4 Pembelaan Pemerintah Saat Kubu Prabowo Sebut Tarif Tol Indonesia Termahal se-ASEAN

UANG | 11 Februari 2019 06:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Suhendra Ratu Prawiranegara mengatakan, tarif tol di Indonesia merupakan tarif tol termahal di Asia Tenggara. Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum 2005-2009 ini merincikan, rata-rata tarif tol di Indonesia berkisar Rp 1.300 hingga Rp 1.500 per kilometer (Km).

Sementara di negara-negara tetangga, seperti Singapura Rp 778/Km, Malaysia Rp 492/Km, Thailand dalam kisaran Rp 440/Km, Vietnam dalam kisaran Rp 1.200/Km, dan Filipina Rp 1.050/Km.

Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu, menyarankan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tidak menjadikan pembangunan infrastruktur seperti jalan tol sebagai 'dagangan politik'. Sebab, hal tersebut dinilai hanya akan membuat pembangunan di Indonesia semakin mahal seperti saat ini.

"Tidak boleh infrastruktur komersial jadi target politik karena semua akan naik, harga tanah akan naik, makanya harga tol kita per kilometer mahal sekali karena dijadikan target politik," jelasnya.

Pemerintah pun memberikan pembelaannya. Salah satunya kehadiran tol bermanfaat pada pertumbuhan ekonomi. Bagaimana detailnya? Berikut rangkumannya.

1 dari 4 halaman

Tol Genjot Kinerja Usaha

Pembatasan operasional truk di Tol Lingkar Luar. ©2018 Liputan6.com/Immanuel Antonius

Deputi III Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Ekonomi Strategis Kantor Staf Presiden (KSP), Denni Puspa Purbasari, mengaku keberadaan tol membawa dampak ekonomi besar. Hal ini dikatakan seiring ramainya pernyataan bahwa tarif tol Indonesia termahal se-Asia Tenggara.

Menurut dia, ruas tol yang dibangun akan memberikan dampak pada pemangkasan waktu tempuh arus lalu lintas logistik. "Kalau kita bicara tentang jalan tol, semula mereka mungkin mengirim barang dari Surabaya ke Jakarta membutuhkan waktu 2 hari. Tapi mungkin dengan adanya tol jadi 12 jam, atau beberapa jam bisa terlampaui," ujar dia.

Menurut dia, para pelaku bisnis logistik tentu akan memperhatikan hal tersebut. Para pengusaha tentu akan menghitung perbandingan antara biaya yang dia keluarkan untuk transportasi dengan kinerja usahanya.

"On top dari jalan tol, ini kan ada pemanfaatan ekonomi apakah itu worth it untuk dibayar? Saya punya hipotesis begini, kalau jalan tol itu rame, itu artinya apa, itu berarti punya value bagi penggunanya," jelasnya.

2 dari 4 halaman

Tarif Tol Tergantung Tahun Pembuatannya

Pembatasan operasional truk di Tol Lingkar Luar. ©2018 Liputan6.com/Immanuel Antonius

Chief Executive Officer (CEO) Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA) Center, Eko Putro Adijayanto, turut mengomentari pernyataan yang menyebutkan bahwa tarif tol di Indonesia merupakan yang termahal se-Asia Tenggara. Menurut dia, salah satu aspek penting dalam melihat serta membandingkan tarif ruas tol adalah tahun pembuatan.

Semakin baru usia ruas tol tentu tarifnya akan lebih tinggi. "Tahun pembuatan itu berpengaruh sekali," kata dia.

Menurut dia, tahun pembuatan berpengaruh pada biaya pembebasan lahan, dan biaya konstruksi yang selanjutnya berdampak ke tarif tol. "Perbandingan harga sangat relatif, misalnya dulu bangun 1 Km jalan tol Rp 49 miliar sekarang sudah naik tajam sekali bisa dua kali lipat, karena faktor tanahnya," ungkapnya.

Hal inilah yang diperhitungkan oleh pemerintah, melalui BPJT Kementerian PUPR, ketika menentukan tarif ruas tol. "Jelas membawa dampak terhadap pembiayaan, harganya. Harga lahan jauh lebih mahal, cost meterial lebih mahal," jelasnya.

3 dari 4 halaman

Tol Sumber Pertumbuhan Ekonomi

Pembatasan operasional truk di Tol Lingkar Luar. ©2018 Liputan6.com/Immanuel Antonius

Menteri Bambang Brodjonegoro mengatakan pembangunan infrastruktur justru menjadi sumber pertumbuhan ekonomi. Sebab, keberadaan jalan tol menjadi fasilitas mempercepat pengangkutan barang logistik ke daerah-daerah seluruh Indonesia.

"Saya melihat jalan tol sebagai sumber pertumbuhan ekonomi karena dengan adanya jalan tol kan kelancaran transportasi menjadi lebih baik biaya logistik bisa turun. Nah, tentunya kita tidak bisa tergantung kepada jalan arteri," jelasnya.

Menteri Bambang mengatakan sebelum jalan tol ada, biaya logistik cukup mahal. Alasannya, melewati jalan arteri juga membuat biaya yang dikeluarkan oleh pengendara lebih besar serta jarak tempuh yang cukup lama. "Karena kalau kita menggunakan jalur arteri nanti biayanya tinggi sekali," jelasnya.

4 dari 4 halaman

Tak Semua Tarif Tol di Indonesia Mahal

Pembatasan operasional truk di Tol Lingkar Luar. ©2018 Liputan6.com/Immanuel Antonius

Menurut Wapres JK, tidak semua tarif tol di Indonesia itu mahal. "Tapi tidak semua mahal. Ke Bandung saya murah, Cipularang yang mahal itu yang baru-baru," kata JK.

Wapres JK menjelaskan, tarif tol memang mahal jika investasi baru dijalankan. "Tergantung kapannya, kalau investasinya baru memang agak mahal," lanjut JK.

Kemudian, dia mengatakan tarif tol di Malaysia pun cukup mahal dibandingkan Indonesia. Terbukti kata JK, tarif Tol Jagorawi yang termurah di Indonesia.

"Saya tidak tahu bandingannya. Tapi di Malaysia rasanya juga mahal, kita kan tergantung berapa tahun. Kalau yang termurah justru ke Bogor itu Tol Jagorawi itu mungkin termurah di dunia malah," kata JK.

  (mdk/bim)

Baca juga:
Tarif Tol Disebut Termahal se-Asia Tenggara, KSP Tekankan Manfaat Pada Kinerja Usaha
Bos PINA Soal Tarif Tol RI Termahal se-ASEAN: Tahun Pembuatan Berpengaruh
Said Didu: Jalan Tol yang Untung di Indonesia Cuma Tiga
Said Didu Ungkap Penyebab di Balik Tarif Tol Indonesia Termahal se-Asia Tenggara
Bantah Tim Prabowo, Bappenas Sebut Jalan Tol Sumber Pertumbuhan Ekonomi
Bos Bappenas Usul Ada Tarif Khusus Truk di Jalan Tol
Wapres JK: Tidak Semua Tarif Tol Di Indonesia Mahal, Jagorawi Malah Termurah di Dunia