10 Juta Karyawan Astra Berminat Ikut Vaksin Gotong Royong

10 Juta Karyawan Astra Berminat Ikut Vaksin Gotong Royong
vaksin covid-19. ©REUTERS/Thomas Peter/File Photo
EKONOMI | 27 Mei 2021 14:03 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ketua Tim Taskforce COVID-19 Astra Aloysius Budi Santoso mengatakan, para karyawan di Astra Group sangat antusias menantikan vaksinasi. Hingga kini baru dua anak perusahaan Astra yang ikut serta dalam kick off vaksin gotong royong pada 18 Mei 2021 lalu.

"Saya kira dua anak usaha kami United Tractor dan otoparts ikut serta dalam acara tanggal 18 kemarin. Dalam holding grup Astra ada 300 ribu orang yang kami daftarkan. Nah, memang secara umum tidak mendapat kesulitan yang cukup berarti karena begitu banyak orang menanti divaksin," kata Budi dalam Dialog Produktif Kabar Kamis di Media Center KPCPEN - Kelanjutan vaksinasi Gotong Royong, Kamis (27/5).

Menurutnya sejauh ini tidak ada kendala dalam proses vaksinasi gotong royong. Hanya saja proses vaksinasi ini cukup panjang perjalannya ditambahnya besarnya permintaan dari berbagai perusahaan yang mendaftarkan karyawan-karyawannya. Namun, pihaknya bersyukur bisa ikut serta dalam fase pertama vaksinasi gotong royong.

"Saat ini batch pertama kami kira-kira baru dapat alokasi 10.000 Lebih lah kira-kira seperti itu. Jadi bisa dibayangkan tentu kalau dikasih alokasi vaksin untuk 300.000 orang maka kita langsung eksekusi. Namun, problemnya datangnya (vaksin) bertahap dan kemudian peminatnya menurut Kadin lebih dari 10 juta orang," jelasnya.

Lanjut Budi, dari 300 karyawan yang didaftarkan untuk vaksinasi tersebut baru sekitar 1.000-2.000 orang dari masing-masing dua perusahaan yang sudah ikut serta dalam proses vaksinasi gotong royong. "Saat ini baru dua perusahaan di Astra yakni United Tractor dan Astra Otoparts yang ikut serta dalam kick-off yang dibuka oleh pak presiden tanggal kira-kira ada masing-masing 1000-2000 orang," ujarnya.

Seperti diketahui, Kata Budi, sekarang Kadin sudah membuka 3 fase pendaftaran vaksin gotong royong. Pihak Astra Group sudah mendaftarkan seluruh karyawan dan keluarga inti sejak awal bulan Februari lalu pada fase pertama pendaftaran.

Namun, sesuai dengan arahan dari Kadin, Bio Farma dan Kimia Farma, fase pertama vaksinasi gotong royong ini lebih ditujukan untuk perusahaan kawasan Jabodetabek dan terutama grup-grup industri dan Manufaktur.

"Jadi sepenuhnya kita mengikuti arahan tersebut memang kemudian challenge adalah di level karyawan itu jumlahnya puluhan ribu tentu yang pertama kita utamakan karyawan dulu bukan keluarga. Kemudian berdasarkan arahan dari Kadin misalnya Astra Internasional di area Jabodetabek," ujarnya.

Tentunya, Astra sangat menantikan fase vaksinasi selanjutnya. Lantaran antusias karyawan Astra Group sangat tinggi terhadap vaksin Gotong royong. Banyak Karyawannya yang ingin segera divaksin, hanya saja perusahaan terkendala dengan alokasi vaksin yang ditetapkan oleh Kadin.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Bos Bio Farma Harga Vaksin Gotong Royong di Bawah Rp 1 Juta, Ini Rinciannya
Vaksin Gotong Royong Percepat Realisasi Program Vaksinasi Nasional
Pegawai Frontliner dan Pendukungnya Jadi Prioritas Vaksinasi Karyawan BCA
Bank BCA Alokasikan Dana Rp1 Juta per Karyawan untuk Vaksinasi Gotong Royong
Pengusaha Harap Subsidi Pemerintah Ikut Program Vaksinasi Gotong Royong
Vaksin Sinopharm untuk Gotong Royong Diklaim Termurah Kedua Dibanding Negara Lain

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami