5 Strategi Bos BKPM Yakinkan Investor bahwa Indonesia 'Surga Investasi'

5 Strategi Bos BKPM Yakinkan Investor bahwa Indonesia 'Surga Investasi'
UANG | 17 Februari 2020 20:29 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia memaparkan lima cara untuk meyakinkan investor bahwa Indonesia adalah destinasi yang tepat untuk investasi. Hal itu ia ungkapkan dalam kegiatan Indonesia Economic & Investment Outlook 2020, di Gedung Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM), Senin (17/2).

Pertama, yaitu dengan melakukan promosi. Dengan cara meyakinkan investor bahwa Indonesia adalah 'Surga Investasi'.

Kedua, mengawasi dalam layanan perizinan. Menurutnya BKPM tidak hanya membantu investor untuk merealisasikan investasinya dengan promosi, melainkan pihaknya akan terus menggandeng dari awal hingga perizinan itu lengkap.

"BKPM dalam bantu investor realisasi bukan konteks lakukan promosi, tapi sampai perizinan," ujarnya.

Ketiga mengawal dalam finansial closing. Lalu keempat mengawal investor secara end to end dalam realisasi investasi. Sedangkan yang kelima, mengawal hingga tahap produksi.

"BKPM bantu, yang penting datang ke orang yang tepat, jangan minta duit baru kita kasih izin, kita kawal sampai financial closing dan juga eksekusi, agar investor tidak diganggu sampai tingkat investasi bisa berproduksi," kata Bahlil.

1 dari 1 halaman

Investor Cuma Butuh 3 Hal

butuh 3 hal

Bahlil menegaskan, pengusaha atau investor cuma butuh tiga hal, yakni kepastian, kemudahan, dan efisiensi.

Dia pun mencontohkan, produk asal Swiss yakni merek Nestle, oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) bahwa nestle di Indonesia memerlukan bahan baku dari luar negeri. Oleh karena itu, Bahlil langsung mengadakan pertemuan dan memberikan masukan kepada LKPP supaya hal itu bisa diselesaikan.

"Datang produk engga masuk LKPP kita undang LKPP, undang masukan, nestle minta impor bahan bakunya," ujarnya.

Lalu, dia juga menceritakan investasi yang akan dilakukan oleh perusahaan milik miliarder Jeff Bezos yakni Amazon, yang ingin berinvestasi besar di Indonesia.

"Investasi gede hampir Rp 30 triliun, perintah presiden investor masuk gandeng lokal, Amazon tidak mau, tapi setelah itu dia mau kolaborasi yang memenuhi syarat dan profesional, dan sekarang jalan, izinnya hampir selesai," ungkapnya.

Sama halnya dalam sektor lain, seperti nikel, sawit, dan lainnya, yang menurutnya perlu kerjasama kedua pihak dalam melangsungkan investasi, supaya berjalan dengan baik.

"Sahabat yang baik mengerti dua kepentingan, kalau tidak bukan sahabat yang baik, tapi saya yakin ini semua sahabat yang baik buat ke depannya (kepada para audiens investor asing, yang hadir dalam kegiatan tersebut)," ujarnya.

Namun, yang terpenting menurut Bahlil investasi yang masuk harus mengajak kolaborasi dengan lokal, baik dalam sektor apapun, karena hal itu sudah ketentuan yang disampaikan oleh presiden Joko Widodo.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami