4 Cara Mengatasi Penghasilan yang Selalu Dirasa Kurang

UANG | 9 Agustus 2019 07:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Jika kita diberi pilihan untuk memiliki uang yang berkecukupan atau berlebih, tentu kita akan memilih sesuatu yang berlebih. Tidak dapat dipungkiri, anggapan seperti ini sudah menjadi cara berpikir setiap manusia.

Tampil dengan barang-barang yang bagus dan mewah memang menjadi sebuah prestise bagi seseorang. Namun, perlu diketahui bahwa semakin kita memiliki uang yang berlebih, semakin juga kita merasa kekurangan.

Ketika seseorang memiliki penghasilan yang berlebih, ia akan cenderung memiliki gaya hidup yang boros. Sebab, seseorang akan memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Pada akhirnya, seseorang berpikir bahwa ia mampu membeli dan melunasi barang tersebut.

Apabila seseorang masih merasa kekurangan ketika penghasilannya sudah berlebih, titik masalahnya bukan pada uang, melainkan pada gaya hidup.

Meski demikian, tak berarti seseorang harus hidup dalam kekurangan. Berikut beberapa cara yang bisa dicoba agar kondisi keuangan selalu stabil tanpa perlu merasa kekurangan.

Reporter Magang: Rhandana Kamilia

1 dari 4 halaman

Hitung Uang Pengeluaran

Pertama, Anda perlu menghitung setiap pemakaian uang yang dikeluarkan. Dengan kata lain, Anda harus mencatat dan mengkategorikan setiap uang yang keluar dan masuk. Dengan cara ini, Anda akan tahu ke mana uang yang dihabiskan.

Anda dapat memilah mana hal yang memiliki urgensi tinggi untuk didahulukan. Juga, Anda dapat menyingkirkan pengeluaran yang dirasa tidak begitu penting dan merugikan jika dilakukan dalam jangka panjang.

Untuk mempermudahnya, Anda dapat menghitung pengeluaran ini melalui aplikasi. Saat ini, sudah banyak aplikasi keuangan yang dirancang untuk mempermudah Anda. Aplikasi ini berfungsi untuk mengalokasikan pendapatan yang dikeluarkan setiap bulan.

2 dari 4 halaman

Buat Rencana Santai Sejenak

Tentunya, setiap orang masih membutuhkan hiburan untuk menenangkan diri dari pekerjaan yang melelahkan. Namun, tak berarti ini harus dilakukan sesering mungkin. Anda harus bisa membatasi dan membuat sebuah rencana kapan Anda harus mendapatkan 'reward'.

Dengan begitu, Anda bisa menyisihkan dana untuk pergi berlibur, membeli tiket konser musik yang Anda sukai. Rencana lainnya adalah dengan membuat gol. Jika gol tersebut tercapai, Anda berjanji untuk membeli atau menghadiahi diri sendiri.

3 dari 4 halaman

Tingkatkan Jumlah Tabungan

Jika penghasilan dan pengeluaran Anda meningkat, tabungan Anda juga harus bertambah. Ini berlaku terlepas dari gaya hidup, karena kebutuhan hidup biasanya bertambah seiring bertambahnya usia. Anda mungkin memiliki rencana untuk membeli rumah, mobil, memiliki masalah kesehatan atau harus merawat orang tua yang menua.

Jika Anda mendapat kenaikan gaji sebesar 10 persen, Anda bisa menaikkan jumlah uang tabungan sebesar 5 persen. Dengan begitu, Anda akan memiliki tabungan untuk berjaga-jaga ketika terdesak oleh keadaan yang membutuhkan biaya besar. Jadi, tambahkan uang tabungan Anda ketika penghasilan juga bertambah.

4 dari 4 halaman

Jangan Melihat Gaya Hidup Seseorang

Hal yang sulit dihindari adalah melihat gaya hidup seseorang yang lebih baik daripada diri sendiri. Tentu, hal ini menggiurkan bagi kita untuk mengikuti gaya hidupnya. Namun, tanpa disadari hal ini menjadi pengaruh bagi keuangan Anda.

Kuncinya adalah jangan terpikat pada gaya hidup orang lain, baik itu kolega, teman dekat atau influencer Instagram. Yang perlu diingat adalah keuangan yang sudah ditetapkan di awal. Juga, jangan memaksakan diri untuk membeli sesuatu hanya demi prestise. (mdk/did)

Baca juga:
Hati-Hati, 5 Hal Tak Penting Ini Bikin Gaji Cepat Habis
4 Tips Keuangan Agar Bisa Kaya di Usia 30
5 Hal yang Biasa Dilakukan Bos untuk Raih Kesuksesan
Kesalahan Terbesar Orangtua dalam Mengajarkan Keuangan kepada Anak
70 Persen Perusahaan Menilai Kepribadian Dibanding Keterampilan Saat Interview

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.