2019, Penerimaan Cukai Hasil Tembakau Tembus Rp 247,1 Miliar

2019, Penerimaan Cukai Hasil Tembakau Tembus Rp 247,1 Miliar
UANG | 28 September 2020 13:10 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan mencatat penerimaan cukai dari Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) pada 2019 mencapai Rp 247,1 miliar. Jumlah ini setara 78,7 persen dari potensi penerimaan cukai HPTL saat itu sebesar Rp 542,5 miliar.

"Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal bea dan cukai, perkiraan produksi pada tahun 2019 ini sebanyak 1,7 juta pack setara dengan 34,7 juta batang nilai Iqos. Kemudian yang 4-liquid diperkirakan produksinya di Indonesia 15 juta botol atau setara 722,6 ribu liter," papar Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Edy Sutopo dalam diskusi virtual, Senin (28/9).

Selain itu, perkiraan produksi untuk molases sebanyak 2,2 juta pack atau setara 229,4 ton, produksi Pods sebanyak 721 ribu pack atau 1,6 juta Pods. Dan Perkiraan produksi Snus sebanyak 98,9 ribu pack atau 9,9 ton.

"Kalau kita lihat dari penerimaan Cukai dari Bea Cukai memperkirakan potensinya adalah Rp 542,5 miliar. Namun pada realisasi pada tahun 2019 mencapai Rp 427,1 miliar. Ini kalau kita lihat ada 238 pabrik yang aktif melakukan pemesanan pita Cukai, yang terbesar ini berasal dari Bandung," kata dia.

Adapun capaian penerimaan tertinggi cukai PTL berdasarkan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Bandung senilai Rp 109,5 miliar. Sementara untuk capaian terendah berasal dari KPPBC Lhokseumawe. Yakni sebesar Rp 21,9 juta dengan 39 KPPBC yang aktif melakukan pemesanan pita cukai.

Reporter: Pipit Ika Ramadhani

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Penerimaan Cukai Etil Alkohol Naik 140 Persen Imbas Produksi Hand Sanitizer Melonjak
Penjualan Rokok Sampoerna Turun Akibat Kenaikan Tarif Cukai dan Covid-19
Rencana Kenaikan Cukai dan Pandemi Corona Berdampak ke 5 Juta Pekerja IHT
Pemerintah Diminta Tunda Simplifikasi Tarif Cukai
Kemenkeu: Simplifikasi Cukai Tembakau Merujuk RPJMN 2020-2024
6 Catatan Indef Terkait Masalah Penerimaan Negara Selama Pandemi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami