Suap Djoko Tjandra dan Persekongkolan Jahat 2 Jenderal di Markas Polri

Suap Djoko Tjandra dan Persekongkolan Jahat 2 Jenderal di Markas Polri
Djoko Tjandra. ©ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
TRENDING | 3 November 2020 08:33 Reporter : Khulafa Pinta Winastya

Merdeka.com - Terpidana kasus korupsi hak tagih cessie Bank Bali, Djoko Soegiarto Tjandra menjalani sidang perdana kasus dugaan suap penghapusan red notice, pada Senin (2/11/2020) kemarin di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Ia didakwa melakukan suap kepada dua jenderal polisi untuk membantu menghapus namanya dari Daftar Pencarian Orang (DPO) yang dicatat di Ditjen Imigrasi Kemenkumham.

Aksi kucing-kucingan yang dilakukan koruptor kelas kakap inipun menyeret dua nama elite penegak hukum Indonesia. Mereka adalah mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri, Irjen Napoleon Bonaparte serta eks Kepala Biro Koordinator Pengawas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo.

Keduanya disebut menerima suap dan kemudian merencanakan penghapusan nama Djoko Tjandra dari daftar DPO di Imigrasi. Berikut informasi selengkapnya:

Baca Selanjutnya: Dua Jenderal Polisi Diduga Terima...

Halaman

(mdk/khu)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami