4 Kritik Pedas Wapres Jusuf Kalla Terkait Kondisi Ekonomi Indonesia

UANG | 14 Agustus 2019 08:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla tak ragu melontarkan kritik keras apabila suatu kondisi dinilainya tak tepat. Beberapa kali Wapres JK menyampaikan kritik terhadap beberapa proyek infrastruktur yang tengah gencar dibangun pada era pemerintahan Presiden Jokowi. Salah satunya soal proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT).

Menurutnya, kritik merupakan hal yang wajar selama sifatnya untuk kemajuan. "Sebagai negara demokratis, kritik boleh saja. Tetapi harus ada masukan yang bersifat memajukan," kata Wapres Jusuf Kalla dalam pidatonya di acara Kongres Nasional I KAMMI.

Berikut sejumlah kritik pedas Wapres Jusuf Kalla terhadap kondisi perekonomian Indonesia yang dirangkum oleh merdeka.com.

1 dari 4 halaman

1. "Buat Apa Pameran Terus Tapi Pengembangan EBT Sangat Lambat"

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyindir pengembangan pembangkit panas bumi di Indonesia yang berjalan lambat. Dia menilai, perkembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) untuk pembangkit listrik di Indonesia cenderung lambat, termasuk panas bumi dengan terpasang saat ini yang baru mencapai 1.948,5 MW.

"Jadi kalau kita bisa mengatakan bahwa walaupun sudah 7 kali pameran, pak Ketua ini kemajuannya lambat sekali. 7 kali bikin pameran, hasilnya baru 2000 MW," kata JK di pameran The 7th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE).

Sebab itu JK menyarankan agar berhenti dahulu membuat pameran dan meminta agar fokus ke lapangan. "Kalau konferensi apa sih yang dikonferensikan semua bikin seminar itu itu juga yang dibacakan, apa yang lain? Kalau pengetahuan ini belajar saja dari Islandia, Selandia Baru, atau Amerika tentang teknologi, tidak ada yang berat apalagi kalau cuma 10 mega apa susahnya itu," ungkap JK.

2 dari 4 halaman

2. Aturan Belum Jelas Buat Pengusaha Listrik Was-was

Wakil Presiden, Jusuf Kalla, menyebut bahwa upaya percepatan pembangunan infrastruktur listrik memerlukan kejelasan hukum. Tujuannya supaya tidak ada ketakutan bagi pejabat dan pengusaha dalam menjalankan kebijakan.

"Saya paham bahwa ini listrik sesuatu yang harus hati-hati, tapi lama-lama menjadi ketakutan. Lima direksi PLN terakhir, empat yang masuk penjara. Walaupun saya belain, mereka kadang-kadang sebabnya tidak jelas," kata Wapres JK.

3 dari 4 halaman

3. Trans Sulawesi Lebih Cocok untuk Industri

Selama ini pemerintah gencar membangun infrastruktur di berbagai daerah. Namun pembangunan itu tak luput dari beragam kritikan.

Misalnya saja Wapres JK yang mengkritik pembangunan trans Sulawesi. Menurutnya pembangunan jalur kereta Trans Sulawesi lebih efektif untuk keperluan industri. Angkutan untuk penumpang maupun barang menggunakan moda rel kereta hanya cocok di Pulau Jawa.

"Saya minta, hanya perpendek saja di Sulawesi untuk keperluan industri. Kebutuhan-kebutuhan memperbaiki industri. Kalau barang dan orang tidak akan efisien. Kereta Api hanya efisien di Jawa karena penduduk 160 juta," ujar JK.

4 dari 4 halaman

4. LRT Jabodebek Telan Biaya Terlalu Tinggi

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengkritik pembangunan Light Rail Transit (LRT) dibuat melayang. Pembangunan akan lebih efisien jika dibangun di darat atau tidak elevated.

Menurutnya, pembangunan secara elevated memakan biaya lebih besar dibanding dibuat di bawah dengan cara membebaskan lahan. Seperti pembangunan LRT elevated di samping jalan tol Jagorawi.

"Lebih murah membebaskan lahan dari pada membangunnya (elevated)," ujarnya.

(mdk/bim)

Baca juga:
Wapres JK Panggil Mendagri Bahas Re-efisiensi Perjalanan Dinas Kepala Daerah
Wapres JK Tolak PNS Kerja di Rumah: Hadir di Kantor Saja Tidak Disiplin
Wapres JK soal Pimpinan MPR: Bagaimana Bagi Tugasnya Kalau 10 Orang?
Wapres JK soal Wacana GBHN Dihidupkan Kembali: Apa Rakyat Setuju Haknya Diambil MPR?
Strategi Pemerintah Agar Harga Ayam Tak Anjlok Usai Ada Impor dari Brasil
JK Kumpulkan DPRD Sulsel di Tengah Isu Pemakzulan Nurdin Abdullah
Wapres JK Minta Gubernur BI Turunkan Suku Bunga Acuan