4 Bukti Bahwa Uang Bisa Membeli Kebahagiaan

UANG | 26 Januari 2020 08:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Banyak orang bilang "uang tidak bisa membeli kebahagiaan". Namun, ini bisa saja keliru. Banyak orang yang salah mengartikan bahwa uang tidak memiliki kaitan dengan kebahagiaan yang Anda dapatkan. Lalu bagaimana para pakar menilai ini?

Dilansir dari laman Bussinessinsider, bahwasanya uang dapat membeli kebahagiaan, layaknya barang yang tersedia dan dijual di toko. Bahagia bisa didapatkan dengan uang, misalnya dengan menyumbangkan uang untuk amal. Tentu, melihat respons bahagia orang yang Anda beri, diri Anda akan merasakan bahagia yang sama.

Di sisi lain, menggunakan uang untuk berlibur juga bisa menambah semangat Anda dalam menjalani aktivitas. Tidak ada keraguan, bahwasanya antara uang dan kebahagiaan juga saling berkaitan.

Namun juga jangan salah diartikan, antara uang dan bahagia bukan melulu tentang mengumpulkan kekayaan, tetapi menggunakan kekayaan sebagai alat untuk menumbuhkan rasa positif dalam jangka panjang.

Kebahagiaan yang didapat dengan uang, bisa dilihat dengan cara Anda mengubah kebiasaan keuangan untuk memprioritaskan kesejahteraan hidup Anda. Melihat peluang tersebut, berikut adalah 4 hal yang dapat Anda jalani untuk mendapat kebahagiaan dengan uang yang Anda miliki.

1 dari 5 halaman

Beli Waktu Diri Sendiri

Profesor Harvard Ashley Whillans meneliti, bahwasanya orang yang menghabiskan uang untuk menghemat waktu dapat lebih bahagia, dibanding orang yang menghabiskan uangnya untuk membeli barang-barang material.

Maksudnya adalah, saat Anda merasa banyak hal yang tidak bisa Anda lakukan dalam satu waktu, Anda bisa gunakan uang Anda untuk menyewa jasa seseorang untuk membantu Anda.

Dengan menyewa jasa orang lain untuk membantu Anda dalam menyelesaikan tugas yang menyita, itu akan lebih membawa bahagia dibanding membeli barang mahal, namun pikiran masih terbebani dengan pekerjaan.

"Penyesalan pembeli adalah perasaan yang mengerikan, tetapi saya tidak pernah bekerja dengan siapa pun yang menyesal membayar uang untuk pengalaman dengan keluarga atau teman-teman mereka," kata perencana keuangan bersertifikat dengan Inspire Wealth Partners ,Matt Cooley.

2 dari 5 halaman

Mulai Temukan Bahagia yang Sederhana

Mulai pikirkan cara agar Anda dapat menambahkan kesenangan sederhana dalam hari-hari yang Anda lewati. Misalnya membeli kue atau coklat dari toko terdekat. Hal itu dapat menambah rasa tenang dan bahagia untuk diri sendiri.

Peneliti kebahagiaan, Elizabeth Dunn merekomendasikan agar orang-orang membelanjakan uang dalam hal lebih kecil, dari pada membeli barang yang besar. Frekuensi kesenangan sederhana ini merupakan kuncinya. Memberi kesempatan diri Anda untuk mendapatkan kesenangan ringan dapat memungkinkan peningkatan kebahagiaan secara berkala.

3 dari 5 halaman

Jadi Orang yang Murah Hati

Apakah Anda termasuk kelompok orang yang senang berbagi? Seseorang yang memberikan uangnya untuk orang lain sebenarnya akan lebih merasakan bahagia dari pada membelanjakan uangnya untuk diri sendiri.

Bagaimana bisa? Hal itu terjadi karena saat Anda berkontribusi dalam kesejahteraan hidup orang lain, salah satunya memberi dengan uang, Anda bisa merasakan bahagia atas manfaat yang telah Anda beri dalam hidup orang lain. Berbagi juga dapat membawa rasa syukur dalam diri, atas apa yang telah dimiliki.

4 dari 5 halaman

Gunakan Uang untuk Liburan

Menggunakan uang untuk berlibur telah terbukti membuat seseorang lebih bahagia. Orang akan merasa bahagia, bahkan saat sedang menanti hari berlibur tiba. Saat selesai berlibur, seringkali memori liburan akan terus terekam dalam pikiran. Memori yang terekam saat berlibur bersama orang yang dicintai juga menambah rasa bahagia, dibanding membeli baju baru di akhir pekan.

"Ketika Anda mencoba menemukan kebahagiaan dalam hal-hal, Anda seperti tikus di atas roda, menghabiskan uang hanya untuk bersaing dengan keluarga Jones," ujar perencana keuangan tersertifikasi dengan Hill-Top Financial Planning Kyle Hill.

"Berbicara dari pengalaman pribadi, perjalanan ke Disney World membeli lebih banyak kebahagiaan dari pada semua boneka Buzz Lightyear dan Woody yang dapat Anda beli. Lebih dari setahun kemudian, keluarga kami masih berbicara tentang perjalanan itu ke Disney World dan bermimpi untuk kembali lagi," pungkasnya.

5 dari 5 halaman

Ketika Uang Gagal Bawa Kebahagiaan

Disisi lain, terkadang uang juga hanya memberi kebahagiaan yang singkat dan akhirnya hilang. Itu merupakan fenomena yang dikenal dengan hedonic treadmill.

Dalam hal itu, misalnya Anda berhasil membeli mobil Mercedes yang diidam-idamkan, itu akan membawa lonjakan bahagia dalam diri Anda, namun akhirnya Anda akan terbiasa oleh mobil itu.

Rata-rata bahagia saat membeli barang yang diinginkan hanya berangsur selama enam sampai delapan hari, berbeda jika Anda menggunakan uang untuk berlibur atau berbagi dengan orang lain, Anda akan rasakan bahagia dalam jangka waktu yang lama, bahkan selamanya.

Reporter Magang: Nurul Fajriyah (mdk/idr)

Baca juga:
5 Daerah Ramah Pajak Cocok untuk Masa Pensiun
Jurus Jitu Bikin Hobi Jadi Ladang Bisnis
Rahasia Agar Kekayaan Anda Bisa Tahan Hingga ke Anak Cucu
Tanpa Disadari, Kebiasaan Ini Bisa Membuat Kondisi Finansial Berantakan di Awal Tahun
Ingin Berkarir Tapi Usia Tak Lagi Muda, Intip Tipsnya
3 Cara Sederhana Ala Jeff Bezos Agar Meeting Lebih Efektif

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.