2019, Pertumbuhan Ekonomi dan Siklus Bisnis di ASEAN Mengalami Perlambatan

UANG | 18 Juni 2019 14:35 Reporter : Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Organisasi internasional AMRO memperkirakan prospek dan tantangan ekonomi regional ASEAN+3 pada tahun 2019 akan mengalami perlambatan. Namun secara keseluruhan ekonomi tetap solid meski di tengah meningkatnya gejolak ekonomi global.

Chief Economist AMRO, Hoe Ee Khor menyebutkan risiko global mengalami peningkatan, khususnya di beberapa negara berkembang. Hal itu mengakibatkan terjadinya perlambatan siklus bisnis di negara-negara G3, penurunan siklus belanja teknologi dan modal serta berlanjutnya ketidakpastian ketegangan perdagangan global.

"Berpotensi menyebabkan pelemahan penumbuhan global pada 2019-2020," kata dia saat memaparkan prospek ekonomi, di Gedung Bank Indonesia, Selasa (18/6).

Sementara itu, bagi negara-negara dengan perekonomian yang lebih terbuka dan bergantung pada perdagangan global, dampak negatif dari pelemahan permintaan eksternal dapat menjadi semakin nyata.

"Namun, sebagian besar negara-negara ASEAN+3 telah berupaya keras untuk memperkuat fundamental ekonomi masing masing. Sebagian besar juga masih berada pada pertengahan siklus bisnis, di mana pertumbuhan ekonomi mendekati tren jangka panjang dengan output gap mendekati nol dan inflasi dalam kisaran target kebijakan atau tren jangka panjang," ujarnya.

Meskipun ruang kebijakan menyempit di sebagian besar negara kawasan, dia menyebutkan otoritas masih dapat memanfaatkan berbagai opsi kebijakan dan akumulasi buffer yang tersedia untuk memitigasi risiko dan mengelola ketidakpastian akibat saling keterkaitan ekonomi makro.

"AMRO memperkirakan kawasan ASEAN+3 akan tumbuh hanya sedikit lebih lambat pada 2019-2020 dibandingkan 2018, namun dengan tingkat ketidakpastian yang lebih tinggi. Meskipun melemah prospek pertumbuhan di kawasan tetap solid," ujarnya.

Ekonomi kawasan diproyeksikan tumbuh sebesar 5,1 persen pada 2019-2020 (lebih rendah dibandingkan 5.3 persen proteksionisme perdagangan yang lelah diimplementasikan sejauh ini Inflasi diperkirakan stabil di kisaran 2.0 persen relatif dibandingkan 2018.

"AMRO merevisi ke atas perkiraan pertumbuhan China dari 62 persen menjadi 63 persen pada 2019 dan 6,2 persen pada 2020. Pertumbuhan ekonomi Jepang diperkirakan tetap di 0,6 persen pada tahun fiskal 2019 dan tumbuh moderat menjadi 0,5 persen pada tahun fiskal 2020. Kawasan ASEAN diperkirakan dapat mempertahankan pertumbuhan di 5,1 persen pada 2019, dan sedikit meningkat menjadi 52 persen pada 2020," ujarnya.

Baca juga:
Pemerintah Gandeng Inggris Kembangkan Pembangunan Rendah Karbon
Bos BKPM Yakin Ekonomi RI Tetap Stabil di Tengah Gejolak Perang Dagang
Menhub Sebut Bandara Kertajati Jadi Alat Pencipta Kekuatan Ekonomi Baru Utara Jabar
Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi Makin Tinggi, Defisit Energi Besar
Pemangkasan Pertumbuhan Ekonomi Bank Dunia Tak Berpengaruh ke RI
Usulan Pertumbuhan Ekonomi 5,6 Persen di 2020 Realistis?

(mdk/azz)