Tujuh Kali Gagal jadi Prajurit, Kini Anak Pedagang Bakso Sukses Berseragam Loreng

Tujuh Kali Gagal jadi Prajurit, Kini Anak Pedagang Bakso Sukses Berseragam Loreng
Kini Anak Pedagang Bakso Sukses Berseragam Loreng. Instagram/@tni_angkatan_darat ©2021 Merdeka.com
TRENDING | 26 Agustus 2021 12:59 Reporter : Mutia Anggraini

Merdeka.com - Latar belakang ekonomi tak menghalangi semangat anak negeri untuk menjadi seorang prajurit TNI. Kisah dari Serda Dodi Wardiono ini menjadi bukti nyata.

Lahir dari keluarga penjual bakso membuat Serda Dodi berkeinginan kuat untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi. Ia berusaha menjadi seorang prajurit hingga pernah mengalami kegagalan sebanyak 7 kali.

Lantas, seperti apa cerita dari Serda Dodi yang kini berhasil menjadi seorang tentara tersebut? Berikut ulasan selengkapnya.

Anak Tukang Bakso Punya Cita-cita

Jaminto, warga asli Wonogiri nekat mengadu nasib di pulau Kalimantan. Ia bersama keluarga sekaligus Serda Dodi yang tak lain merupakan putranya mencari penghidupan dengan berjualan bakso selama 12 tahun.

Jamianto menuturkan, sang putra memang memiliki asa sedari kecil untuk menjadi seorang prajurit yang gagah dan berani. Namun, asa itu sempat pupus lantaran Jamianto mendengar kasak-kusuk jika seleksi TNI bakal merogoh kocek mahal.

kini anak pedagang bakso sukses berseragam loreng
Instagram/@tni_angkatan_darat ©2021 Merdeka.com

"Dari umur 7 tahun lah anak saya kepengen jadi tentara. Aku dengar, tentara itu butuh biaya besar. Sampai butuh biaya itu saya kan ndak mampu bayar," terang sang ayah, dikutip dari akun Instagram @tni_angkatan_darat.

Penuh Persiapan

Namun, hal itu langsung ditepis sang putra. Serda Dodi langsung membuktikan kepada sang ayah jika hal itu tak tak benar.

Disetujui, Serda Dodi langsung beraksi. Ia disebut sang ayah terus melakukan latihan fisik setiap hari dengan berlari minimal dua kali.

"Persiapannya itu ya lari pagi siang, dua kali pokoknya sehari itu," ujarnya.

Ingin Tingkatkan Taraf Hidup Orangtua

Cita-citanya sebagai seorang prajurit semata-mata merupakan salah satu solusi yang dipikirkan Serda Dodi untuk keluar dari rantai kemiskinan. Ia mengaku, semua hal itu dilakukannya untuk mengangkat taraf hidup dan kesejahteraan kedua orangtua.

kini anak pedagang bakso sukses berseragam loreng
Instagram/@tni_angkatan_darat ©2021 Merdeka.com

"Pengen saja. Orangtua soalnya rata-rata kan, cari pekerjaan susah, ya sudah. Dari situ saya niatkan, jadi TNI Angkatan Darat kan bisa meningkatkan taraf hidup orangtua lah," katanya.

Gagal Tujuh Kali

Semua harapan Serda Dodi pernah terpatahkan. Ia sempat ditolak menjadi seorang abdi negara sebanyak tujuh kali.

Namun, kegagalannya tak serta-merta membuatnya terpuruk. Serda Dodi terus melangkah hingga berhasil lolos.

kini anak pedagang bakso sukses berseragam loreng
Instagram/@tni_angkatan_darat ©2021 Merdeka.com

"Saya itu setiap ada pembukaan itu pasti daftar, mbak. Sampai tujuh kali lah total saya mendaftar itu, tujuh kali baru lolos," ceritanya.

Serda Dodi merupakan seorang prajurit TNI AD yang lulus pada tahun 2016. Kala itu, ia langsung bertugas di Dinas Penerangan TNI AD (Dispenad).

Video Cerita Tukang Bakso jadi Prajurit TNI

Berikut videonya.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by TNI AD (@tni_angkatan_darat)

(mdk/mta)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami