Potret Lawas Presiden Soeharto & Raja Pakualaman, Netizen Tebak-tebakan Operasi Apa?

Potret Lawas Presiden Soeharto & Raja Pakualaman, Netizen Tebak-tebakan Operasi Apa?
Potret Lawas Presiden Soeharto dan Raja Pakualaman. Liputan6 ©2021 Merdeka.com
TRENDING | 14 April 2021 13:11 Reporter : Kurnia Azizah

Merdeka.com - Potret lawas kebersamaan Presiden Soeharto dengan Raja Paku Alam VIII menjadi viral di media sosial. Tak sedikit warganet yang ramai di kolom komentar menebak operasi militer yang tengah dijalankan kedua tokoh besar tersebut.

Seperti diketahui, kala itu Soeharto muda masih berpangkat Letkol. Sementara sang raja berpangkat Kolonel. Keduanya terlibat dalam operasi militer bersama.

Simak ulasannya berikut ini.

2 dari 4 halaman

Posisi Soeharto dan Pakualaman di Militer

Melalui unggahan di laman Instagram akun @jejaksoeharto yang mengunggah ulang potret lawas Soeharto, Presiden RI ke-2 itu masih muda, berusia 28 tahun dengan pangkat Letnan Kolonel.

Sedangkan Raja Paku Alam VIII atau BRMH Sularso Kunto Suratno di tahun yang sama, telah diangkat sebagai Gubernur Militer DIY dengan pangkat Kolonel. Tepatnya setelah agresi militer II di usia 39 tahun. Keduanya tampak bercengkrama santai.

"Pak Harto bersama Sri Paku Alam sekitar tahun 1949," tulis dalam keterangan foto.

3 dari 4 halaman

Potret Lawas Kebersamaan Soeharto dan Raja Pakualaman

potret lawas presiden soeharto dan raja pakualamanInstagram @jejaksoeharto ©2021 Merdeka.com

Soeharto muda dengan Raja Paku Alam VIII sama-sama terlibat dalam Operasi Serangan Umum 1 Maret 1949. Peristiwa besar dalam sejarah Indonesia.

Saat menduduki Kota Yogyakarta selama enam jam, untuk membuktikan bahwa Republik Indonesia (RI) masih ada. Kala itu Soeharto bertugas memimpin Brigade X.

Netizen Tebak-tebakan Operasi Keduanya

Banyak netizen yang ramai menebak operasi militer yang tengah dijalankan keduanya. Meski begitu sebagian besar mereka menjawab Serangan Umum 1 Maret 1949.

"Kira-kira foto ini diambil saat operasi apa?," imbuhnya dalam caption.

potret lawas presiden soeharto dan raja pakualamanInstagram @jejaksoeharto ©2021 Merdeka.com

"Yang kupahami, ini saat kembali ke Jogja setelah SU 1 Maret 1949," tulis @waskithoas.

"Serangan oemoem," tulis emrho6909.

"👍👍👍 SO1 Maret," tulis @ediprnm.

"Operasi Djanoer Koening," tulis @effendy_chaeruddinpasha.

"Agresi militer 2," tulis @edhonurzain1.

"Serangan umum 1 Maret," tulis @iwanss636.

4 dari 4 halaman

Operasi Militer Jenderal Soeharto

soehartoLife via thegossip-celebrity.blogspot.com

Dilansir melalui TNI.mil.id, Soeharto muda telah resmi menjadi anggota TNI di usia 24 tahun, pada 5 Oktober 1945. Meski sebelumnya, selama menjalani latihan dasar prajurit, ia sudah terlibat banyak operasi militer dengan kolonial Belanda dan Jepang. Berikut rangkuman beberapa operasi militer yang pernah diikuti oleh Soeharto:

• Perang Dunia II pada 1942, dikirim ke Bandung menjadi tentara cadangan di Markas Besar Angkatan Darat.

• Komandan peleton dan komandan kompi dalam militer yang disponsori Jepang, Tentara PETA.

• Komandan Brigade Garuda Mataram dengan pangkat letnan kolonel, dalam operasi penumpasan pemberontakan Andi Azis di Sulawesi.

• Serangan Umum 1 Maret 1949.

• Atase Militer Republik Indonesia di Beograd (Yugoslavia), Paris (Perancis), dan Bonn (Jerman Barat).

• Panglima Komando Mandala Pembebasan Irian Barat.

• Deputi Wilayah Indonesia Timur di Makassar

• Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) mengatasi G-30-S/PKI pada 1 Oktober 1965.

(mdk/kur)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami