2025, Transaksi E-Commerce RI Diprediksi Tembus Rp1.000 Triliun

UANG | 9 Desember 2019 20:03 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, melihat di Indonesia telah terjadi revolusi industri. Salah satunya Gross Marchandise Value (GMV) atau nilai total transaksi e-commerce di Indonesia yang diperkirakan alami kenaikan.

"GMV e-commerce Indonesia tahun 2019 mencapai USD 21 miliar atau Rp294 triliun, dan diperkirakan tahun 2025 capai USD 82 miliar atau Rp1,1 kuadriliun," kata Agus dalam forum e-commerce Indonesia 2019, Jakarta, Senin, (9/12).

Dia menjelaskan, pencapaian tersebut didukung oleh penetrasi internet Indonesia pada tahun 2018 yang mencapai 171,17 juta jiwa. Selain itu, ekonomi internet Indonesia tahun 2019 diprediksi capai USD 40 miliar atau Rp560 triliun, dan diperkirakan menembus USD 133 miliar atau Rp1,8 kuadriliun pada tahun 2025.

Serta potensi e-commerce dunia pada 2023 diperkirakan menembus USD 6.53 triliun atau Rp91,5 kuadriliun.

1 dari 1 halaman

Penciptaan Peluang Usaha

Honeywell dan beberapa industri e-commerce menggelar forum diskusi yang membahas peluang dan teknologi serta solusi yang tepat untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan di industri ritel, e-commerce, dan rantai pasokan di Indonesia. Turut berbicara di forum itu adalah Presiden Honeywell Indonesia Roy Kosasih, Kepala Operasi dan Manajemen Produk Blibli Lisa Widodo, Managing Director Linc Group Subakti Setiawan, dan CEO 8commerce Ronny Ritongadi.

"Sebagai pemimpin dalam transformasi digital IIoT, Honeywell berkomitmen untuk berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia dengan menghadirkan solusi yang tepat untuk mengatasi tantangan-tantangan utamanya," ujar Roy Kosasih di Jakarta, Kamis (21/11).

"Kami memiliki pengalaman global yang luas dalam membantu perusahaan ritel dan rantai pasokan di seluruh dunia hingga mereka mampu mencapai kemajuan yang signifikan berkat teknologi kami," ujarnya.

Di Indonesia, penjualan perdagangan online diperkirakan akan tumbuh hingga delapan kali lipat, dengan perdagangan elektronik formal mencapai USD 40 miliar dan perdagangan sosial hingga USD 25 miliar pada tahun 2022, dengan nilai total hingga USD 65 miliar.

Tiga puluh persen dari transaksi tersebut adalah baru dan tidak akan kejadian jika bukan karena perdagangan online. Selain itu perdagangan online juga diperkirakan akan menciptakan peluang usaha yang setara dengan 26 juta lowongan kerja di tahun 2022.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Achmad Zaky Mundur, CEO Bukalapak Digantikan Rachmat Kaimuddin Mulai Januari 2020
Ada Aturan Baru, Pengurusan Izin Usaha Pedagang Online Tak Dipungut Biaya
Kemendag Buat Aturan Turunan Perdagangan Online Guna Jaring Penjual di Media Sosial
Transaksi Harbolnas 2019 Ditarget Tembus Rp8 Triliun
Pedagang Online Wajib Punya Izin Usaha, Bagaimana Nasib UMKM?
Jelang Harbolnas, Mendag Serukan Gerakan Belanja Produk Dalam Negeri

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.