5 Fakta Terbaru Proses Pengembalian Dana Nasabah Jiwasraya

UANG | 17 Januari 2020 06:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Salah satu korban Jiwasraya, Puspita, menyampaikan keluhan dirinya dan para korban gagal bayar polis di dewan perwakilan rakyat (DPR). Puspita mengaku telah menunggu satu setengah tahun tanpa kejelasan. Dia masih memperjuangkan dananya pada polis tersebut bisa dikembalikan ke nasabah.

Dia berharap pemerintah memprioritaskan penyelesaian kasus Jiwasraya. Puspita tak mau memusingkan masalah hukum yang berjalan. Dia hanya minta dana tersebut bisa kembali. "Saya tidak mengerti, panja atau pansus. Bagi saya yang penting, uang member kita, yang seluruh Jiwasraya dikembalikan negara ke kita," ucapnya.

Pun, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengingatkan agar penanganan kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) difokuskan pada upaya pengembalian uang nasabah.

"YLKI menegaskan orientasi penanganan kasus Jiwasraya adalah agar uang nasabah kembali, jangan sampai kisruh politik malah nasib nasabah terombang ambing," kata pengurus YLKI Agus Suyanto.

Lalu bagaimana sebenarnya perkembangan proses pengembalian dana nasabah Jiwasraya. Berikut rangkumannya sejauh ini.

1 dari 5 halaman

1. Holding Asuransi Penyelamat Jiwasraya Mulai Dibentuk Februari

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menargetkan pembentukan holding asuransi bisa dimulai pada pertengahan Februari 2020. Holdingisasi merupakan salah satu cara untuk menyelamatkan Jiwasraya dari masalah gagal bayar.

"Holdingisasi kan baru ditanda tangan prosesnya itu nanti pertengahan Februari. Dari situ, baru bisa terlaksana. Memang kita harus ikuti step-step dari pembentukan holding itu sendiri," kata Menteri Erick di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

2 dari 5 halaman

2. Nasabah Kecil Bakal Dapat Prioritas Pengembalian Dana

Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Arya Sinulingga, menyatakan pembayaran klaim perusahaan asuransi Jiwasraya akan segera dimulai pada kuartal II 2020. Menurut Arya, hal itu dilakukan sejalan dengan proses penyehatan bisnis perusahaan.

"Nanti kuartal II akan dimulai (pembayaran cicilan), tahun ini, yang pasti kuartal II dengan Jiwasraya Putra, holdingisasi, kita bertahap lah," papar Arya.

Nantinya, akan diprioritaskan pembayaran bagi nasabah-nasabah kecil. Namun, tidak dijelaskan kriteria nasabah kecil tersebut.

3 dari 5 halaman

3. Jiwasraya Mulai Lakukan Pendataan Nasabah

Direktur Utama Jiwasraya, Hexana Tri Sasongko, mengatakan pihaknya akan melakukan pembayaran polis secara mencicil kepada nasabah. Targetnya pembayaran akan mulai dilakukan kuartal I 2020.

"Intinya bahwa penyelesaian akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan profit yang diterima. Setiap profit yang diterima akan kita pakai untuk menyelesaikan kewajiban secara bertahap," ujarnya.

Saat ini, Jiwasraya tengah melakukan pendataan nasabah. Setiap nasabah akan mendapatkan penanganan yang terbaik. "Tentu ini akan ada mekanisme, kita akan profile nasabah-nasabahnya seperti apa dan kemudian kita cari solusi yang terbaik bagaimana. Mengalokasikan secara bertahap dari profit yang masuk."

4 dari 5 halaman

4. Maksimal Maret, Pembayaran Cicilan Polis Mulai Dilakukan

Direktur Utama Jiwasraya, Hexana Tri Sasongko, mengungkap akan mulai membayarkan polis nasabah secara bertahap atau cicil. Diharapkan kuartal pertama 2020 sudah mulai dilaksanakan pembayaran cicilan.

"Secara bertahap tergantung dari profitnya. Anda kan tau balances Jiwasraya tidak memungkinkan memenuhi (utang ke nasabah) itu. Jadi solusi untuk membayar adalah dari inisiatif-inisiatif yang kita kerjakan selama ini," kata Hexana.

5 dari 5 halaman

5. 4 BUMN Dikerahkan Bantu Sehatkan Jiwasraya

Direktur Utama Jiwasraya, Hexana Tri Sasongko, mengungkap mekanisme pembayaran cicilan polis Jiwasraya melalui pembentukan anak perusahaan bernama Jiwasraya Putra. Nantinya anak perusahaan Jiwasraya itu akan menggandeng 4 badan usaha milik negara (BUMN) yakni PT Bank Tabungan Negara (BTN), PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) dan PT Pegadaian.

"Mekanismenya selama ini pakai mekanisme bisnis, saya terangkan sekali lagi dengan membentuk Jiwasraya Putra, dengan support menggandeng distribution agreement dari keempat BUMN, itu artinya Jiwasraya Putra akan berjualan pada captive marketnya ke empat BUMN itu," ujar Hexana.

(mdk/bim)

Baca juga:
Ini Kendaraan Mewah Milik Tersangka Jiwasraya yang Disita
Tolak Panja, PKS Ngotot Ingin Buat Pansus Jiwasraya
Komisi III Panggil Jaksa Agung Terkait Jiwasraya
Jokowi Minta Kejagung Selesaikan Urusan Hukum Jiwasraya
Geledah Dua Rumah Eks Direktur Jiwasraya, Kejagung Sita Mercy hingga Harley Davidson
Dukung Tuntaskan Kasus Jiwasraya, Kantor Erick Thohir Kembali Banjir Karangan Bunga
Demokrat: Kami Duga Ada Upaya Kasus Jiwasraya Hanya Jerat Orang Tertentu

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.