2 Masalah Mendasar Tenaga Kerja Indonesia di Era Disrupsi

UANG | 18 Oktober 2019 16:36 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - MilenialFest 2019 akan digelar di akhir tahun ini. Chairman MilenialFest, Arief Rosyid, mengungkapkan sektor lapangan kerja Indonesia menghadapi dua problem mendasar.

Pertama, sekitar 63 persen tenaga kerja di Indonesia merupakan lulusan SMP dan SD. Kondisi yang menyebabkan produktivitas dan daya saing tenaga kerja kita relatif rendah.

Kedua, pendidikan dan keterampilan yang dimiliki tenaga kerja tidak sesuai dengan kebutuhan industri. Akibatnya, pekerja kesulitan mendapat pekerjaan, sedangkan industri mengalami kesulitan untuk mendapatkan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan.

"Kita perlu memperkuat standardisasi dan sertifikasi kompetensi profesi. Selain itu juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah dengan dunia industri dalam menyiapkan link-and-match," kata Arief, di Jakarta, Jumat (18/10).

Dia menambahkan, saat ini dunia sedang menghadapi perubahan disruptif. Antar-negara bukan hanya berebut investasi, juga berebut teknologi, berebut pasar, dan berebut orang-orang pintar.

"Akan banyak jenis pekerjaan lama yang hilang. Tetapi juga makin banyak jenis pekerjaan baru yang bermunculan. Ada profesi yang hilang, tetapi juga ada profesi baru yang bermunculan," ujar Arief.

MilenialFest, lanjut dia, akan selalu menjadi hub, atau tempat berjumpanya milenial dari berbagai latar belakang. Yang berasal dari aktivis pergerakan bisa belajar membangun bisnis dan skill baru. Yang berasal dari dunia profesional bisa memperoleh wawasan sosial dan jejaring yang lebih luas.

MilenialFest 2019 akan berisi kolaborasi lintas sektor milenial menyiapkan masa depan. "Seperti sering disampaikan Presiden Jokowi, Indonesia butuh SDM unggul yang terus belajar bekerja keras dan berdedikasi. Yang melakukan inovasi yang disruptif, yaitu membalik ketidakmungkinan menjadi peluang," tandasnya.

Sebagai informasi, dalam rangka menuju acara tersebut, digelar rangkaian event Road to MilenialFest. Event pertama berupa talkshow panel dengan tema 'The Future of Work in Indonesia.'

Baca juga:
Pemerintah Dinilai Terlalu Dini Putuskan Besaran Kenaikan UMP 2020
3 Pekerjaan Rumah Bidang Ekonomi Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin
4 Hal yang Dinilai Bikin Daya Saing Ekonomi Indonesia Turun
Bukan Kekayaan Alam, Inilah Kunci Kemajuan Negara Terkini Versi Menteri Airlangga
Sri Mulyani Sebut Daya Saing RI Turun Karena Kualitas SDM Masih Rendah
Pekerja Bulu Mata Palsu Purbalingga Diambang PHK Besar-besaran
Menhub Klaim Operator Kereta Cepat Jakarta-Bandung Cetak Sejarah di Asia Tenggara

(mdk/bim)