10 Persen Buruh Pabrik Terpapar Covid-19, Ancaman PHK di Depan Mata

10 Persen Buruh Pabrik Terpapar Covid-19, Ancaman PHK di Depan Mata
Industri. bahanbakar.com
EKONOMI | 20 Juli 2021 15:00 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Kebijakan PPKM Darurat yang berlaku selama dua pekan di Jawa dan Bali telah mempersempit ruang gerak industri manufaktur. Ini berdampak pada adanya pembatasan aktivitas para pekerja atau buruh.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengatakan, tingkat penderita Covid-19 klaster pabrik berada di atas 10 persen. Fakta ini membuat puluhan ribu pekerja harus isolasi mandiri (Isoman) tanpa obat dan vitamin.

"Karena isoman maka pabrik diliburkan karena tidak mungkin pabrik melakukan work from home, tetapi hanya bisa jam kerja bergilir," kata Said Iqbal dikutip dari Antara di Jakarta, Selasa (20/7).

Dia mengungkapkan, apabila banyak pabrik libur dan buruh melakukan isolasi mandiri, maka target produksi akan menurun. Sehingga langkah yang diambil perusahaan adalah merumahkan karyawan dengan memotong gaji mereka.

Selanjutnya, langkah terakhir yang akan diambil pihak manajemen pabrik adalah pemutusan hubungan kerja jika kasus penularan Covid-19 kian meningkat dan arus kas dan terganggu.

"Banyak manajemen perusahaan yang mengajak berunding serikat pekerja untuk persiapan efisiensi perusahaan dengan cara mengurangi jumlah buruh atau PHK bertahap," ungkap Said.

Dia menyampaikan buruh yang sedang isolasi mandiri perlu diberi vitamin dan obat gratis dari BPJS kesehatan agar mereka segera sembuh dan masuk kerja.

Selain itu, program vaksinasi gratis perlu dipercepat dan diperbanyak dengan menyasar kalangan buruh untuk mempercepat kekebalan kelompok atau herd immunity.

Baca Selanjutnya: Minta Aturan Kerja Bergilir...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami