3 Tips agar Tak Sengsara Akibat Pinjaman Online Ilegal

UANG | 24 September 2019 08:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan tips agar tidak dibuat sengsara akibat pinjaman online atau fintech. Selama ini, pinjaman online yang kerap membuat sengsara adalah yang ilegal dan sering berujung ke teror dan stres.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing menyebut, banyak orang yang menikmati hasil positif dari pinjaman online. Sebaliknya, jika tidak paham maka pinjaman online bisa berbahaya, seperti kasus wanita yang dijadikan prostitusi oleh pinjaman online ilegal.

"Yang bisa kita pengaruhi adalah diri ktia sendiri. Dari segi masyarakat kita pengaruhi. Edukasi. Sosialisasi, kita pahamkan masyarakat," ujar Tongam di ajang Indonesia Fintech Summit &Expo di JCC, Jakarta.

Tongam menegaskan, ada tiga tips untuk masyarakat agar tidak sengsara akibat pinjaman online. Pertama hindari layanan pinjaman online yang tidak terdaftar pada situs OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

"Apabila mendapat penawaran pinjaman online, cek saja. Mudah, ada di website ojk.co.id," ujar Tongam yang berkata pengguna juga bisa menelepon 157 untuk memastikan.

Kedua, jangan meminjam dari fintech yang lokasi dan alamat pengurusnya tidak jelas. Dan terakhir, pinjaman online ilegal biasanya meminta izin untuk mengakses kontak di smartphone.

"Yang paling berbahaya adalah selalu meminta izin kita untuk mengakses semua data kontak di telepon genggam. Ini berbahaya. kalau tak diizinkan tak terjadi pinjaman," ujar Tongam.

Dia pun meminta masyarakat agar jangan sembarangan pinjam, serta memahami risiko. Pasalnya, ada orang yang meminjam uang di fintech peer to peer lending, tidak bayar, kemudian malah menuntut OJK bubar.

"Dia minjem, dia gunakan, dia enggak bayar, dia diteror, pemerintah yang salah. Enggak masuk akal! Pada saat minjam dia tenang-tenang saja, enggak ajak kita makan-makan, tapi setelah enggak bayar (mengatakan) bubarkan OJK! Itu yang terjadi," ungkap Tongam.

Reporter: Tommy Kurnia

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
BI: Inovasi Fintech Jangan Kebablasan dan Harus Hati-Hati
OJK Tutup 1.300 Fintech Ilegal
Bank Indonesia Contek India dan China Kelola Data Pengguna Fintech
Bos OJK Kaget Ada Orang Pinjam Online 20 Kali dalam Semalam
OJK Atur Kode Etik untuk Perusahaan dan Konsumen Fintech
Dukung Perkembangan Ekonomi Digital, BI Permudah Perizinan Fintech

(mdk/idr)