5 Pro Kontra dari Sisi Ekonomi Atas Pemberlakuan Kembali PSBB Ketat DKI

5 Pro Kontra dari Sisi Ekonomi Atas Pemberlakuan Kembali PSBB Ketat DKI
UANG | 11 September 2020 07:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menerapkan pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Ibu Kota. Dia mengatakan, hal tersebut guna mencegah penyebaran virus Covid-19 yang semakin tinggi.

"Kita terpaksa kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar seperti pada masa awal pandemi dulu. Bukan lagi masa transisi tapi PSBB awal dulu," kata Anies.

Ada tiga indikator yang sangat diperhatikan oleh Pemprov DKI Jakarta yaitu tingkat kematian, ketersediaan tempat tidur isolasi dan ICU khusus covid-19 dan tingkat kasus positif di Jakarta.

"Dalam dua pekan angka kematian meningkat kembali, secara persentase rendah tapi secara nominal angkanya meningkat kembali. Kemudian tempat tidur ketersediaannya maksimal dalam sebulan kemungkinan akan penuh jika kita tidak lakukan pembatasan ketat," ucap Anies.

Kebijakan ini pun lantas menimbulkan pro dan kontra, khususnya pada sisi ekonomi. Berikut merdeka.com akan merangkumnya.

Baca Selanjutnya: 1 Dunia Usaha Bakal Kembali...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami