5 Fakta Alat Rapid Test RI-GHA Buatan Indonesia

5 Fakta Alat Rapid Test RI-GHA Buatan Indonesia
UANG | 12 Juli 2020 07:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Virus corona menciptakan bisnis baru di Tanah Air. Layanan uji cepat (rapid test) virus corona. Layanan tersebut di sejumlah rumah sakit dipatok pada kisaran Rp350.000.

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 menyadari adanya fenomena banyak penyedia jasa maupun penjual alat rapid test. Dewan Pakar IAKMI, Dr.Hermawan Saputra, menyebut kehadiran bisnis ini dikarenakan adanya hukum ekonomi permintaan dan penawaran.

Padahal, rapid test mulanya berkaitan dengan penyelidikan epidemiologi. Akibat adanya kebijakan syarat rapid test sebelum melakukan perjalanan, justru berubah menjadi kebutuhan masyarakat. Ketika ada permintaan melonjak dan tinggi, pelayanan rapid test terbatas, justru membuat harga akan ikut naik.

Belum lama ini, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan mengeluarkan Surat Edaran tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Test Antibodi. Dalam surat tersebut ditekankan bahwa batas tertinggi untuk pemeriksaan rapid test sebesar Rp150.000.

Pemerintah pun berupaya untuk bisa memproduksi rapid test di dalam negeri. Harapannya harga layanan bisa lebih murah. Berikut merdeka.com akan merangkum sejumlah fakta dari rapid test buatan Indonesia.

1 dari 5 halaman

1. Juli Produksi Ditarget 200.000 dan Agustus 400.000

produksi ditarget 200000 dan agustus 400000 rev1

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro, menargetkan pihaknya akan memproduksi 400.000 rapid test kit Agustus mendatang. Itu diharapkan mempercepat pemenuhan kebutuhan rapid test dalam negeri.

Adapun untuk Juli ini, produksi rapid test kit dalam negeri ditargetkan mencapai 200.000 unit. "Besaran produksi kami target 200.000 bulan ini, bulan depan 400.000," kata Menteri Bambang.

2 dari 5 halaman

2. Tambah Mitra Genjot Produksi

mitra genjot produksi rev1

Menteri Bambang melanjutkan, pihaknya juga akan mencari mitra industri lain agar produksi rapid test mengalami percepatan. Saat ini, Kemenristek melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah memiliki 2 mitra untuk memproduksi rapid test, yaitu PT Hepatika Bumi Gora Mataram dan Laboratorium Prodia.

"Apalagi tadi seperti yang disampaikan Pak Menko PMK, Pak Presiden sudah menginstruksikan untuk menyetop impor produk terkait Covid-19 yang bisa diproduksi di dalam negeri," imbuh Menteri Bambang.

3 dari 5 halaman

3. Keunggulan Rapid Test Buatan Indonesia

rapid test buatan indonesia rev1

Menteri Bambang menyebutkan, rapid test buatan Indonesia memiliki beberapa keunggulan, seperti mudah dan cepat dengan hasil yang dapat ditunggu hingga 15 menit. Lalu, penggunaan rapid test juga lebih fleksibel serta memiliki desain yang sederhana.

Sebagai informasi, rapid test yang diproduksi oleh industri dalam negeri ini disebut RI-GHA dengan jangka waktu 2 bulan saja dari awal penentuan desain hingga siap digunakan.

4 dari 5 halaman

4. Pemerintah Usul Harga Rapid Test Buatan Indonesia Rp75.000

usul harga rapid test buatan indonesia rp75000 rev1

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mengusulkan agar harga alat rapid test dalam negeri dipatok sebesar Rp75.000. Hal ini dilakukan agar rapid test dalam negeri bisa lebih terjangkau dan tidak membebani masyarakat.

Menko Muhadjir menyebutkan, karena diproduksi dalam negeri, rapid test kit yang dinamakan RI-GHA tersebut akan memiliki harga yang lebih murah dibanding test kit impor. Pihaknya siap bersaing dan banting harga jika suatu saat harga produk rapid test impor lebih murah dari produk buatan dalam negeri. 

"Saya yakin produk dalam negeri nanti rapid test lebih murah, mampu bersaing dan siap-siap, kalau ada produk luar yang banting harga, kita juga siap-siap banting harga," ujarnya.

5 dari 5 halaman

5. Dorong Penggunaan Produk Dalam Negeri

penggunaan produk dalam negeri rev1

Menko Muhadjir menyatakan pihaknya bersama Kemenristek akan terus menindaklanjuti untuk mendorong penggunaan produk dalam negeri tanpa harus bergantung produk luar.

"Kita perlu ada revolusi mental untuk mencintai produk sendiri dan percaya diri dengan produk dalam negeri," ujarnya.

  (mdk/bim)

Baca juga:
RI-GHA, Alat Rapid Test Buatan Anak Bangsa
Menko PMK Usul Harga Rapid Test Buatan Dalam Negeri Dijual Rp75.000
Pemerintah Jamin Harga Alat Rapid Test Buatan Indonesia Lebih Murah dari Impor
Pemerintah Target RI Produksi 400.000 Alat Rapid Test di Agustus
Takut Hasil Rapid Test Reaktif, 33 Petugas KPU Pekalongan Mengundurkan Diri
Pedagang di Pasar Pramuka Butuh Waktu Sesuaikan Harga Resmi Rapid Test
Hasil Rapid Test 65 Orang ASN Pemprov Aceh Reaktif

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami