Windows 7 Berakhir Hari Ini, Inilah Dampak yang Harus Diketahui

TRENDING | 14 Januari 2020 13:59 Reporter : Tantiya Nimas Nuraini

Merdeka.com - Secara mengejutkan, Microsoft mengumumkan Windows 7 akan berakhir hari ini, 14 Januari 2020. Pemberitahuan ini sebenarnya telah diumumkan beberapa hari sebelumnya. Sehubungan dengan pernyataan tersebut, sebagian masyarakat Indonesia tampaknya harus khawatir.

Sebab, sekitar 80 persen masyarakat Indonesia diketahui masih menggunakan Windows 7 ini. Meski nantinya masih tetap bisa diakses, namun sejumlah dampak dan risiko akan menghampiri perangkat lunak kalian.

Lantas seperti apa dampak dari Windows 7 berakhir? Simak ulasannya dari beberapa sumber berikut ini.

1 dari 5 halaman

Windows 7 Akan Berhenti Beroperasi

Melalui laman resmi, Microsoft mengumumkan bahwa Windows 7 akan berakhir. Lebih tepatnya mulai hari ini, 14 Januari 2020. Diketahui masih banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan sistem operasi tipe ini.

support.microsoft.com 2020 Merdeka.com

Menanggapi hal itu, Microsoft juga mengatakan tidak akan lagi merilis pembaharuan keamanan maupun patch untuk bug yang memungkinkan muncul.

2 dari 5 halaman

Dampak yang Harus Diketahui

Dengan berakhirnya Windows 7, Microsoft juga mengingatkan bahaya malware yang bisa menyerang perangkat lunak pengguna. Ya, menurut penuturan Microsoft nantinya perangkat lunak pengguna akan rentan terhadap berbagai virus.

"Jika Anda terus menggunakan Windows 7 setelah dukungan berakhir, PC Anda akan tetap berfungsi, tetapi akan menjadi lebih rentan terhadap risiko keamanan dan virus," papar Microsoft yang tertulis dalam pengumumannya.

3 dari 5 halaman

Beralih ke Windows 10

Untuk mencegah hal buruk, Microsoft mengimbau pengguna Windows 7 untuk beralih ke Windows 10. Pihak Microsoft terlihat sudah menarik biaya untuk setiap pengguna yang hendak memperbarui sistem operasi ke Windows 10. Kendati begitu, akses gratis untuk memperbarui dari Windows 7 masih bisa dilakukan menurut Forbes, Selasa (14/1).

wmpoweruser.com

Telah menjadi rahasia umum, Microsoft pernah memberikan akses gratis bagi pengguna yang ingin memperbarui sistem operasinya ke Windows 10. Akses tersebut diketahui dibuka hingga 2016, meski begitu menurut laporan terbaru, cara itu masih tetap bisa digunakan.

4 dari 5 halaman

Cara Memperbarui ke Windows 10

Untuk memperbaruinya, para pengguna hanya membutuhkan Windows 7 dan Windows 8 resmi di perangkat lunak masing-masing. Kemudian, kalian bisa mengunduh Media Creation Tool Windows 10 di dalam situs resminya. Setelah selesai mengunduh, buka dan pilih 'setuju' untuk semua lisensi yang nantinya ditampilkan.

Kemudian, kalian bisa memilih 'Upgrade this PC now' dan klik 'Next'. Setelahnya, pilih 'Keep personal files and apps' agar memastikan data kalian tidak terhapus dan lanjut klik 'Install'. Pasca proses instalasi selesai, buka 'Settings' dilanjutkan dengan klik 'Windows Update'. Terakhir, pilih 'Activation' untuk mengaktifkan lisensi digital milik Windows 10.

5 dari 5 halaman

Saran Lain yang Diberikan Microsoft

Tak hanya itu, Microsoft juga memberikan opsi pilihan lain bagi para pengguna Windows 7. Para pengguna bisa berganti ke perangkat yang telah memiliki sistem operasi Windows 10. Perusahaan yang berbasis di Redmod ini memiliki alasan tersendiri yakni, Windows 10 mampu berjalan lebih optimal pada perangkat baru.

2015 Merdeka.com

"Untuk pengguna Windows 7 kebanyakan, berganti ke perangkat baru dengan Windows 10 Pro merupakan cara yang kami rekomendasikan. Terlebih, harga rata-rata perangkat saat ini lebih terjangkau ketimbang kebanyakan PC delapan tahun lalu," tulis perusahaan seperti dikutip dari liputan6.com, Selasa (14/1).

Microsoft juga tidak menganjurkan untuk memasang Windows 10 di perangkat lama pengguna. Sebab, sejumlah perangkat lama itu diketahui tidak kompatibel atau fitur tidak tersedia.

(mdk/tan)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.