2020, Penyaluran Pinjaman Fintech Lending Syariah Capai Rp1,7 Triliun

2020, Penyaluran Pinjaman Fintech Lending Syariah Capai Rp1,7 Triliun
syariah. shutterstock
UANG | 5 Februari 2021 16:40 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah mencatat, penyaluran pinjaman dari fintech lending syariah selama pandemi covid-19 pada 2020 mencapai Rp1,7 triliun. Angka tersebut berasal dari 10 platform fintech lending.

Dia menilai pertumbuhan fintech lending syariah di Indonesia peluangnya bisa lebih tinggi, mengingat industri keuangan dan ekonomi syariah di Indonesia masih low base. Di antara 10 fintech lending syariah, sudah bertambah pemain dengan jumlah penyaluran pinjaman lebih meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Kami yakin ke depannya akan terjadi peningkatan yang signifikan, di mana fintech lending yang sedang antre untuk mendapatkan perizinan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri terdapat sekitar 50 fintech lending. Beberapa di antaranya adalah fintech lending syariah," kata Kuseryansyah dikutip Antara, Jumat (5/2).

AFPI berharap jika OJK telah mencabut moratorium pendaftaran fintech lending baru, fintech-fintech lending yang sedang mengantre tersebut bisa masuk dalam pipeline perizinan di OJK.

Dalam kesempatan sama, Ketua Bidang Humas AFPI, Andi Taufan Garuda Putera mengatakan bahwa Fintech-fintech lending yang bergerak di syariah terus bertambah. Menurut dia, OJK melihat tren fintech lending syariah mengalami peningkatan sehingga aturan-aturan mengenai fintech syariah di mana dalam POJK nomor 77 Tahun 2016 belum ada, saat ini mulai difasilitasi.

"AFPI sendiri melihat tren fintech lending syariah ini sangat positif, karena Indonesia dengan mayoritas penduduk Muslim maka fintech lending syariah memiliki potensi besar untuk terus berkembang," katanya. (mdk/azz)

Baca juga:
Pencairan Pinjaman Fintech Lending di 2020 Naik 27 Persen
Asosiasi Catat Pembiayaan Fintech Hingga Akhir 2020 Capai Rp 155,9 T
Indonesia Diharap Tak Ikuti China, Terlambat Atur Bisnis Fintech
April 2021, Bank Indonesia akan Rilis Regulatory Sandbox 2.0 untuk Perusahaan Fintech
Penyaluran Pembiayaan Investree Tetap Tumbuh 30 Persen di 2020
Investree Lebarkan Sayap Bisnis ke Thailand dan Filipina

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami