arema FC yang kalah di kandang sendiri memicu suporter turun ke lapangan.

Kemudian, petugas keamanan yang kaget melihat massa turun pun bereaksi dan berusaha menenangkan suporter dengan menembakkan gas air mata. Dari situlah situasi semakin tidak kodusif hingga menyebabkan ratusan nyawa melayang. (mdk/khu)

Baca juga:
Momen Pilu Penjual Asongan Pertahankan Dagangan yang Mau Disita Satpol PP
127 Tewas Usai Laga Arema FC vs Persebaya, Dua di Antaranya Anggota Polri
Memahami Aturan FIFA soal Penggunaan Gas Air Mata oleh Aparat saat Amankan Sepak Bola

3 dari 4 halaman

Potret Polisi yang Jadi Korban

Melansir dari unggahan di Instagram @divisihumaspolri, membagikan foto ucapan belasungkawa atas meninggalnya dua anggota polisi dalam tragedi kerusuhan di Kanjuruhan.

dua polisi korban kerusuhan di kahunjuran

Instagram/@divisihumaspolri ©2022 Merdeka.com

"Kepolisian Negara Republik Indonesia Mengucapkan turut berduka cita atas gugurnya
*BRIPKA ANDIK PURWANTO* Personel Polres Tulungagung Polda Jatim & *BRIPTU FAJAR YOYOK PUJIONO* Personel Polres Trenggalek Polda Jatim. Semoga Almarhum Mendapatkan Tempat Terindah di Sisi Tuhan Yang Maha Esa," tulis keterangan unggahan.

Baca juga:
Detik-Detik Mencekam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Usai Arema vs Persebaya
Tangis Putri Candrawathi Sebelum Masuk Bui, Bicara Soal Titip Anak jadi Sorotan
Irma Hutabarat Ajak Ibu & Kekasih Brigadir J ke Monas, Pesona Vera Curi Perhatian
Jenderal Polri Minta Maaf ke Seorang Ibu, Buntut Dugaan Anggota Lecehkan Anak Tiri

4 dari 4 halaman

Kericuhan di Stadion

Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan, memutakhirkan data terbaru soal korban tewas dalam tragedi kericuhan di Kanjuruhan. Jumlah korban per tanggal 2 Oktober 2022 malam, dilaporkan sebanyak 125 orang meninggal dunia. Sementara lebih dari 300 orang mengalami luka-luka dan mendapatkan perawatan di rumah sakit.

"Update data terakhir yang dilaporkan meninggal dunia 129, setelah ditelusuri di RS terkait menjadi meninggal dunia 125 orang," tutur Nyoman kepada wartawan, Minggu (2/10).

Seluruh korban yang meninggal disebut sudah teridentifikasi seluruhnya. Menurut Nyoman, adanya selisih angka korban tewas lantaran kesalahan pencatatan di rumah sakit yang menangani para korban.

Akibat dari kericuhan itu, pihak Polri pun disebut akan mendalami setiap unsur penyebab terjadinya tragedi tersebut. Termasuk juga soal penggunaan gas air mata dalam upaya pengendalian massa suporter Arema yang turun ke lapangan dari tribun penonton.

Baca juga:
Potret Masjid & Makam Imam Husein R.A di Kairo Mesir, Cucu Nabi Muhammad SAW
Narapidana Ini Punya Suara Merdu Banget, Ramai Disebut Sandy Sandoro Versi Lapas
Sejarah Lagu 'Genjer-Genjer' yang Sangat Identik dengan PKI
Kisah Pilu Tukang Becak Kelaparan, Pendapatan Rp15 Ribu Tak Ada Rumah Tidur di Becak



Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini