Video Permintaan Maaf Brigadir SL, Akui Unggah Rekaman Penganiayaan Kapolres Nunukan

Video Permintaan Maaf Brigadir SL, Akui Unggah Rekaman Penganiayaan Kapolres Nunukan
Kapolres Nunukan diduga aniaya anak buah. Istimewa
TRENDING | 27 Oktober 2021 06:33 Reporter : Khulafa Pinta Winastya

Merdeka.com - Brigadir SL, menyampaikan permohonan maaf karena telah sengaja menyebarkan video penganiayaan yang dilakukan Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar kepada dirinya, di media sosial.

Dalam keterangannya, SL mengaku menyesal karena tidak berpikir jernih sebelum mengunggah video tersebut. Ia tak menyangka video yang diunggahnya itu kini justru berbuntut panjang.

Melalui ucapan permintaan maafnya, Brigadir SL mengatakan bahwa saat ini masalahnya dengan Kapolres Nunukan sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Berikut videonya:

2 dari 4 halaman

Kapolres Nunukan Lakukan Penganiayaan

Aksi penganiayaan yang dilakukan oleh Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar terhadap salah satu anggotanya itu, sempat ramai beredar di media sosial. Syaiful diketahui melakukan pemukulan terhadap Brigadir SL di acara Baksos AKABRI 1999 Peduli. Peristiwa tersebut  terjadi pada Kamis, (21/10) lalu.

Dalam video yang beredar, awalnya Brigadir SL tampak tengah bersiap-siap memindahkan meja di lokasi acara. Namun, tiba-tiba saja dia dihampiri Kapolres dan langsung ditendang serta dipukul sampai tersungkur.

kapolres nunukan diduga aniaya anak buah
Istimewa

Berdasarkan informasi yang beredar, disebutkan bahwa Kapolres marah terhadap Brigadir SL karena dianggap tidak melaksanakan tugas yang diberikan dengan baik. Setelah kejadian penganiayaan itu, Kapolres Nunukan justru disebut langsung menerbitkan telegram mutasi untuk memindahkan SL.

Mendengar hal tersebut, Kapolda Kalimantan Timur Irjen Bambang Kristiyono langsung turun tangan dan memerintahkan agar telegram mutasi yang diterbitkan oleh Kapolres Nunukan dibatalkan.

Tak hanya itu, Irjen Bambang juga memerintahkan Propam Polda Kaltara untuk langsung memeriksa dan menindak lanjut AKBP Syaiful Anwar. Akibatnya, Syaiful pun disebut dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres.

Setelah viral di media sosial, rupanya video penganiayaan itu disebarkan sendiri oleh korban. Hal ini seperti dikatakan oleh Kabid Humas Polda Kaltara Kombes Budi Rachmad.

"Rekaman video tersebut diviralkan oleh SL yang dipukul Kapolres. Dikirim ke group TIK Polda Kaltara dan group letting Bintara," kata Budi Rachmad saat dihubungi, Selasa (26/10).

3 dari 4 halaman

Sampaikan Permintaan Maaf

Setelah kejadian tersebut ramai jadi perbincangan, Bripda SL selaku korban lalu menyampaikan permintaan maaf melalui sebuah video. SL mengaku sangat menyesal karena menyebarkan video pemukulan itu ke media sosial tanpa berpikir jernih sehingga mengakibatkan kasus tersebut berbuntut panjang.

"Selamat malam komandan, senior, dan rekan-rekan, terkhusus untuk Bapak Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar. Saya memohon maaf atas video yang beredar di media sosial. Karena pada saat meng-upload video tersebut tidak berpikir dengan jernih," kata SL dikutip dari Instagram @viralrepost.id

permintaan maaf brigadir sl
Instagram/@viralrepost.id ©2021 Merdeka.com
4 dari 4 halaman

Masalah Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Dalam video permintaan maafnya, Brigadir SL mengakui telah lalai dan tidak melaksanakan perintah pimpinan. Ia menyebut sudah menemui Syaiful untuk menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan.

"Permohonan maaf ini tidak ada unsur paksaan dari siapapun. Sekali lagi komandan, mohon izin saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan yang telah saya lakukan. Demikian komandan, terima kasih," ujarnya.

Berikut video permintaan maaf Brigadir SL dikutip dari Instagram @viralrepost.id, Rabu (26/10/2021):

(mdk/khu)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami