10 Kontainer Bawang Bombai dari Selandia Baru Tiba di RI, Segera Didistribusikan

10 Kontainer Bawang Bombai dari Selandia Baru Tiba di RI, Segera Didistribusikan
UANG | 3 April 2020 20:25 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat importasi bawang bombai dari sejumlah negara, seperti Selandia Baru, Australia, dan China. Ini dilakukan agar komoditas tersebut segera mengisi kebutuhan pasar dan harga kembali stabil.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto menjelaskan, India juga menjadi negara asal importasi bawang bombai. Namun, proses impor tersebut terkendala karena pemerintah India memberlakukan karantina wilayah (lockdown) sehingga menghambat pengiriman komoditas.

"Memang dari India ada kendala, karena di sana kondisinya sedang lockdown. Informasi dari pelaku usaha, mereka agak kesulitan, sehingga ini yang kita percepat dari Selandia Baru, Australia, dan China, dalam waktu dekat akan tiba di Indonesia," kata Prihasto saat memantau impor bawang bombai di salah satu gudang importir di Kawasan Tanjung Priok, Jakarta dikutip dari Antara, Jumat (3/4).

Prihasto menjelaskan bahwa dalam waktu dekat sebanyak 5.500 ton bawang bombai dari Selandia Baru juga akan tiba di Indonesia secara bertahap mulai pekan ini. Dalam kesempatan tersebut pula, sebanyak 10 kontainer bawang bombai dengan volume masing-masing kontainer sebanyak 26 ton telah tiba melalui importasi yang dilakukan PT Tunas Maju Mandiri.

1 dari 1 halaman

Sampai Jumat Ini

ini rev1

Direksi PT Tunas Maju Mandiri Adi mengatakan bahwa pada Jumat ini, 10 kontainer bawang bombai tiba dari Selandia Baru dan akan segera didistribusikan ke Jawa, Sulawesi, Bali, dan satu kontainer di antaranya ke Timika, Papua.

"Impor perdana untuk bawang bombai dari Selandia Baru per 1 April berjumlah 10 kontainer yang hari ini akan dilepas Menteri Pertanian. Lalu, nanti tanggal 4,6,8 (April) setiap minggu akan masuk 10 kontainer," kata Adi.

Importasi bawang bombai ini merupakan bagian dari Rekomendasi Impor Produk Holtikultura (RIPH) yang telah diterbitkan Kementan sebanyak 227.000 ton kepada 43 importir untuk tahun ini.

Prihasto juga meminta agar para pelaku usaha yang sudah mendapatkan RIPH dapat segera merealisasikan impor bawang bombai. Jika RIPH sebanyak 227.000 ton itu direalisasikan, stok bawang bombai cukup memenuhi kebutuhan hingga 1,5 tahun ke depan. (mdk/idr)

Baca juga:
Mentan Syahrul Sebut Harga Gula dan Bawang Bombai Mahal Karena Panic Buying
Pemerintah Buka Keran Impor Bawang Bombai 14.000 Ton
Ketua Kadin: Naiknya Harga Pangan karena Lemahnya Koordinasi Antar Kementerian
Harga Bawang Bombai Melonjak 10 Kali Lipat
Mendag Agus: Harga Bawang Bombai Naik Karena Stok Impor Tidak Mencukupi
Harga Bawang Bombai di Pasar Kramat Jati Dibanderol Rp100.000/Kg

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami