16 Perusahaan India ramai-ramai ingin investasi di Indonesia

UANG | 22 Februari 2017 14:24 Reporter : Faiq Hidayat

Merdeka.com - Duta Besar India untuk Indonesia Nengcha Lhouvum Mukhopadhaya menilai hubungan Indonesia dan India sangat baik di berbagai sektor usaha. Untuk itu, 16 perusahaan India ingin berinvestasi dan bekerja sama dengan pemerintah Indonesia.

"Ada 16 perusahaan delegasi yang sangat luar biasa dari India. Mereka dari berbagai sektor misalnya listrik, kimia, farmasi, minyak dan gas, teknik mesin, pertanian, plastik, dan perumahan," ujar Nengcha saat membuka Federation of Gujarat Industries (FGI) di Hotel JW Marriot, Jakarta, Rabu (22/2).

Menurutnya, ekonomi India merupakan terbesar ketiga di dunia dan peringkat ke sepuluh dalam produk domestik bruto. Keinginan perusahaan ini merupakan tindak lanjut kunjungan Presiden Joko Widodo ke India beberapa waktu lalu.

"Kami juga melakukan kerja sama dengan KADIN. India dan Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi yang baik," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Informasi Masyarakat Ekonomi ASEAN Kadin Jakarta, Iwan Soetrisno menilai perusahaan farmasi dari India ingin membuka pasar di Indonesia. Apalagi, daya beli Indonesia terus meningkat sehingga perusahaan farmasi menyakini masyarakat butuh obat-obatan.

"Apalagi kita mau memanfaatkan bonus demografi penduduk. Kalah penduduknya banyak otomatis butuh obat-obatan banyak," kata Iwan.

Mengenai perusahaan farmasi pernah mendapatkan peringatan dari World Health Organization, kata dia, hal itu terus dilakukan evaluasi agar tidak terjadi kesalahan. Apalagi, Indonesia saat ini memiliki badan riset dan perguruan tinggi yang baik dalam bidang farmasi.

"Pasar India terus kita evaluasi terus menerus dengan adanya punya riset dan perguruan tinggi yang baik semua tentu kita filter dan saring," pungkasnya. (mdk/sau)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.