5 Fakta Nasib Jemaah Gagal Umrah Akibat Pemerintah Saudi Antisipasi Virus Corona

5 Fakta Nasib Jemaah Gagal Umrah Akibat Pemerintah Saudi Antisipasi Virus Corona
UANG | 28 Februari 2020 07:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Arab Saudi menghentikan sementara penerimaan jemaah umrah dari sejumlah negara. Itu sebagai langkah antisipasi terkait maraknya penyebaran virus corona atau Covid-19 di seluruh dunia.

Daftar negara tersebut ialah China, Iran, Italia, Korea Selatan, Jepang, Thailand, Malaysia, Indonesia, Pakistan, Afghanistan, Irak, Filipina, Singapura, India, Lebanon, Suriah, Yaman, Azerbaijan, Kazakhstan, Uzbekistan, Somalia, dan Vietnam.

Kemlu Saudi menyatakan bahwa otoritas kesehatan mengikuti perkembangan terkait penyebaran virus korona yang kini juga telah menjangkiti negara tetangga di Timur Tengah, seperti Kuwait, Bahrain, dan Oman.

Untuk itu, Saudi merasa perlu mengambil tindakan pencegahan yang dampaknya memengaruhi perjalanan menuju dan keluar negara Teluk tersebut. Saudi berupaya memerangi penyebaran virus dengan menerapkan standar internasional serta mendukung komunitas internasional dalam mencegah penyebaran virus, terutama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Keputusan Saudi melarang umrah turut terdampak pada calon jemaah Indonesia. Berikut fakta nasib jemaah umrah seperti dirangkum merdeka.com.

1 dari 5 halaman

1. Pemerintah Carikan Solusi Atas Kerugian Jemaah

carikan solusi atas kerugian jemaah rev1

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, memastikan pemerintah akan mencari jalan keluar atas kerugian masyarakat yang gagal umrah. Saat ini, pemerintah Arab Saudi tengah melarang sementara kegiatan umrah, termasuk untuk jemaah Indonesia, sebagai antisipasi penyebaran virus corona.

Menurut Menhub Budi, pembahasan mengenai nasib jemaah yang terdampak karena langkah Kerajaan Arab Saudi itu akan dirapatkan secepatnya. "Makanya butir terakhir tadi menyatakan bahwa kita akan merapatkan lagi tentang kompensasi, insentif jalan keluar. Baru akan kita rapatkan setelah besok," ungkap dia.

2 dari 5 halaman

2. Jemaah Terlanjur Terbang Diusahakan Tak Dipulangkan

terlanjur terbang diusahakan tak dipulangkan rev1

Sementara itu, untuk dua pesawat yang terlanjur sudah bertolak menuju Saudi hari ini, Menhub Budi Karya menyebut bahwa pihak Kementerian Luar Negeri sedang mengupayakan agar jemaah yang ada di kedua pesawat itu bisa melanjutkan ritual umrah. "Dua pesawat yang sudah terbang sedang dikoordinasikan oleh Ibu Menlu untuk bisa tetap diterima. ini sedang dalam proses," ucapnya.

Menhub juga menyebut, selama satu minggu, pesawat untuk mengangkut para jemaah mencapai lebih dari 100 penerbangan. "Penerbangan umrah itu lebih dari 100 flight satu minggu. Jadi kira-kira satu hari itu 13 flight," tandasnya.

3 dari 5 halaman

3. Belum Diketaui Kapan Pelarangan Umrah Saudi Berakhir

diketaui kapan pelarangan umrah saudi berakhir rev1

Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, mengatakan penyetopan visa umrah untuk WNI ini diberlakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Artinya warga Indonesia yang akan umrah dalam waktu dekat dan belum mengantongi visa, maka visanya tidak akan dikeluarkan atau ditangguhkan.

Sementara mereka yang sudah mengantongi visa umrah, akan mengalami penundaan keberangkatan. "Berdasarkan (arahan) rilis seperti itu," kata Dubes Agus.

4 dari 5 halaman

Ratusan Jemaah Tertahan di Bandara

tertahan di bandara rev1

Pelarangan sementara ibadah umrah oleh Pemerintah Arab Saudi berdampak pada penumpukan jemaah asal Indonesia. Sedikitnya, ada ratusan jemaah calon umrah yang tertahan akibat penutupan penerbangan jemaah umroh tersebut di Bandara internasional Soekarno-Hatta.

Jemaah calon umrah dari berbagai daerah itu nampak terdiam dan duduk-duduk di area lounge Terminal 3, sambil menanti kepastian dari pihak pengurus perjalanan ibadah. "Lillahi pasrah saja, berharap yang terbaik dari ketentuan Allah, habisnya mau bagaimana lagi. Ya, ikut aturan dan ketentuan saja," kata Ibrahim, jemaah asal Sumatera Selatan.

5 dari 5 halaman

5. Kerugian Akibat Pelarangan Umrah Diperkirakan Bakal Capai Rp1 T

akibat pelarangan umrah diperkirakan bakal capai rp1 t rev1

Ketua Umum Syarikat Penyelenggara Umrah dan Haji (Sapuhi), Syam Resfiadi, mengaku bisnis perjalanan umrah akan terganggu. Jika ini berlangsung selama 2 minggu, diperkirakan kerugiannya mencapai Rp1 triliun.

Syam merincikan, selama 2 pekan itu setidaknya ada 500 ribu jemaah umrah asal Indonesia. Jika mengikuti aturan yang ditetapkan Kementerian Agama tentang ketentuan harga umrah, maka dalam dua minggu potensi kerugiannya mencapai Rp1 triliun. (mdk/bim)

Baca juga:
Menhub Sebut Jemaah Umrah Bisa Refund Tiket atau Pemberangkatan Dijadwal Ulang Garuda
Ratusan Calon Jemaah Umrah Terlantar di Bandara Soekarno-Hatta
Sikap Pemerintah Terkait Saudi Setop Sementara Penerimaan Jemaah Umrah
Amphuri Sarankan Calon Jemaah Menjadwalkan Ulang Perjalanan Umrah
130 Jemaah di Jateng Gagal Umrah Gara-Gara Moratorium dari Arab Saudi
Pemerintah Janji Carikan Solusi Tangkal Kerugian Jemaah Gagal Umrah
Umrah Dihentikan Sementara, 150 Jemaah Palembang Tertahan di Singapura

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami