3 Menteri Jokowi kunjungi INSW, ini hasilnya

UANG | 6 Februari 2017 15:34 Reporter : Faiq Hidayat

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Keuangan Sri Mulyani berkunjung ke Kantor Pengelola Portal Indonesia National Single Window (INSW), Jakarta Pusat. Mereka meninjau kesiapan layanan dashboard perizinan ekspor impor dan dwelling time dalam upaya peningkatan kinerja logistik nasional.

"Kami ingin melihat seperti apa sistemnya bekerja dan apa saja yang bisa ditangkap. Apa saja yang kerja, apakah makin baik atau tidak? nah ternyata kalau sistemnya sudah cukup baik," kata Darmin usai peninjauan di Kantor INSW, Jakarta, Senin (6/2).

Darmin meminta pihak pengelola INSW memberikan data dan informasi yang akurat terhadap proses peti kemas di Pelabuhan. Jika ada hambatan, mantan Gubernur BI ini akan langsung berkoordinasi dengan kementerian terkait.

"Yang kedua yang kami sepakati bahwa, kita akan segara rapat koordinasi dan kami minta agar INSW memberikan informasi data, kementerian-kementerian mana saja yang masih ada banyak hambatan-hambatan. Nanti kami selesaikan dengan kementerian yang bersangkutan,kita undang Kemenkeu," ujar dia.

Menurut dia, INSW merupakan amanat dari ASEAN Single Window (ASW) sebagai pintu masuk pertukaran dokumen secara elektronik intra ASEAN dan merupakan sistem yang digunakan untuk memberikan pelayanan publik bidang ekspor/impor yang transparan dan efisien. Selain itu, meningkatkan efektivitas pengawasan kegiatan impor dan ekspor.

Kemudian, kata dia memudahkan dalam menjaga dan meningkatkan penerimaan negara dan mendukung pengawasan peredaran di barang domestik untuk perlindungan konsumen.

"Ada 18 Kementerian/Lembaga terlibat jadi kalau ada perubahan yang tidak membaik atau tidak bagus pasti dampaknya terakumulasi. Kita mendengar bahwa larangan terbatas itu tadinya sudah membaik cukup jauh dari yang tadinya 51 persen, menjadi 32 persen pada waktu kita jalankan paket 1-14, sempat turun," jelas dia. (mdk/idr)

Baca juga:
BPS sebut Pilkada serentak pengaruhi pertumbuhan ekonomi RI
Ini catatan BPS soal pertumbuhan ekonomi RI di Triwulan IV-2016
Industri pengolahan jadi sumber terbesar pertumbuhan ekonomi
BPS catat Pulau Jawa jadi penyumbang PDB tertinggi di Indonesia
BPS: Pertumbuhan ekonomi Indonesia capai 5,02 persen di 2016

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.