11 Permasalahan ABK Indonesia, Mulai Gaji Tak Dibayar Hingga Jam Kerja Tak Menentu

11 Permasalahan ABK Indonesia, Mulai Gaji Tak Dibayar Hingga Jam Kerja Tak Menentu
UANG | 10 Juni 2020 13:34 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Zulficar Mochtar mengatakan, hingga kini masih banyak temuan di lapangan mengenai perlakuan tidak adil yang diterima oleh Anak Buah Kapal (ABK). Setidaknya ada 11 permasalahan yang dirasakan oleh ABK Indonesia saat berlayar terutama di luar negeri.

"Hasil pemetaan yang dilakukan menunjukkan ada 11 indikator kerja paksa pada sektor perikanan yang terjadi selama ini," ujar Zulficar melalui diskusi online, Jakarta, Rabu (10/6).

Adapun 11 permasalahan tersebut antara lain adanya tipu daya saat akan melakukan perjalanan berlayar baik dari perusahaan maupun saat kapal berlayar. Kedua, pembayaran gaji atau upah yang tidak jelas bentuknya. Kemudian pemanfaatan kerentanan pekerja itu sendiri.

"Lalu ada juga pembatasan ruang gerak, isolasi dari sekitar, kekerasan fisik dan seksual, intimidasi dan ancaman. Kemudian penahanan dokumen, ikatan utang kadang kadang signifikan, kondisi kerja yang tidak layak serta jam kerja yang sangat panjang," jelasnya.

Baca Selanjutnya: Fokus Hasil Tangkapan...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami