Pria Ini Parkirkan Sepeda di Dalam Minimarket, Pegawai Cuma Diam Tak Berani Tegur

Pria Ini Parkirkan Sepeda di Dalam Minimarket, Pegawai Cuma Diam Tak Berani Tegur
Pria Parkirkan Sepeda di Dalam Minimarket. Instagram/@memoefriantto ©2020 Merdeka.com
TRENDING | 28 September 2020 10:02 Reporter : Mutia Anggraini

Merdeka.com - Olahraga dan bersepeda kini adalah salah satu hal yang tak bisa dilepaskan dari sebagian besar masyarakat Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat dari meningkatnya antusiasme warga terhadap jenis olahraga yang satu ini.

Sepeda yang memiliki harga fantastis pun rela dibeli oleh masyarakat Indonesia untuk menyalurkan hobinya tersebut. Saking mahalnya, seorang pria yang terekam pada sebuah video amatir berikut ini tak mau memarkirkan sepedanya di luar minimarket.

Akibatnya, ia pun membawa dan meletakkan sepeda miliknya tersebut ke dalam minimarket. Tak biasa, pegawai minimarket di sana pun nampak menunjukkan reaksinya yang tak biasa.

Berikut ulasan selengkapnya.

2 dari 6 halaman

Bawa Masuk Sepeda

Sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram @memoefriantto ini mendapatkan banyak tanggapan dari publik. Seorang pria yang mengenakan kaos berwarna oranye lengkap dengan helm sepedanya tengah sibuk berinteraksi di sebuah mesin ATM di dalam minimarket. Tepat di belakangnya, nampak sebuah sepeda terparkir di samping kasir minimarket.

pria parkirkan sepeda di dalam minimarket
Instagram/@memoefriantto ©2020 Merdeka.com

"Pemilik sepeda membawa masuk sepeda ke dalam minimarket untuk diparkir," dikutip dari akun Instagram @memoefriantto.

3 dari 6 halaman

Reaksi Tak Biasa dari Pegawai

Melihat hal tersebut, pegawai minimarket tersebut nampak tak bergeming sedikit pun. Sesekali ia terlihat mengamati sepeda yang terparkir di samping meja kasirnya tersebut.

pria parkirkan sepeda di dalam minimarket
Instagram/@memoefriantto ©2020 Merdeka.com

"Ini guys contoh yang enggak boleh ditiru. Dia sanggup beli sepeda, tapi enggak sanggup beli otak. Sepedanya dipakai di dalam. Masnya diam saja melihat sepeda mahal itu. Jangan ditiru guys," kata sang perekam video.

4 dari 6 halaman

Pemilik Hanya Terdiam

Sang pemilik sepeda pun nampaknya mengetahui bahwa sepedanya telah diamati oleh sang pegawai. Namun, ia tetap terlihat acuh tak memperhatikan hal tersebut.

pria parkirkan sepeda di dalam minimarket
Instagram/@memoefriantto ©2020 Merdeka.com

Sang pria pemilik sepeda mahal tersebut tetap sibuk di depan mesin ATM sembari sesekali melirik sepeda yang ia letakkan di belakangnya itu. Hal ini pun nampaknya membuat sang perekam video semakin kesal dengan kelakuan sang pemilik sepeda.

5 dari 6 halaman

Tuai Pro dan Kontra

Sebuah video yang kini mendapatkan perhatian dari publik itu pun lantas dipenuhi dengan komentar pro dan kontra. Banyak warganet yang menilai bahwa hal tersebut merupakan hal wajar, namun di sisi lain banyak pula yang menilai bahwa hal tersebut tak patut untuk dicontoh.

pria parkirkan sepeda di dalam minimarket
Instagram/@memoefriantto ©2020 Merdeka.com

"Sebenarnya sih bingung juga diparkir luar ada risiko kehilangan. Dibawa ke dalam ya gitu bad attitude," tulis r_ahmadilham.

"Enggak apa-apa, mungkin mahal sepedanya. Saya tahu model kayak gitu seharga mobil. Kalau dicuri bisa jantungan," tulis renddyyr.

"Kalau punya barang mahal tapi takut hilang, mending beli yang murah saja," tulis satriazon.

6 dari 6 halaman

Banjir Hujatan

Dalam kolom komentar unggahan video tersebut banyak terdapat makian yang ditujukan kepada sang pemilik sepeda tersebut. Etika pun menjadi hal nomor satu yang dipertanyakan oleh publik.

pria parkirkan sepeda di dalam minimarket
Instagram/@memoefriantto ©2020 Merdeka.com

"Duit banyak, etika enggak punya. Aduh om enggak malu apa," tulis _riki.firmansyah24.

"Tegur saja boy. Kok takut sih, itu sama saja enggak menghargai kalian sebagai tuan rumah," tulis fajrinzull_.

"Sepeda mahal tapi kok enggak kenal gembok/alarm sepeda," tulis wahyuachmads_.

"Berasa punya nenek moyang," tulis mhammdfebrii.

(mdk/mta)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami