5 Masukan Bank Dunia ke Jokowi Kelola Ekonomi Hingga 2024

UANG | 25 Juni 2019 16:53 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar pertemuan dengan perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, ada 5 masukan yang disampaikan perwakilan Bank Dunia kepada pemerintah dalam mengelola ekonomi lima tahun ke depan.

"Tadi Presiden didampingi beberapa menteri menerima delegasi Bank Dunia yang kantor Jakarta untuk mendengarkan masukan terutama dari Bank Dunia mengenai bagaimana sebaiknya ekonomi Indonesia dikelola lima tahun ke depan," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro usai pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (25/6).

Bambang mengatakan, saran pertama yang disampaikan Bank Dunia adalah soal penekanan Sumber Daya Manusia (SDM). Indonesia diminta untuk fokus mengembangkan SDM di bidang pendidikan baik dasar ataupun vokasi.

"(Masukan) Kedua adalah membangun infrastruktur. Karena ternyata infrastruktur kita secara nilai infrastruktur per kapita jauh tertinggal dibanding negara-negara yang tergolong emerging market," ujar Bambang.

Dia mengatakan, dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya, Indonesia masih perlu membangun infrastruktur. Terutama, yang terkait dengan konektivitas dan infrastruktur dasar, seperti air bersih, sanitasi maupun listrik.

Kemudian, saran ketiga, Indonesia diminta menjaga keseimbangan Sumber Daya Alam (SDA) sehingga dapat dimanfaatkan. Bambang menyebut Bank Dunia juga menyarankan pemerintah untuk meningkatkan penerimaan pajak.

"Tetapi dari segi pengeluaran bisa melakukan budget spending atau pengeluaran anggaran yang lebih tepat sasaran dan lebih efisien," tuturnya.

Terakhir, Bank Dunia menilai Indonesia harus mendorong investasi yang lebih berorientasi kepada ekspor. Investasi tersebut juga harus dapat mendorong Indonesia masuk ke rantai perdagangan global.

"Dan satu lagi, Indonesia harus lebih aktif meningkatkan foreign direct investment (FDI). Karena ternyata FDI kita kalah jauh dibandingkan Vietnam, misalkan untuk negara sesama Asia Tenggara," jelas Bambang.

Menurut dia, masukan tersebut sangat penting bagi pemerintah, khususnya untuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). Sehingga, pada 2030 Indonesia dapat memperbaiki kesejahteraan masyarakat.

"Tentunya dari pihak kami di Bappenas akan memasukkan poin-poin penting tadi ke dalam RPJM 2020-2024," pungkas dia.

Dalam pertemuan itu, Jokowi didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. Sementara dari Bank Dunia, tampak Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo A. Chaves.

Reporter: Lisza Egeham

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Darmin Soal Target Investasi 7 Persen di 2020: Ekonomi Kita Besar, Tak Perlu Risau
Rapat 4 Menko, Darmin Paparkan Kualitas Pertumbuhan Ekonomi Membaik Sejak 2015
Bos ADB Puji Pengelolaan Ekonomi Presiden Jokowi
India Jadi Negara Ekonomi Terbesar di Dunia 2030, Siapa Nomor 1?
Perang Dagang Hambat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan II
Ekonomi Indonesia Diprediksi Akan Lebih Baik Dibanding Negara ASEAN Lainnya

(mdk/azz)