Sholat Tarawih Terlama di RI Ada di Tempat ini, Mulai Jam 7 Malam Selesai Jam 3 Pagi

Sholat Tarawih Terlama di RI Ada di Tempat ini, Mulai Jam 7 Malam Selesai Jam 3 Pagi
Sholat Tarawih Terlama di RI. kominfo.magetan.go.id ©2022 Merdeka.com
TRENDING | 14 April 2022 11:26 Reporter : Kurnia Azizah

Merdeka.com - Bulan suci Ramadan menjadi ajang mempertebal iman dan memperbanyak amalan ibadah. Tak sedikit umat muslim yang berusaha berikhtiar menjaga salat tarawihnya setiap malam. Salah satu yang jadi sorotan publik baru-baru ini adalah kebiasaan salat tarawih selama sekira 8 jam di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Fatah. Ini menjadi catatan salat tarawih terlama di Indonesia.

Di sana, terdapat majelis yang menjalankan ibadah salat tarawih dari pukul 7 malam, hingga keesokan hari saat sahur di jam 3 pagi. Dengan bacaan satu mushaf Alquran atau 30 juz. Hal yang patut diketahui adalah para jemaahnya bukan orang sembarangan. Melainkan dari kalangan penghafal Alquran atau hafiz.

Ponpes Al Fatah di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur atau lebih dikenal dengan nama Pesantren Temboro. Ponpes ini termasuk pusat pengembangan ideologi Jemaah Tabligh terbesar se-Asia Tenggara.

Simak ulasan informasi selengkapnya berikut ini, seperti dihimpun dari berbagai sumber, Kamis (14/4).

2 dari 7 halaman

Sholat Tarawih Selama 8 Jam dalam 1 Malam

sholat tarawih terlama di ri
Jemaah menjalankan salat tarawih dengan bacaan 30 juz Al-Quran di Masjid Al Fatah Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Senin, 4 Juni 2018. (Madiunpos.com/Abdul Jalil) , Liputan6 ©2022 Merdeka.com

Salat tarawih di masjid yang berada di kompleks Ponpes Al Fatah digelar setiap hari selama bulan Ramadan. Seorang pengurus pondok, Zaenal Abidin, menyebutkan salat Tarawih yang digelar di Masjid Al-Fatah jumlah rakaatnya sama dengan di masjid lain yakni 20 rakaat salat tarawih dan 3 rakaat salat witir.

Perbedaannya, salat tarawih di masjid ini menyelesaikan bacaan satu mushaf Alquran dalam satu kali salat tarawih. Dengan panjang ayat yang dibaca membuat waktu salatnya pun menjadi lama.

"Jadi 30 juz di Alquran dibagi untuk 20 rakaat. Dengan empat rakaat salam. Jadi satu rakaat rata-rata 1 juz Alquran," terangnya seperti dikutip dari Liputan6, Jumat 10 Mei 2019.

Salat tarawih membutuhkan waktu sekira 8 jam dalam satu malam. Biasanya, salat tarawih dilaksanakan usai salat Isya sekitar pukul 19.00 WIB dan selesai keesokan harinya sekitar pukul 03.00 WIB atau tepat diwaktu sahur. Jemaah salat tarawih sebagian besar adalah kalangan penghafal Alquran atau hafiz, baik para santri Ponpes Al Fatah dan pengajar pondok tersebut. (mdk/kur)

Baca juga:
Kisah Tio Nugroho jadi Mualaf karena 'Kesetrum' Suara Adzan, Nangis Usai Syahadat
Kisah Bupati Mati Suri Akibat Narkoba, Disiksa Sosok Putih Lalu Pilih Jadi Mualaf
Jadi Mualaf, Ini Momen DJ Katty Ucap Niat Salat Subuh Sambil Terbata-bata Banjir Doa

3 dari 7 halaman

Ganti Imam Sebanyak 4 Kali

Selain waktu salat tarawih yang terlama, uniknya lagi dalam 20 rakaat salat tarawih akan ada pergantian imam sebanyak 4 kali. Mengingat waktu bacaan yang lama dan harus dengan suara yang jelas dan lantang.

Makmum salat tarawih pun harus menyimak secara seksama bacaan imam yang hafal Alquran. Terlihat sejumlah makmum membawa mushaf Alquran saat salat. Hal turut membantu memperdalam hafalan dan tajwid.

"Sebenarnya Salat Tarawih ini untuk umum. Masyarakat luar juga bisa ikut. Tetapi, karena waktunya lama jarang warga umum yang bisa mengikuti," imbuh Zaenal.

4 dari 7 halaman

Ada Beberapa Majelis di Sekitar Pondok

sholat tarawih terlama di ri
Trangkil Darussalaam, kominfo.magetan.go.id ©2022 Merdeka.com

Lebih lanjut, Zaenal menjelaskan sebenarnya di pondok pesantren Al-Fatah ini tak hanya ada satu majelis salat dengan bacaan 30 juz saja. Tapi ada sejumlah majelis salat Tarawih lain, yakni salat Tarawih dengan 5 juz Alquran, 7 juz Alquran, dan 15 juz Alquran.

"Jadi salat Tarawih di masjid besar tidak hanya satu titik atau majelis. Tetapi ada beberapa majelis dengan tempo waktu yang berbeda-beda. Tetapi paling lama memang yang 30 juz ini," terang warga yang telah puluhan tahun menetap di Desa Temboro.

Untuk salat Tarawih dengan bacaan 30 juz memang hanya ada di satu lokasi masjid. Sementara untuk masyarakat umum di Desa Temboro biasanya akan mengikuti salat Tarawih dengan bacaan 1 juz sampai 1,5 juz dalam satu kali salat, serta tempo sekira 1 sampai 1,5 jam.

Baca juga:
Prihatin dengan Kondisi Desa, Kades Koboi Ini Bangun Jalan Pakai Uang Pribadi
Penampakan Masjid Transparan di Arab Saudi, Ada di Padang Pasir dan Indah Saat Malam

5 dari 7 halaman

Pondok yang Terkenal di Asia Tenggara

Melansir dari laman resmi Kominfo, ponpes Al-Fatah ini menyebar di tiga lokasi yang mendominasi wilayah Desa Temboro, yaitu Pondok Pusat, Pondok Utara, dan Trangkil Darussalaam.

Saking luas wilayah dan besarnya pengaruh agama Islam pada kehidupan keseharian warga di Temboro, menjadikannya dijuluki sebagai Kampung Madinah. Sebanyak 50% lebih warga di kampung ini adalah pendatang, sisanya warga asli Desa Temboro.

Bahkan tak sedikit santri di Pondok Al-Fatah berasal dari luar negeri. Yang kebanyakan dari negara-negara di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Brunei, dan Thailand. Karena Pesantren Temboro ini adalah salah satu pusat pengembangan ideologi Jamaah Tabligh terbesar se-Asia Tenggara.

6 dari 7 halaman

Punya Galeri Peninggalan Nabi Muhammad SAW

sholat tarawih terlama di ri

kominfo.magetan.go.id ©2022 Merdeka.com

Banyaknya santri di Pesantren Temboro telah membuat tingkat perekonomian dan kemakmuran warga meningkat. Aktivitas keseharian pondok telah memberikan lapangan pekerjaan bagi warga Kampung Madinah. Kebanyakan dari mereka yang menjual kebutuhan makan dan pakaian, bahkan menyediakan jasa transportasi dan sewa rumah. Biasanya desa kian ramai saat ada pertemuan wali santri.

Pesantren Al-Fatah didirikan tahun 1950 oleh Kyak Haji Kholid Umar atau lebih dikenal dengan nama Kyai Mahmud. Dari segi orientasi dan praktik keagamaan, pondok ini menganut sistem pengajaran layaknya pesantren di kalangan Nahdhiyin lain di pulau Jawa.

Tapi ada perbedaan lain, yaitu pesantren Al-Fatah Temboro memadukan antara konsep Tabligh atau dakwah dengan konsep pesantren. Ditambah lagi, ada fasilitas berupa lahan untuk pacuan kuda, tempat unta, dan lapangan memanah di lingkungan pondok setempat.

Tak kalah hebat, di pondok ini juga terdapat galeri peninggalan Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Peninggalan bersejarah dan artefak-artefak yang berkaitan dengan sejarah Islam dunia ini disimpan dalam Galeri Joko Tingkir.

Baca juga:
Fitria Yusuf Anak Bos Jalan Tol yang Jadi Mualaf Menikah, Syahrini Ikut Komentar
Kisah Inspiratif Johari Zein, Crazy Rich Mualaf Dapat Banyak Untung Usai Sedekah
Kisah Anak Tionghoa Mualaf, Dulu Jual Kacang di Istiqlal Kini Proyeknya Rp15 Triliun

7 dari 7 halaman

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami