2019, sektor pariwisata diprediksi jadi penyumbang devisa terbesar di Indonesia

UANG | 12 Oktober 2017 15:21 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Staf Ahli Menteri Pariwisata, Hiramsyah S Thaib memprediksi sektor pariwisata akan menjadi sektor penyumbang devisa negara yang paling unggul pada tahun 2019.

"Dan diramalkan tahun 2019 nanti menjadi penghasil devisa nomor 1," ungkapnya dalam Trade Tourism Seminar, di ICE, BSD City, Tanggerang Selatan, Kamis (12/10).

Menurutnya, sektor pariwisata di Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat selama 4 tahun terakhir. Ini lah yang menjadi acuan dari prediksi tersebut.

"4 tahun lalu sektor pariwisata berada di posisi keempat sebagai penyumbang penerimaan Negara. Tahun lalu menjadi menjadi penghasil devisa kedua di bawah CPO," imbuhnya.

Karena itu, Kementerian Pariwisata akan terus menggenjot pertumbuhan di sektor pariwisata, sebab dengan begitu banyak sektor lain yang akan bangkit bersama dengan kebangkitan sektor pariwisata.

"Pariwisata adalah kontributor devisa, lapangan pekerjaan, dan GDP yang termurah dan termudah. Kita juga berusaha untuk memudahkan investor (sektor pariwisata) ke Indonesia," pungkasnya. (mdk/sau)

Baca juga:
Ajak investasi di pariwisata, bos BKPM sebut kini selfie dengan barang mewah norak
Genjot kunjungan ke Museum, Disbudpar Aceh gelar pameran temporer
Kabupaten Lahat segera jadi tujuan wisata lokal dan nasional
Turis tak perlu risau, hanya 2 persen wisata di Bali tak aman akibat Gunung Agung
Kemendagri sebut PBB sudah verifikasi 16.056 pulau di Indonesia
ITDC target raup 30.000 pengunjung selama Nusa Dua Festival 2017
Bali jadi contoh, BKPM ajak investor investasi di obyek pariwisata potensial RI

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.