121.498 TKI Telah Mudik Imbas Corona per Hari ini, Terbesar dari Malaysia

121.498 TKI Telah Mudik Imbas Corona per Hari ini, Terbesar dari Malaysia
UANG | 23 April 2020 15:49 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) akan mengantisipasi gelombang pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang telah memasuki masa habis kontrak, atau telah mendapatkan cuti libur. Pihaknya mengimbau agar PMI yang telah mendapat cuti Lebaran, untuk menunda waktunya sampai keadaan membaik di Tanah Air.

Selama masa pandemi Covid-19, BP2MI mencatat sebanyak 121.498 Pekerja Migran Indonesia (PMI) telah pulang ke Tanah Air. Kepulangan PMI ini dari 13 negara penempatan yang memiliki jumlah PMI yang besar.

Dari data BP2MI, gelombang terbesar dari negara Malaysia sebanyak 15.429 orang, Hong Kong 11.303 orang, Singapura 3.507 orang dan Taiwan sebanyak 3.026 orang.

"Pelayanan dan pelindungan kepada PMI harus dilakukan dimanapun mereka berada. Negara melalui BP2MI harus hadir di setiap saat PMI membutuhkan bantuan dan pelindungan, khususnya pada masa yang cukup memprihatinkan saat ini, yaitu adanya wabah COVID-19," kata Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Kamis (23/4).

Tentu saja, Benny menegaskan BP2MI sangat serius dalam penanganan Covid-19 kepada PMI. Maka dari itu, BP2MI telah menyiapkan petugas di setiap titik, baik melalui jalur udara, laut maupun darat di perbatasan untuk melayani PMI.

Para PMI yang tiba di Tanah Air baik melalui jalur udara, laut maupun darat di perbatasan Malaysia-Indonesia dilakukan pemeriksaan sesuai protokol kesehatan Covid-19 oleh Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Untuk itu BP2MI telah membentuk Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melalui Keputusan Kepala BP2MI Nomor 100/KA/IV/2020 tentang Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan virus corona di Lingkungan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

"Gugus Tugas BP2MI terdiri dari 3 Tim penanganan, yaitu Tim Kebijakan dan Regulasi, Tim Koordinasi dan Pelayanan, serta Tim Komunikasi Publik dan Data Informasi. Untuk mendukung kegiatan tersebut, protokol penanganan untuk pelayanan penempatan, pelayanan pengaduan, pemberdayaan, dan kepulangan," tuturnya.

Baca Selanjutnya: Diprediksi 260000 TKI Mudik Hingga...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami