383 Kripto Diperdagangkan di RI, Wamendag Jerry Kedepankan Produk Lokal

383 Kripto Diperdagangkan di RI, Wamendag Jerry Kedepankan Produk Lokal
Wamendag Jerry Sambuaga. ©2022 Merdeka.com
EKONOMI | 15 Agustus 2022 16:57 Reporter : Siti Ayu Rachma

Merdeka.com - Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga mengungkapkan, sebanyak 383 jenis aset kripto fisik yang diperdagangkan saat ini terdapat beberapa milik lokal atau buatan anak bangsa. Dia menjelaskan, ini menunjukkan bahwa potensi karya anak bangsa bisa mendorong dan memotivasi penggiat-penggiat yang ingin membuat token sendiri.

Tentu kripto lokal ini sudah lolos dari prosedur dan persyaratan yang berlaku. Menurutnya kualitas dan kapasitas pada token lokal harus dikedepankan.

"Ini mendorong dan memotivasi anak-anak muda yang ingin membuat token sendiri. Tentunya harus berkualitas dan berkapasitas itu penting dan juga menunjukkan kesempatan itu ada untuk bisa berpartisipasi di dalam perdagangan aset kripto," ujar Jerry, dalam Konferensi Pers, Jakarta, Senin (15/8).

Jerry menerangkan, dalam Peraturan Bappebti Nomor 11 Tahun 2022 mengatur tata cara persyaratan serta mekanisme penambahan dan pengurangan jenis aset kripto, diantaranya yaitu mempertimbangkan prinsip U untuk aset fisik kripto dan lulus hasil penilaian metode HAP.

"Ini bukti bahwa Bappebti sangat konsen terhadap perlindungan konsumen, kita tidak asal, kita tidak sembarangan memberikan persetujuan terhadap aset kripto yang tidak memenuhi persyaratan," terangnya.

Lebih lanjut, dalam Perba ini pun juga memberikan perlindugan terhadap konsuen dengan kepastian hukum dan juga memberikan literasi yang baik kepada masyarakat tentang pilihan berinvetasi.

"Masyarakat juga ingin bertanya-tanya dan menanyakan jenis kripto mana yang boleh diperdagangkan, melalui Perba ini semakin jelas," tambahnya.

2 dari 2 halaman

Perkuat Perlindungan Konsumen, Pemerintah Terbitkan Aturan Anyar Kripto

konsumen pemerintah terbitkan aturan anyar kripto

Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi (Bapperti) menerbitkan Peraturan Bappebti Nomor 11 Tahun 2022 Tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang diperdagangkan di Pasar Fisik Aet Kripto.

Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Perba) Nomor 11 Tahun 2022 merupakan merupakan cabutan dari Peraturan Bappebti Nomor 7 Tahun 2020.

Dia menjelaskan perubahan tersebut dikarenakan untuk mengakomodir kebutuhan calon pedagang termasuk industri aset kripto Indonesia sesuai dengan data jumlah pedagang dan juga volume transaksi yang terus meningkat dan jenis aset kripto yang mulai bertambah.

"Terkait dengan Perba Nomor 11 Tahun 2022, jadi Kemendag melalui Bappebti ini kita sudah mengikuti dan berinovasi terhadap perdagangan fisik pasar aset kripto," ujar Jerry, pada Konferensi pers, Jakarta, Senin (15/8).

Jerry mengungkapkan ada sebanyak 383 jenis kripto yang diperdagangkan di pasar fisik. Sebelumnya pada peraturan Nomor 7 Tahun 2020 itu sebanyak 229.

"Dari 229 jenis kripto yang memenuhi prosedur hanya 161 jenis kripto. Ditambah 222 jenis kripto di Peraturan Nomor 11 Tahun 2022 menjadi 383 jenis kripto yang diperdagangkan," terang Jerry.

Pihaknya terus mengevaluasi hal tersebut untuk menunjukkan bahwa Bappebti sangat konsen dan intensi terhadap jenis-jenis aset kripto yang bisa diperdagangkan.

"Kami sangat selektif dan mengikuti proses dan benar-benar aset kripto sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku," tambahnya.

Lebih lanjut, penilaian tersebut tentu bukan hanya dari Bappebti saja tetapi bersama asosiasi-asosiasi terkait atau stakeholder yang lainnya.

(mdk/bim)

Baca juga:
Hasil Lelang NFT Indodax Bantu Pendidikan Programmer Pesantren Yenny Wahid
Edukasi Aset Digital Perlu Digencarkan
Hingga Juni 2022, Pemerintah Kumpulkan Pajak Fintech Rp73,08 Miliar
Industri Aset Kripto Dinilai Bisa Jadi Tonggak Pertumbuhan Ekonomi
Pemerintah Wajibkan Pemain Kripto Asing Taat Aturan Main
Kripto Berpotensi Ganggu Sistem Keuangan Dunia
Pasar Kripto Naik, Roadshow Blockchain 5.0 Relictum.io Sambut GTN Naik di Lbank

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini