10 Persen pembangkit listrik di proyek 35.000 MW sudah beroperasi

UANG | 29 Oktober 2018 14:37 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Pemerintah terus menggenjot proyek daya listrik sebesar 35.000 megawatt (MW). Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy N Sommeng mengatakan sejauh ini sudah 10 persen pembangkit yang sudah COD (Commercial Operation Date) atau operasi komersial.

"Update 35.000 MW yang sudah COD itu sekitar 10 persen," kata Andy, di Kantor Ditjen Ketenagalistrikan, Jakarta, Senin (29/10).

Kemudian proyek pembangkit yang sedang berada di tahap konstruksi, kata dia, sekitar 40-50 persen. "Under construction, beda-beda tuh ada PLTU, PLTG, dan sebagainya, bahkan EBT," jelas dia.

"Kemudian yang sudah kontrak tapi belum konstruksi itu sekitar 20-30 persen. Sisanya perencanaan cuma 10 persen. Kan kecil," imbuhnya.

Dia menambahkan, Kementerian ESDM melalui Ditjen Ketenagalistrikan telah meluncurkan peta jabatan sektor ketenagalistrikan. Hal ini diharapkan dapat memperkuat SDM di sektor ketenagalistrikan, termasuk proyek 35.000 MW.

"Setidaknya kebutuhan akan sumber daya manusia cukup tinggi baik dari sisi pembangunannya, engineering procurement, sampai kepada operasi setelah operasi ada maintainance itu membutuhkan sumber daya manusia ketenalistrikan yang mumpuni. Di satu sisi tentu perkembangan teknologi digital," tandasnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Desa Kwaebandan di Papua kini sudah dialiri listrik
Penuhi kebutuhan listrik RI, PLN terbitkan Global Bond USD 1,5 miliar
Diundur, mega proyek 35.000 MW beroperasi penuh 2024
ESDM sebut pembangunan 4.600 MW pembangkit listrik ditunda
Pembangkit listrik 35.000 MW tak beroperasi sesuai target, ini sebabnya

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.