Tangani Virus Corona, Pemkot Semarang Produksi 5.000 APD untuk Tenaga Medis

Tangani Virus Corona, Pemkot Semarang Produksi 5.000 APD untuk Tenaga Medis
TRENDING | 26 Maret 2020 08:29 Reporter : Addina Zulfa Fa'izah

Merdeka.com - Tenaga medis kini tengah berjuang merawat para pasien positif covid-19. Dalam perjuangannya, tenaga medis membutuhkan APD yang aman agar dapat terlindung dari virus berbahaya tersebut.

Meski demikian, sejumlah rumah sakit kini tengah kekurangan APD. Pemerintah pun berupaya untuk mendapatkan APD untuk para tenaga medis.

Salah satunya, Pemkot Semarang. Pemkot Semarang tengah berupaya memproduksi APD untuk tenaga medis di Kota Semarang. Berikut ulasan lengkapnya.

1 dari 6 halaman

RS Kekurangan APD

Di saat pasien covid-19 bertambah, sejumlah rumah sakit kekurangan APD untuk para tenaga medis. RSUD Kayu Agung Kabupaten Ogan Ilir salah satunya. RSUD Kayu Agung merupakan salah satu rumah sakit rujukan di Sumatera Selatan.

Para tenaga medis di RSUD Kayu Agung terpaksa memakai baju operasi bekas yang telah dicuci ulang sebagai pengganti baju pelindung. Hal ini lantaran stok ADP di rumah sakit tersebut sangat minim.

Mirda T Zulaikha selaku Direktur RSUD Kayu Agung mengakui bahwa stok masker, hand sanitizer dan baju pelindung diri tenaga medis sangat tipis.

"Di tengah penularan Covid-19 yang berkembang masif, kebutuhan sarana medis sangat krusial bagi kami. Apalagi RSUD Kayu Agung menjadi rumah sakit rujukan," kata Mirda pada Merdeka.com, Kamis (19/3).

Stok yang dimiliki RSUD Kayu Agung hanya cukup untuk 3 hari ke depan. Sedangkan APD baju pelindung, rumah sakit tersebut hanya memiliki 20 set.

Untuk APD seperti sepatu boot dan kacamata, stok di RSUD Kayu masih cukup aman. Sedangkan untuk mengantisipasi minimnya stok hand sanitizer, RSUD Kayu Agung menggunakan sabun yang dijual di pasaran untuk menyiasatinya.

Sementara untuk APD pakaian pelindung, mereka terpaksa menggunakan baju operasi bekas yang dicuci ulang untuk mengantisipasi kekurangan baju pelindung diri antivirus.

"Daripada pelayanan terhenti sama sekali, kami terpaksa memilih memakai baju bekas operasi yang telah dicuci secara higienis," imbuhnya.

2 dari 6 halaman

Menggunakan Jas Hujan karena Stok APD Habis

Hal serupa juga dialami oleh RSUD dr Slamet Garut. Pada Minggu (8/3) lalu, tim medis terpaksa mengenakan jas hujan saat mengantar pasien terinfeksi covid-19.

Hal ini lantaran stok ADP habis. Pasien tersebut hendak dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

dr Husodo Dewo Adi selaku Direktur RSUD dr Slamet Garut dan Penanggung jawab Tim Penanganan Infeksi Emerging Covid-19 Kabupaten Garut, mengatakan bahwa ADP di tempatnya memang telah habis.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan pasien PDP corona dirujuk ke RSHS Bandung.

"Kita hanya memiliki stok 20 PDP, dan sekarang sudah sudah habis setelah menangani dua pasien yang pemantauan dan pengawasan corona. Memang stok dari suplyer APD ini kosong karena tingginya angka permintaan," kata Direktur RSUD dr Slamet Garut tersebut.

3 dari 6 halaman

Unggahan Walikota Semarang

Dilansir dari akun instagram Walikota Semarang, Hendrar Prihadi @hendrarprihadi, Pemkot Semarang menunjukkan dukungan nyatanya kepada para tenaga medis.

Pemkot Semarang kini tengah memproduksi pakaian pelindung diri untuk tenaga medis di Kota Semarang.

"Terima kasih kepada seluruh tenaga medis di Kota Semarang yang terus #BergerakBersama untuk kita semua -- upaya memproduksi Pakaian Pelindung Diri (APD) oleh Pemkot Semarang menjadi salah satu komitmen dukungan kepada sedulur2 sekalian #LawanBersamaCorona," tulis @hendrarprihadi.

4 dari 6 halaman

Pemkot Semarang Produksi 5000 APD untuk Tenaga Medis

Pemkot Semarang menargetkan akan memproduksi hingga 5000 APD yang akan dibagikan lewat Dinas Kesehatan Kota Semarang. APD ini dibuat dengan bahan khusus 'Polypropylene Spunbound'.

Selain itu, pakaian APD tersebut akan disterilisasi terlebih dahulu sebelum akan dibagikan.

5 dari 6 halaman

Dibuat di BLK Disnaker Kota Semarang

Pakaian APD tersebut diproduksi di BLK Disnaker Kota Semarang. APD ini dibuat di bawah komando gugus tugas penanganan covid-19 Kota Semarang.

BLK Disnaker Kota Semarang beralamat di Jalan Slamet Riyadi No.6A, Gayamsari, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah. Untuk produksinya, dimaksimalkan memproduksi 100 APD setiap harinya.

6 dari 6 halaman

Reaksi Para Warganet

Para warganet yang melihat unggahan Walikota Semarang tersebut lantas memberikan beragam komentar. Banyak dari mereka yang mendukung langkah Pemkot Semarang tersebut.

Seperti komentar-komentar berikut ini.

"Wah keren pak solutif banget, kreatif sekali, value bergerak bersama bener bener jadi panduan lakuuu," tulis @fikrohfaila.

"Terimakasih Bapak dan Jajaran Pemkot Semarang," tulis @qiamelia.

"Terimakasih pak @hendrarprihadi .. terimakasih semangat para medis.. terimakasih semua atensi jajaran.. bahu membahu lawan Covid 19.. bismillah.. semoga Ramadhan Semarang bebas Covid 19.. sehat terus buat warga Semarang semua," tulis @ronimuha86.

(mdk/add)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami